Fatwa Ulama bagian 1

Standar

BimbinganIslam.com
Sabtu, 10 Rabi’ul Akhir 1436 H / 31 Januari 2015 M

FATWA ULAMA (Bagian 1)

Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah, shalawat serta salam atas Rasulillāh, keluarganya, para sahabat, dan siapa saja yang mengikuti petunjuknya dengan baik hingga hari kiamat kelak. Amma ba’du.

Berikut ini adalah kumpulan pertanyaan dari Al-Akh Al-Hasan ibn Abdil Muhsin Al-Abbad Al-Badr kepada ayahnya, Samahatus Syaikh ‘Abdul Muhsin ibn Hammad Al ‘Abbad Al Badr yang dinukil dari page fm.ask beliau.

1. Apakah malaikat maut memiliki para pembantu karena Allāh Ta’ālā berfirman :

ملك الموت الذي وكل بكم

“Malaikat maut yang diserahi tugas untuk (mencabut nyawa)mu..” (QS. As Sajdah : 11)

Dalam ayat lainnya Allāh Ta’ālā berfirman:

توفته رسلنا

“..Ia diwafatkan oleh utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami” (QS. Al An’aam : 61)

Kemudian dalam ayat lainnya Allah Ta’ala berfirman:

تتوفاهم الملائكة ظالمي أنفسهم

“..Yang dicabut nyawanya oleh malaikat-malaikat dalam keadaan menzalimi diri sendiri” (QS. An Nisaa’ : 97)

Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr menjawab : Ya, malaikat maut memiliki para pembantu.

2. Apakah tukang ramal dan dukun kafir?
Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr menjawab : Barangsiapa yang mengaku mengetahui hal yang ghaib, maka dia kafir

3. Apa hukum musafir yang mendapati imam di dua rakaat terakhir. Apakah ia menyempurnakan jadi empat rakaat atau ia langsung salam bersama imam (karena qashar –pent)? Jazakallaahu khaira
Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr menjawab : Menyempurnakan empat rakaat.

4. Apa hukum seorang wanita menyusui saudara kandungnya (karena saudaranya masih bayi –pent)? Apa hukum seorang wanita menyusui cucu perempuannya?
Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr menjawab : Boleh. Boleh saja ia menyusui siapapun yang dia kehendaki (dan tetap berlaku hukum mahram yang menjadi konsekuensi persusuan, wallahu a’lam –pent)

5. Apakah ayahku adalah mahram bagi istriku?
Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr menjawab : Dia adalah  mahram berdasarkan firman Allah Ta’ala (yang artinya), “..(dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu)” (QS. An Nisaa : 23)

6. Anakku berumur 10 tahun, apakah ia dianggap mahram apabila diajak menemani safar?
Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr menjawab : Dia bukan mahram dalam hal ini.

7. Apa hukum shalat witir?
Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr menjawab : Sunnah muakkadah.

8. Assalamu’alaikum warahmatulah syaikhuna, apakah cambang (bulu yang tumbuh di pipi –pent) termasuk jenggot? Apakah boleh untuk diambil atau dicukur?
Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr menjawab : Termasuk bagian dari jenggot, tidak boleh dipotong.

9. Assalamu’alaikum, apa hukum shalat dua rakaat setelah ashar? Barakallahu fiik.
Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr menjawab : Terdapat riwayat bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengerjakannya dan itu terkait khusus dengan waktu tersebut.

10. Bolehkah menshalatkan mayit di kuburan? Barakallaahu fiikum
Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr menjawab : Boleh dan batas waktunya adalah sebulan (setelah mayit dikubur –pent)

11. Apa hukum perempuan mengenakan abaya yang di dalamnya terdapat perhiasan dan ornamen, dan itu tertutupi dari pandangan lelaki?
Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr menjawab : Setiap pakaian yang ada perhiasannya seperti abaya tersebut tidak boleh.

12. Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wabarakatuh. Apa hukumnya perempuan mengenakan abaya di atas pundak (untuk menutup kepala dan hanya disampirkan –pent)? Jazaakallaahu khaira.
Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr menjawab : Tidak boleh karena menyerupai lelaki.

