Tuntunan fiqh praktis wanita 53-55

Standar

Tuntunan Fiqh praktis wanita 53-55
٤ – صلاة النساء جماعة بإمامة إحداهن فيها خلاف:

4. Wanita mengerjakan shalat jama’ah yang diimami oleh salah seorang dari mereka terdapat perbedaan:

صلاة النساء جماعة بإمامة إحداهن، فيها خلاف بين العلماء بين مانع ومجيز، والأكثر على أنه لا مانع من ذلك، لأن النبي صلى الله عليه وسلم أمر أم ورقة أن تؤم أهل دارها(١) 

Wanita mengerjakan shalat jama’ah yang diimami oleh salah seorang dari mereka terdapat perbedaan antara para ulama, diantaranya ulama ada yang melarang dan membolehkan. Adapun mayoritas pendapat, mereka membolehkannya. Karena Nabi shallallahu alaihi wasallam memerintahkan Ummu Waraqah untuk mengimami orang-orang yang ada di rumahnya(1)

وبعضهم يرى أنه غير مستحب، وبعضهم يرى أنه مكروه، وبعضهم يرى جوازه في النفل دون الفرض، ولعل الراجح استحبابه، ولمزيد الفائدة في هذه المسألة يواجع[المغني](٢)، و [للنووي](٣)، وتجهر المرأة بالقراءة إذا لم يسمعها رجال غير محارم

Dan sebagian ulama memandang bahwasanya hal itu tidak dianjurkan, dan sebagian ulama memandang bahwasanya hal itu hukumnya makruh, dan sebagian memandang bahwa boleh dalam shalat sunnah dan tidak boleh dalam shalat wajib. Dan semoga pendapat yang paling kuat adalah dibolehkan. Dan mereka yang ingin mendapatkan keterangan tambahan tentang masalah ini hendaknya melihat kitab [al mughni](2), dan kitab yang ditulis oleh [An Nawawi](3), wanita boleh mengeraskan suaranya ketika membaca dalam shalat apabila tidak ada laki-laki yang bukan mahram mendengarnya. 

٥ – يباح للنساء الخروج من لبيوت للصلاة مع الرجال في المساجد:

5. Dibolehkan bagi wanita keluar dari rumahnya untuk mengerjakan shalat bersama para lelaki di dalam masjid:

يباح للنساء الخروج من لبيوت للصلاة مع الرجال في المساجد، وصلاتهن في بيوتهن خير لهن، فقد روى مسلم في صحيحه عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: لا تمنعوا إماء الله مساجد الله(٤)، وقال: لا تمنعوا النساء أن يخرجن إلى المساجد وبيوتهن خير لهن(٥) فبقاؤهن في البيوت وصلاتهن فيها أفضل لهن من أجل التستر، 

Dibolehkan bagi wanita keluar dari rumahnya untuk mengerjakan shalat bersama para lelaki di dalam masjid, dan shalat mereka di rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka. Dan sungguh telah diriwayatkan dari Muslim di dalam shahihnya dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bahwasanya beliau bersabda: janganlah kalian melarang hamba-hamba Allah dari masjid-masjid Allah(4), dan Rasulullah bersabda: janganlah kalian melarang wanita-wanita untuk keluar menuju masjid sedangkan rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka(5). Maka tetapnya wanita dirumah mereka dan shalat mereka dirumah lebih utama bagi para wanita tersebut guna menjaga diri dari pandangan laki-laki asing. 

وإذا خرجت إلى المسجد للصلاة فلابد من مراعاة الآداب التالية:

Dan apabila seorang wanita keluar menuju masjid untuk shalat maka mereka harus menjaga adab-adab sebagai berikut:

أ – أن تكون متسترة بالثياب والحجاب الكامل:

A.  Memakai pakaian yang menutupi aurat dan berhijab yang sempurna:

قالت عائشة رضي الله عنها: كان النساء يصلين مع رسول الله صلى الله عليه وسلم ثم ينصرفن متلفعات بمروطهن ما يعرفن من الغلس(٦)

Aisyah berkata: dahulu para wanita shalat bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kemudian pulang sambil menutupi kepala mereka dengan kain panjang yang terbuat dari sutera, mereka tidak dapat dikenali dari kegelapan yang tercampur cahaya(6)

ب – أن تخرج غير متطيبة:

B.  Tidak memakai wangi-wangian

لقوله صلى الله عليه وسلم : لا تمنعوا إماء الله مساجد الله وليخرجن تفلات(٧) معنى: تفلات أي: غير متطيبات

Berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam: janganlah kalian melarang hamba-hamba Allah dari masjid-masjid Allah dan hendaknya mereka keluar tanpa memakai minyak wangi(7) makna minyak wangi adalah tidak memakai harum-haruman. 

وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أيها امرأة أصابت بخورًا فلا تشهدن معنا العشاء الآخرة(٨)وروى مسلم من حديث زينب امرأة ابن مسعود: إذا شهدت إحداكن المسجد فلا تمس طيبًا(٩)

Dan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: wanita mana saja yang memakai wewangian maka janganlah kalian hadir bersama kami untuk shalat isya yang terakhir(8). Dan riwayat Muslim dari hadits Zainab istri Ibnu Mas’ud: apabila seseorang dari kalian (wanita) menghadiri masjid maka janganlah dia mengenakan harum-haruman(9)

قال الإمام الشوكاني رحمه الله: دليل على أن خروج النساء إلى المساجد إنما يجوز إذا لم يصحب ذلك ما فيه فتنة وما هو في تحريك الفتنة نحو البخور، 

Imam Asy Syaukani Rahimahullah berkata: Hadits diatas dijadikan dalil bahwa keberangkatan wanita menuju masjid diperbolehkan selama tidak mengundang fitnah seperti bau harum. 

قال: وقد حصل من الأحاديث أن الإذن للنساء من الرجال إلى المساجد إذا لم يكن في خروجهن ما يدعو إلى الفتنة من طيب أو حلي أو أي زينة. انتهى. 

Beliau juga berkata : Hadits tersebut memberi penjelasan bahwa kebolehan seorang istri meminta izin kepada suaminya untuk pergi ke masjid jika tidak menjadikan keluarnya mereka ke masjid menjadi fitnah baik karena wewangian atau perhiasan atau pakaian yang mencolok. 

____

(١) رواه أبو داود، وصححه ابن خزيمة

(1) riwayat Abu Dawud, dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah 

(٢) (٢٠٢/٢) 

(2) (2/202)

(٣) المجموع (٨٥،٨٤/٤)

(3) Al Majmu’ (4/84,85)

(٤) البخاري الجمعة(٨٥٨)، مسلم الصلاة(٤٤٢)، الترمذي الجمعة(٥٧٠)، النسائي المساجد(٧٠٦)، أبو داود الصلاة(٥٦٨)،ابن ماجه المقدمة(١٦)

(4) Bukhari(858), Muslim(442), Tirmidzi(570), An Nasa’i(706), Abu Dawud(568), Ibnu Majah(16)

(٥) أبو داود الصلاة(٥٦٧)

Abu Dawud(567)

(٦) البخاري الأذان(٨٢٩)، مسلم المساجد ومواضع الصلاة(٦٤٥)، الترمذي الصلاة(١٥٣)، النسائي المواقيت(٥٤٥)،أبو داود الصلاة(٤٣٣)، ابن ماجه

 الصلاة(٦٦٩)

(6) Bukhari(829), Muslim(645), Tirmidzi(153), An Nasa’i(545), Abu Dawud(433), Ibnu Majah(669)

(٧) أبو داود الصلاة(٥٦٥)، أحمد(٤٣٨/٢)، الدارمي الصلاة(١٢٧٩)

(7) Abu Dawud(565), Ahmad(2/438), Ad Darimi(1279)

(٨) مسلم : الصلاة (٤٤٤)، النسائي: الزينة(٥١٢٨)، أبو داود(٤١٧٥)

(8) Muslim(444), An Nasa’i(5128), Abu Dawud(4175)

(٩) مسلم الصلاة (٤٤٣)، النسائي الزينة(٥١٣٣)، أحمد(٣٦٣/٦)

(9) Muslim(443) An Nasa’i (5133), Ahmad(6/363)