13. Apakah shalat sunnah di tanah suci (Haramain) mendapat pahala senilai 100,000 shalat?
Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr menjawab : Shalat sunnah di tanah suci mengambil hukum shalat wajib dalam masalah pahala (yaitu senilai 100,000 shalat –pent)

14. Apa hukum membeli emas dengan sistem kredit?
Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr menjawab : Hal itu tidak boleh karena disyaratkan dalam sistem tersebut untuk menahan emasnya (emas baru bisa diambil setelah lunas –pent)

15. Zakat barang yang disewakan, apakah dikeluarkan bulanan ataukah tahunan?
Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr menjawab : Apabila harganya ditahan (hingga mencapai nishab –pent) dan telah berlalu haulnya setahun maka wajib dizakati.

16. Bolehkah perempuan memakai handphone berlapis emas?
Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr menjawab : Yang lebih utama adalah meninggalkan hal tersebut.

17. Apakah memakai cincin itu sunnah?
Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr menjawab : Bukan sunnah karena Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam memakainya karena kebutuhan.

18. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, ahsanallaahu ilaik, sahkah apabila ada seseorang mengusap kaos kaki orang lain yang lemah (untuk bersuci –pent)?
Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr menjawab : Sah sebagaimana sahnya ia mewudhukan orang yang lemah.

19. Apa hukumnya membaca Al Quran bagi orang yang haid dan ia hafal Al Quran?
Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr menjawab : Boleh, seperti halnya boleh baginya membaca di HP atau dengan memakai selubung kain (agar tidak bersentuh kulit –pent) seperti kaos tangan, atau selainnya.

20. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, ahsanallahu ilaikum, wahai Syaikhuna apakah ada udzur bagi seorang laki-laki untuk memotong jenggotnya?
Al Akh Hassan bin Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr menjawab : Wa’aaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, aku mendengar ayahku Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullah berulangkali ditanya tentang mencukur jenggot karena berbagai aturan yang menyulitkannya dan karena itulah persyaratan di pekerjaannya dan berbagai alasan lain, adapun jawabannya tetap satu :

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا

“Dan barangsiapa bertaqwa pada Allah, akan Allah jadikan baginya jalan keluar” (QS. At Thalaq : 3)

✒_________bersambung

🌐 Sumber:
http://muslim.or.id/fatwa-ulama/tanya-jawab-bersama-syaikh-abdul-muhsin-al-abbad.html
______________________________
⬇ Donasi Pengembangan Dakwah
Group WA Bimbingan Islam
Bank Mandiri Syariah
No. Rek : 7103000507
A.N : YPWA Bimbingan Islam
Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

🔁Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui link berikut :
🌐 http://goo.gl/forms/mTYPJ2Qj4X

Berbahayakah Makan Buah Setelah Makan Nasi?

Standar

Pertanyaan:

Dokter, apakah benar memakan buah setelah makan berat (nasi) tidak baik bagi kesehatan?

Jawaban:

Ada beberapa sumber yang mengatakan bahwa makan buah setelah makan berat (nasi) bisa membahayakan. Karena buah akan terfermentasi/membusuk karena mengantri dicerna oleh usus dengan adanya makanan berat yang diolah di perncernaan. Sifat buah dikatakan tidak bertahan lama sehingga terburu membusuk.

Akan tetapi kami belum menemukan penelitian yang valid mengenai hal ini. Apakah benar buah harus mengantri dahulu dicerna setelah makanan (nasi)? Apakah tidak dicerna bersamaan, apakah benar buah bisa membususk di usus. Kami belum pernah mendengar sebelumnya akan bahaya ini, baik guru-guru kami juga tidak membenarkan kebiasaan salah yang sudah tersebar di masyarakat bahwa makan buah setelah makan nasi (makan berat) berbahaya. Oleh akrena itu, perlu penelitian yang valid.

Akan tetapi ada bebeapa penelitian yang menyatakan bahwa makan buah itu sebaiknya sebelum makan berat (nasi) dengan beberapa alasan:

1. gula darah meningkat cepat setelah perut kososng

Karena gula pada buah lebih cepat diserap, sehingga bermanfaat bagi mereka yang baru kosong perutnya atau ingin segera mengisi tenaga dengan gula. Misalnya makan pada pagi hari.

2. penyerapan nutrisi lebih sempurna

Nutrisi pada buah lebih diserap sempurna, namun jika bersama makanan berat, maka tidak diserap sempurna.

3. bisa untuk diet dan mengurangi porsi makan kandungan serat pada buah membuat agak kenyang sehingga bisa digunakan untuk pola diet.

Dijawab oleh dr. Raehanul Bahraen (pengasuh kesehatanwww.konsultasisyariah.com)

Alat Peninggi Badan, Berbahayakah?

Standar

Pertanyaan:

Assalamualaikum Dokter.

Apakah Alat peninggi badan yang sekarang beredar seperti produk JACO manfaatnya seperti yang disebutkan di televisi? Apakah ada efek sampingnya?

Dari: Ely

Jawaban:

Wa’alaikumussalam.

Untuk tahu berbahaya atau tdak kami perlu tahu cara kerjanya dan bagaimana teori dasar yang menjadi acuan. Akan tetapi perlu kami tekankan bahwa alat penambah tinggi badan yang ditawarkan ke masyarakat tidak bekerja dan tidak bisa menambahkan tinggi badan yang sebenarnya. Inti cara menambah tinggi badan adalah dengan membuat badan lebih tegap sehingga lebih tinggi.

Dalam ilmu kedokteran tulang tumbuh sejak lahir sampai umur 25 tahun. Pertumbuhan tulang paling cepat usia 12 – 14 tahun Setelah berumur diatas 14 tahun pertumbuhan tulang pada manusia mulai melambat, dalam satu tahun hanya bisa bertambah 1 cm. Jadi setelah 25 tahun pertumbuhan badan umumnya berhenti. Kalaupun bisa menambah mungkin sangat kecil sekali bisa bertambah. Selain itu tulang mempunyai katup, jika sudah tertutup maka tulang sudah tidak bisa tinggi lagi walaupun masih dalam pertumbuhan.

Cara yang paling sering kami dengar adalah dengan cara menarik-narik. Ini agak berbahaya jika terlalu keras apalagi bagian belakang tulang. Perlu diketahui tulang belakang mempunyai bantalan yang bersifat elastis. Saat ditarik mungkin bisa terkesan lebih tinggi akan tetapi ia akan kembali lagi ke posisi semula karena elastis.

Ada cara ekstrim yaitu dengan melakukan operasi, terutama operasi bedah tulang. Hanya saja cara ini agak lama, kemudian perlu waktu penyembuhan dan masih ada dokter yang menyatakan cara ini tergolong ekstrim.

Dijawab oleh: dr. Raehanul Bahraen

artikel www.konsultasisyariah.com

Hukum Mahasiswa Kedokteran Koas Di Desa Selama Setahun

Standar

Fatwa Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad

Soal:

Seorang wanita belajar ilmu kedokteran di salah satu sekolah negeri. Dan di akhir pendidikannya, sekolah tersebut memerintahkan pelajarnya untuk magang / koas di salah satu desa selama satu tahun. Apakah boleh wanita tersebut tinggal di sana padahal ia jauh dari rumahnya dengan tanpa mahram? Karena tidak mungkin untuk mendatangkan mahramnya untuk tinggal bersamanya di sana. Dan perlu digaris bawahi bahwa di desa tersebut yang magang ada banyak pelajar (tidak hanya sendiri).

Jawab:

Jika ia tinggal di tempat yang terpercaya maka tidak mengapa. Namun tidak diperbolehkan safar ke desa tersebut kecuali bersama mahramnya.

sumber : http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/hukum-mahasiswi-kedokteran-koas-di-desa-selama-setahun.html