Iklan

Wanita salaf 2

Standar

WANITA KAUM SALAF  (bagian 2)
(Antara kehormatan, kesucian dan akhlak yang mulia)
Dahulu di Baghdad ada seorang lelaki penjual kain yang memiliki harta yang banyak, ketika dia sedang berada di  tokonya datanglah seorang wanita yang mencari sesuatu untuk dia beli. Wanita ini pun berbincang2 dengan si pedadang sambil membuka wajahnya, maka sang pedagang pun terkesima dan sangat kagum dengan apa yang dia lihat.
Si wanita berkata: aku datang ke sini bukan untuk membeli sesuatu darimu akan tetapi aku berlalu lalang di pasar ini untuk mencari lelaki yang bisa menawan hatiku untuk menikahiku, dan aku merasa engkaulah orangnya, sesungguhnya aku memiliki harta yang banyak, sudikah anda menikahiku???
Si penjual berkata: sesungguhnya aku memiliki putri pamanku dialah istriku, aku berjanji kepadanya agar tidak membuatnya cemburu, dan darinya Allah menganugrahiku seorang putra.
Si wanita berkata: aku ridho sekiranya engkau datang kepadaku seminggu dua kali saja,…. setelah mempertimbangkan keadaan maka si lelaki ini pun setuju, kemudian terjadilah akad dan lelaki tersebut masuk ke rumah istri barunya.
Setelah berlalu malam pertama, Si lelaki tersebut kembali ke rumahnya dan berkata kepada istrinya: sebagian kawan2ku telah memintaku agar aku menginap satu malam di rumahnya .
Waktupun berlalu dan lelaki ini bermalam di rumah istri (barunya) pada tiap bagiannya. Dia berangkat sesudah waktu dzuhur dan hal itu berlangsung selama 8 bulan. Sang istri (pertama) mulai melihat ada keanehan pada sang suami,  maka dia berkata kepada budak wanitanya: “jika suamiku keluar maka perhatikanlah kemana dia pergi?”
Maka si budak mengikutinya dan si lelaki tersebut berngkat menuju tokonya, ketika tiba waktu dzuhur maka si lelaki berdiri dan berlalu pergi, si budak terus mengikutinya dan tidak tau kemana suami majikannya itu pergi, sampai dia melihat bahwa sang majikan masuk ke rumah seorang wanita.
Kemudian budak wanita tsb bertanya kepada para tetangga: siapakah pemilik rumah ini? Mereka menjawab:  Ini adalah rumah seorang gadis yang baru menikah dengan seorang pedagang kain.
Si budakpun pulang ke rumah majikannya, dan menceritakan apa yang dia lihat. Maka majikannya (istri pertama) berkata: jangan engkau kabarkan hal ini kepada siapapun,!!!! …  wanita inipun tidak menampakkan sesuatu yang berbeda di depan suaminya. 
setahun waktu telah berlalu, maka sang suami tersebut jatuh sakit dan akhirnya wafat, dia meninggalkan 8000 dinar, berdasarkan ilmu faraidh maka istrinya mendapat 1/8  dari harta suami yakni 1000 dinar sedang sisanya 7000 dinar untuk putranya (secara ashobah) 
Si wanita ini membagi 1000 dinar menjadi dua bagian dan memasukkan 500 dinar ke kantong, kemudian dia berkata kepada budak wanitanya: ambillah  kantong ini dan pergilah ke rumah wanita yang dinikahi oleh suamiku sampaikan kepadanya bahwa suaminya telah wafat. Dia meninggalkan 8000 dinar, anaknya mewarisi 7000 dinar sebagai haknya (ashobah dlm ilmu faraidh),
 tersisa 1000 dinar maka aku bagi menjadi dua, untukku dan untuknya,  katakan kepadanya ini bagiannya …
Maka berangkatlah budak wanita menuju rumah istri kedua, dia mengetuk pintu, dan menyampaikan kabar kematian lelaki penjual kain yang telah menikahinya…….
Dia juga dengan detail menceritakan kondisi dan pesan majikannya (istri pertama) serta menyerahkan kantong dinar kepadanya, ……maka si wanita inipun menangis tersedu2, kemudian dia membuka kotak dan mengambil secarik kertas..dan berkata kepada si budak:
” kembalilah ke rumah majikanmu, sampaikan salamku kepadanya! kabarkan kepadanya bahwa suaminya telah mentalak aku dan dia juga menulis surat berlepas diri dari aku, dan  kembalikan Uang dinar ini kepadanya, sesungguhnya aku tidak berhak menerima sediditpun dari warisannya”.
Kisah ini diambil dari kitab: 

     

نكاح الصالحات؛ لعبد الملك القاسم ص.26
 ######
1 dinar = 4,25 gram emas murni

500 dinar = 2125 gram emas murni.

                   2 ,125 Kg emas murni

                       Bukan harta yang sedikit.
Akhukum fillah

Fadlan Fahamsyah

Wanita salaf

Standar

Wanita Salaf….
Sebuah riwayat telah menceritakan bahwa Syuraih al-Qadhi* rahimahullah bertemu dengan asy-Sya’bi* rahimahullah kedua-duanya adalah seorang tabi’in.
 Asy-Sya’bi bertanya kepada Syuraih tentang kehidupan rumah tangganya…
Maka Syuraihpun berkata: aku hidup bersama istriku selama 20 tahun tidak pernah aku melihat dia membuatku marah..
Asy-Sya’bi bertanya: bagaimana itu bisa terjadi???
Syuraihpun mulai bercerita: ” ketika di awal malam pertama aku masuk ke kamar istriku, maka aku menjumpai dia adalah seorang wanita yang baik, taat dan memiliki kecantikan yang langkah
Aku berkata dalam hatiku, aku harus berwudhu dan sholat dua rakaat sebagai ungkapan rasa syukurku kepada Allah, …… maka akupun sholat dua rakaat, ketika aku salam maka aku menjumpai istriku ada di belakangku, dia sholat dengan sholatku dan salam dengan salamku…
Ketika rumah sudah hening dari para sahabat dan sanak kerabat maka aku mendatanginya dan mengulurkan tanganku kepadanya
Tiba-tiba istriku berkata: tetaplah di tempatmu, tahan sebentar wahai Abi Umayyah…
Kemudian dia berkata: “sesungguhnya aku adalah wanita yang asing, aku belum mengetahui  akhlak dan kebiasaanmu, maka jelaskan kepadaku apa yang engkau sukai agar aku bisa melakukannya dan sebutkan apa yang engkau benci agar aku meninggalkannya..
Dia melanjutkan: sesungguhnya di Kaummu ada wanita yang pantas untuk engkau nikahi, dan sesungguhmya di kaumku juga ada para lelaki yang sepandan denganku…akan tetapi jika Allah berkehendak maka pasti akan terjadi..takdir telah mempertemukan kita..
Maka lakukan apa yang Allah perintahkan kepadamu….
1. Engkau genggam aku dengan baik
Atau
2. Atau bercerai dangan baik.
Itulah yang bisa aku katakan kepadamu,  dan aku memohon ampunan kepada Allah untukku dan untukmu…
Setelah itu Syuraih berkata kepada asy-Sya’bi: dengan itu istriku membuat aku harus berkata-kata.
maka aku memuji Allah dan berkata kepadanya:
Wahai istriku, Jika yang engkau katakan itu benar maka itu adalah bagian (kebaikanmu) namun jika itu hanya sekedar ucapan tanpa tindakan maka itu akan menjadi hujjah atasmu.
Maka aku katakan kepadanya: aku senang ini dan itu, dan aku membenci ini dan itu.
Apa yang engkau anggap baik maka sebarkan dan apa yang engkau anggap jelek maka tutuplah.
Kemudian istriku berkata: 

Bagaimana kesukaanmu untuk mengunjungi keluargaku? 
Maka aku berkata: aku tidak ingin ipar2ku (keluargamu) bosan kepadaku.
Istriku berkata lagi: 

Siapa saja tetangga yang engkau sukai yang bisa aku izinkan dia masuk rumah kita, dan siapa saja tetangga yang sengkau benci sehingga aku tidak mengizinkannya masuk rumah kita???
Aku katakan kepadanya: 

Aku suka bani fulan mereka orang baik, dan aku membenci bani fulan mereka orang tidak baik.
Syuraih berkata:

Kemudian setelah itu aku habiskan malam dengannya dengan seindah-indahnya malam…aku hidup bersamanya selama setahun tidak ada yang aku lihat darinya kecuali hal yang aku cintai.
Kemudian pada awal tahun aku menjumpai ada seorang wanita di rumahku, maka aku berkata kepada istriku? Siapa wanita itu??? Maka istriku menjawab: dia adalah mertuamu, kemudian wanita ini menoleh ke arahku dan berkata: bagaimana engkau melihat istrimu????
Aku menjawab: dia adalah sebaik-baik istri.
Kemudian mertuaku berkata;

Wahai Abu Umayyah sesungguhnya wanita itu tidak pada kondisi buruk selama dalam dua hal:
Jika dia melahirkan anak Dan jika dia terhormat di sisi suaminya…
Demi Allah….seorang laki2 tidak akan memenuhi rumahnya dengan kejelekan selama ada wanita yang diperlakukan dengan lemah lembut dan penuh kasih sayang.
Maka didiklah jika engkau ingin mendidik
Dan perbaikilah jika engkau ingin memperbaiki.
Syuraih berkata: maka aku hidup bersama istriku selama 20 tahun tidak pernah aku menghukumnya kecuali sekali dan itupun aku menzhaliminya…
Semoga Allah merahmati para salaf.
___________^^^_______
Disarikan dan diterjemahkan dari: 
نكاح الصالحات، ثماره وآثاره لعبد الملك القاسم ص. 33. دار القاسم

Dan
===أحكام النساء لابن الجوزي ص. 134 تنسيق قناة dororsalafia@=====
* Syuraih rahimahullah adalah seorang tabi’in dan Qadhi yang adil dan cerdas diangkat oleh Umar Bin Khottob radhiyallahu anhu untuk menjadi hakim di Kufah
* asy-Sya’bi rahimahullah.. beliau adalah seorang tabi’in terkemuka
Akhukum fillah:

Fadlan Fahamsyah

Nailah

Standar

JALAN CINTA ISTRI PEJUANG
Inilah sebuah kisah,

kisah Yang lama terpendam, 

Kisah tentang kesetiaan dan pengorbanan seorang istri pejuang.
 NA-ILAH BINTI AL-FARAFISHAH
Seorang gadis kristen cantik dari negeri Kufah, berkulit putih, berparas jelita,  berfikiran jernih dan  berakhlak penuh pesona. Laksana bunga harum lagi mekar yang menjadi incaran “para” kumbang.
Keelokan dan keindahannya telah sampai ke telinga sang khalifah amirul mukminiin  Utsman bin Affan Radhiyallahu anhu, maka beliau pun meminang gadis idaman, dan sang khalifah pun menikahinya setelah dia masuk Islam.
Taukah engkau terpautnya umur di antara  keduanya, seorang khalifah Islam berumur senja, menikahi seorang gadis yang masih belia… sebagian riwayat mengatakan umur khalifah 81 tahun sedang umur Nailah masih 18 tahun, sebagian lagi mengatakan  umur Utsman 76 tahun sedang umur Nailah 16 tahun. Dan masih ada riwayat lainnya.
Apakah anda mengira ini pernikahan ala siti nurbaya atau pernikahan yang terpaksa? Tidak, sekali lagi tidak, tapi ini adalah pernikahan karena cinta, pernikahan yang sejarah akan gagal menggoreskan tintanya untuk menulis kisah semisalnya, cinta seorang gadis muslimah dengan seorang ksatria Islam di zamannya..
Di Malam pertama, khalifah menyapa lembut kekasihnya: “wahai Nailah, kenapa  engkau mau menikah dengan lelaki tua seperti aku?”, Nailahpun menjawab: “aku suka dengan lelaki yang lebih tua”, khalifah pun berkata: ” tapi masa tuaku telah melampaui masa tua yang ada” …  Nailah-pun menjawab: TETAPI MASA MUDAMU TELAH ENGKAU HABISKAN BERSAMA RASULULLAH shallallahu ‘alaihi wasallam.
Allahu Akbar…
lihatlah…..
Dia telah memilih pemilik sepasang mata yang dulu pernah melihat dan bersua dengan Rasulullah, Dia telah memilih lelaki ksatria yang menghabiskan masa mudanya demi membela Nabi yang Mulia.
Biduk pernikahanpun berjalan, Utsman bin Affan diperlakukan dengan penuh cinta dan akhlak yang mulia, Nailah pun dianugrahi oleh Allah keberkahan cinta sang Khalifah.
Hari-Hari berjalan, sang Khalifah menaklukkan negeri-negeri kafir, menundukkan dan mengislamkan penduduknya, hingga negeri islam terbentang dari timur hingga ke barat, terbentang dari marocco hingga ke azerbaijan. Semua itu tidak lepas dari peran istri pejuang, istri seorang ksatria yang menemani sang suami dalam suka dan duka….tentunya setelah taufik dari Rabb semesta alam.
Hingga tibalah hari-hari kelam dalam sejarah islam, mucullah ribuan manusia-manusia durjana berhati syetan berkumpul di kota Madinah di saat para sahabat senior beribadah haji di tanah haram, kaum munafikin pengikut Abdullah bin Saba’ mengepung rumah sang khalifah, ingin menjatuhkannya dan mengobarkan api revolusi dan melengserkannya dari tampuk kekhalifahan. 
Para anak2 shahabat yang kalah jumlah bergegas dan segera menuju rumah sang khalifah, menghunuskan pedang dan membela sang khalifah.,,akan tetapi sang Khalifah memerintahkan mereka untuk pulang dan menyarungkn pedang-pedang mereka,  hingga akhirnya manusia-manusia syetan itu berhasil mendobrak pintu rumah sang khalifah, sedang sang khalifah dalam keadaan berpuasa lagi khusyu’ melantunkan Al-Qur’an….Ditemani Nailah sang istri yang tidak sejengkalpun mundur dari menjaga dan melayani sang khalifah ustman bin Affan.
Hingga takdir Allah berjalan, Datang lah manusia terlaknat masuK ke rumah sang KHALIFAH, Mengayunkan pedang ke arah tubuh sang khalifah yang sedang membaca al-Qur’an,….maka dengan cepat Nailah maju menangkis mata pedang yang tajam, hingga jari-jari Nailah terputus demi membela suaminya utsman bin Affan. Namun apalah daya seorang wanita lemah yang sedang melawan manusia iblis yang penuh dengan amarah dan kebencian, tatkala Utsman melihat Na’ilah belum sempat mengenakan hijab demi membelanya, maka Utsman pun berkata: “masuklah ya Na’ilah demi Allah aku terbunuh lebih aku cintai dari pada  auratmu dilihat oleh manusia-manusia ini”,  hingga akhirnya gugurlah sang khalifah Utsman bin Affan sebagai martir Islam, darah Nailah bercampur dengan darah syahid sang khalifah.
Madinah pun bergejolak membara, dalam riwayat  tiada manusia yang berani mengubur ustman karena banyaknya para syetan berkeliaran, hingga Nailah setia mendampingi jenazah sang suami….Nailah meminta bantuan Jubair bin Muth’im untuk mengubur jenazah khalifah, tapi karena bergejolaknya Madinah, maka pemakaman-pun ditunda hingga waktu malam….
Ketika malam tiba, Nailah membewa lentera bersama Jubair bin Muth’im dan beberapa wanita dan lelaki lainnya, Jubair meminta agar Nailah mematikan lentera agar syetan syetan itu tidak mengacaukan pemakaman sang khalifah, Utsman dimakamkan sedangkan Nailah diterpa kesedihan yang mendalam…
Sambil mengubur jenazah sang suami Nailah berkata:
 “ya ustmaaanaaahhhh…. ya amiral mukminiiinah, bagaimana aku tidak bersedih dengan kepergianmu……”
NAILAH pun memperjuangkan hak Qishas suaminya, Ia mendatangi manusia2 di kota madinah akan tetapi usahanya tak berbuah…akhirnya Nailah menulis surat kepada Mu’awiyah selaku Amir negeri Syam dan sebagai keluarga dekat ustman bin Affan.
HINGGA TERJADILAH APA YANG TERJADI…ANTARA ALI DAN MU’AWIYAH.
waktu terus berjalan, Nailah menjanda ditinggal suami tercinta, hari- harinya dipenuhi dengan kerinduan dengan sang khalifah, hingga cinta itu  tak usang di makan zaman tak lapuk dimakan waktu….
Status janda belumlah memudarkan kecantikannya, hingga datanglah lelaki rupawan, bangsawan bahkan bergelar amirul mukminin khalifah Muawiyah bin Abi Sufyan datang  melamar Nailah, …maka Nailah pun bertanya ke wanita yang ada di dekatnya: “apa yang membuat lelaki tertarik denganku padahal aku adalah seorang wanita janda yang terputus jari-jarinya? Wanita itu menjawab: Gigi serimu…maka Nailah-pun memecahkan gigi serinya dan berkata: “demi Allah aku tak akan pernah mengganti cinta Utsman bin Affan”
Masya Allah…lihatlah wanita ini, dilamar seorang lelaki yang memiliki dunianya, tapi dia menolaknya dan lebih berharap menjadi istrinya Utsman bin Affan di dunia dan di akherat…padahal dia seorang janda yang membutuhkan perlindungan.
Waktu telah berlalu Nailah si cantik ini, senyap dari keramaian, dia mengurus putra-putrinya Utsman…membesarkannya dengan penuh cinta, dan dia tidak menikah lagi hingga ajal menjemputnya….innaa lillaahi wainnaa ilaihi raji’uun….
Semoga Allah merahmatimu wahai Nailah…

Semoga Allah mempertemukanmu kembali dengan kekasihmu Utsman bin Affan

Di syurga Utsman akan menjadi pemuda gagah dan engkau menjadi bidadari jelita..insya Allah
Dan semoga wanita2 muslimah setelahmu bisa meneladani kesetiaanmu dan pengorbananmu demi agama dan cintamu…
Akhukum Fillah:

Fadlan Fahamsyah
#Dari berbagai sumber.

Fatwa perhiasan wanita 31-32

Standar

Fatwa perhiasan wanita 31-32
تفليج الأسنان والوشر

Merenggangkan gigi dan mengikir gigi

روى الإمام البخاري(٥٩٣١) ومسلم(٢١٢٥) عن عبدالله بن مسعود رضي الله عنه قال : لعن الله الواشمات والمستوشمات والمتنمصات والمتفلجات للخسن المغيرات خلق الله تعالى. ملي لا ألعن من لعن رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو في كتاب الله : (وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ )[الحشر: ٧] 

Diriwayatkan oleh Bukhari (5931) dan Muslim (2125) dari Abdullah bin Mas’ud berkata : Allah melaknat wanita yang mentato, dan wanita yang ditato, dan wanita yang alisnya dicukur, dan wanita yang merenggangkan gigi karena keindahan yang mengubah ciptaan Allah. Kenapa aku tidak melaknat orang-orang yang dilaknat oleh rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan itu di dalam Al Qur’an : “Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah.”[Surat Al-Hasyr 7]

قال الحافظ : المتفلجات للحسن : أي لأجل الحسن، والمتفلجات: جمع متفلجة وهي التي تطلب الفلج أو تصنعه، والفلج بالفاء واللام والجيم: انفراج ما بين الثنيتين، والتفلج: أن يفرج بين المتلاصقين بالمبرد ونحوه، وهو مختص عادة بالثنايا والرباعيات،

Al Hafidz berkata : merenggangkan gigi karena kecantikan artinya karena ingin mencari kecantikan. Mutafalijat jamaknya adalah mutafalijah dan itu adalah wanita yang mencari atau yang membuatnya. Falija dengan ف, ل, ج، maknanya adalah adanya sela diantara dua gigi taringnya, tafaluth artinya merenggangkan dua hal yang menempel dengan kikir atau yang lainnya. Dan kegiatan ini biasanya khusus berkenaan dengan gigi yang jumlahnya dua dan gigi yang jumlahnya 4.

ويستحسن من المرأة فربها صنعته المرأة التي تكون أسنانها متلاصقة لتصير متفلجة، وقد تفعله الكبيرة توهم أنما صغيرة، لأن الصغيرة غالبًا تكون مفلجة جديدة السن، ويذهب ذلك في الكبر، وتحديد الأسنان يسمى الوشر بالراء، وقد ثبت النهي عنه أيضا في بعض طرق حديث ابن مسعود ومن حديث غيره في السنن وغيرها(١)، فورد النهي عن ذلك لما فيه من تغيير الخلقة الأصلية. الفتح (٥٩٣١)

Dan ini dianggap satu hal yang indah dimasa silam jika ada pada wanita, maka boleh jadi ini dilakukan wanita yang giginya menempel satu dengan yang lain, supaya nampak giginya renggang. Dan boleh jadi perbuatan ini dilakukan wanita dewasa untuk memberikan kesan jika dia masih muda. Karena wanita yang masih belia biasanya giginya renggang gigi baru. Dan itu semua hilang ketika dia telah dewasa. Sedangkan mengikir gigi disebut dengan alwasyr dan terdapat larangan dari nabi disebagian jalur hadits ibnu masud demikian juga dari sahabat yang lain dalam sunan dan yang lainnya(1). Maka terdapat larangan dalam melakukan hal tersebut karena didalamnya mengubah keadaan fisik yang asli yang bersifat permanen. Fathul Bari (5931)

وقد سئل الشيخ صالح الفوزان حفظه الله : عن حكم تقويم الأسنان وتقريبها من بعض؟ 

Syaikh Shalih Fauzan telah ditanya tentang hukum meratakan gigi dan mendekatkan satu dengan yang lainnya? 

فأجاب : إذا احتيج إلى هذا، كأن يكون في الأسنان تشويه واحتيج إلى إصلاحها فهذا لا بأس به، أما إذا لم يحتج إلى هذا فهو لا يجوز، 

Maka jawabannya : jika hal tersebut dibutuhkan semacam giginya itu penampilannya jelek sehingga perlu untuk diperbaiki, maka hal ini tidak mengapa, adapun jika tidak membutuhkan hal tersebut maka tidak diperbolehkan. 

بل جاء النهي عن وشر الأسنان وتفليجها للحسن، وجاء الوعيد على ذلك، لأن هذا من العبث ومن تغيير خلق الله، 

Bahkan telah datang pelarangan tentang kikir dan merenggangkannya dalam rangka kecantikan. Dan terdapat ancaman dalam masalah tersebut. Karena ini adalah termasuk main-main dan mengubah ciptaan Allah. 

أما إذا كان هذا للعلاج – مثلا – أو لإزالة تشويه، أو لحاجة لذلك كأن لا يتمكن الإنسان من الأكل إلا بإصلاح الأسنان وتعديلها فلا بأس بذلك. فتاوى زينة وتجميل النساء. جمع أبي أنس (١٣٤)

Adapun jika untuk pengobatan misalnya atau untuk menghilangkan tampilan yang jelek atau adanya suatu kebutuhan untuk itu semacam orang tidak memungkinkan untuk makan kecuali dengan memperbaiki giginya dan merapikannya, maka tidak mengapa. Fatwa perhiasan dan kecantikan perempuan. Jami Abi Anas (134)

وسئل الشيخ العلامة ابن عثيمين رحمه الله : عن حكم تركيب الأسنان الذهبية؟ 

Syaikh Utsaimin ditanya tentang hukum memasang gigi palsu dari emas? 

فأجاب : الأسنان الذهبية لا يجوز تركيبها للرجال إلا لضرورة لأن الرجل يحرم عليه لبس الذهب والتحلي به، وأما للمرأة فإذا جرت عادة النساء بأن تتحلى بأسنان الذهب فلا حرج عليها في ذلك، فلها أن تكسو أسنانها ذهبًا إذا كان مما جرت العادة بالتجمل به، ولم يكن إسرافًا لقول النبي صلى الله عليه وسلم : (أحل الذهب والحرير لإناث أمتي…). فتاوى المرأة المسلمة. جمع أشرف بن عبد المقصود(٤٦١/١)

Maka jawabannya : gigi emas tidak boleh dipasang untuk laki-laki kecuali darurat, karena laki-laki haram baginya memakai emas dan berhias dengannya. Adapun wanita jika telah menjadi kebiasaan wanita di masyarakat tersebut berhias dengan gigi emas, maka tidak mengapa. Boleh baginya untuk pakai gigi emas, jika telah menjadi kebiasaan bahwasanya wanita masyarakat tersebut berdandan dengannya. Selama itu tidak menghambur hamburkan harta berdasarkan sabda nabi Shallallahu alaihi wasallam : kuhalalkan emas dan sutra dari wanita-wanita umatku… Fatwa wanita muslimah. Dikumpulkan oleh Asrif bin Abdul Maqsud(1/461)

___

(١) رواه أحمد (٤١٥/١) والنسائي (٢٨١/٢) وصححه الشيخ الألباني رحمه الله في غاية المرام(٩٣)

(1) riwayat Ahmad (1/415) An Nasa’i (2/281) dishahihkan Syaikh Al Albani dalam ghoyatul mar’a(93)