Risalah Makiyah 56

Standar

Risalah Makiyah 56
كفر الساحر

Kufurnya seorang penyihir 

ويرون كفر الساحر، وقتله لقول الله عز وجل : (وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ ۖ )[البقرة : ١٠٢]

Dan Kami memandang tentang Kufurnya tukang sihir, dan juga memandang tentang wajib dibunuhnya seorang tukang sihir. Hal itu Berdasarkan firman Allah : “Padahal keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan, “Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kafir.”[Surat Al-Baqarah 102]

ولقول النبي صلى الله عليه وسلم : حد الساحر ضربه باسيف(١)

Dan berdasarkan sabda nabi Shallallahu alaihi wasallam : hukuman had bagi seorang penyihir adalah memukul dia dengan pedang(1)

ولكتاب عمر رضي الله عنه إلى عماله في الأمصار : أن اقتلوا كل ساخر وساحرة(٢)

Dan berdasarkan suratnya Umar radhiyallahu anhu yang dikirimkan kepada pejabat-pejabatnya di beberapa negeri : hendaklah kalian membunuh semua penyihir maupun penyihir perempuan(2)

ولقتل حفصة رضي الله عنها لجارية سحرتها(٣) 

Dan berdasarkan perbuatan Hafshoh membunuh terhadap budak wanitanya yang telah menyihirnya(3)

____

(١) رواه الترمذي (١٤٦٠)[قال ابو عيس: هذا حديث لا نعرفه إلا مرفوعا من هذا الوجه وإسماعيل بن مسلم المكي يضعف في الحديث وإسماعيل بن مسلم العبدي البصري قال وكيع هو ثقة. ويروي عن الحسن أيضا. والصحيح عن جندب موقوف]، ورواه الحاكم في [المستدرك (٨٠٧٣)]، وقال الذهبي في التلخيص: صحيح غريب. وضعف الأمام الألباني رحمه الله وفعه وقال : (والصحيح عن جندب موقوف كما تقدم عن الترمذي) الضعيفة(١٤٤٦)

(1) riwayat Tirmidzi (1460)[Abu Isa berkata : hadits ini tidak dikenal kecuali marfu’ dari Ismail bin Muslim Al Maki dhoif dalam hadits dan Ismail bin Muslim Al Abdi Al Basri berkata Waqi’ ini Terpecaya. Dan diriwayatkan dari Hasan dan shahih dari Jundub secara mauquf], riwayat Hakim dalam[Mustadrak (8073)] Adz Dzahabi berkata dalam Talkhis : shahih gharib. Dhoif oleh Al Albani rahimahullah dan berkata : (dan shahih dari Jundub mauquf sebagaimana penjelasan awal dari Tirmidzi) Dhaif(1446)

(٢) رواه أبو داود (٣٠٤٣) دون قوله: (وساحرة) ،وعبد الرزاق(١٨٠/١٠)، والبيهقي (١٣٦/٨) وصححه الإمام الألباني رحمه الله في صحيح أبي داود (٢٦٢٤)

(2) riwayat Abu Dawud(3043), tanpa perkataan : (penyihir perempuan), Abdurrazzaq(10/180), Baihaqi(8/136), dishahihkan oleh Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahih Abu Dawud(2624)

(٣) أخرجه مالك(١٦٢٤) والشافعي (١٧٦١) وصححه ابن القيم في زاد المعاد

(3) dikeluarkan oleh Malik(1624), Syafii(1761), dishahihkan oleh Ibnu Qayyim dalam Zaadul Maad

Iklan

Risalah Makiyah 52-55 

Standar

Risalah Makiyah 52-55
فصل الإيمان

Pasal iman

ويعتقدون أن الإيمان قول، وعمل، ونية، يزيد بالطاعة، وينقص بالمعصية كما قال سبحانه : (ليزدادوا إيمنا مع إيمنهم) [الفتح:٤]

Dan keyakinan kami bahwasanya iman adalah ucapan, perbuatan, dan niat dalam hati, iman bertambah dengan ketaatan kepada Allah dan berkurang dengan kemaksiatan. Sebagaimana firman Allah : agar bertambah iman mereka bersama iman yang sudah ada pada mereka( Surat Al Fath : 4)

وقوله: (وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى وَآتَاهُمْ تَقْوَاهُمْ)[محمد : ١٧] 

Allah berfirman : Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah akan menambah petunjuk kepada mereka dan menganugerahi ketakwaan mereka. (Surat Muhammad, Ayat 17) 

وقوله : (وَإِذَا مَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ فَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ أَيُّكُمْ زَادَتْهُ هَٰذِهِ إِيمَانًا ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَزَادَتْهُمْ إِيمَانًا)[التوبة: ١٢٤] 

Allah berfirman : Dan apabila diturunkan suatu surah, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata, “Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surah ini?” Adapun orang-orang yang beriman, maka surah ini menambah imannya, [Surat At-Taubah 124]

والعمل من الإيمان، ولذلك قرنه الله به في آيات كثيرة 

Dan amal termasuk dari keimanan. Oleh karena itu Allah mengiringkan amal dengan keimanan, di dalam ayat yang sangat banyak. 

كقوله عز وجل : (إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَٰنُ وُدًّا)[مريم : ٩٦] 

Sebagaimana firman Allah : Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, kelak (Allah) Yang Maha Pengasih akan menanamkan rasa kasih sayang (dalam hati mereka) [Surat Maryam 96]

وقوله : (وَالْعَصْرِ)(إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ)(إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ)[العصر : ١-٣]

Dan Allah berfirman : Demi masa,sungguh, manusia berada dalam kerugian,kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.[Surat Al-‘Ashr 1-3]

وقال النبي صلى الله عليه وسلم : لوفد عبد القيس : أتدرون ما الإيمان بالله وحده؟ قالوا الله ورسوله أعلم! قال : شهادة أن لا إله إلا الله، وأن محمداً رسول الله، وإقام الصلاة، وإيتاء الزكاة، وصيام رمضان، وأن تعطوا من المغنم الخمس. 

Dan nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda kepada delegasi kaum Abdul Qois : apakah kalian mengetahui apa yang dimaksud dengan keimanan kepada Allah semata? Mereka menjawab : Allah dan rasulnya lebih mengetahui! Nabi bersabda : iman kepada Allah adalah bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah, dan bersaksi bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, berpuasa ramadhan, dan hendaknya engkau memberikan dari harta rampasan perang yang kau dapatkan sepelimanya

ونهاهم عن أربع: عن الخنتم، والدباء، والنقير، والمزفت، وربما قال : المقير، وقال : احفظوهن وأخبروا بهن من وراءكم(١) 

Dan melarang mereka dari 4 hal : dari menggunakan wadah yang digunakan untuk membuat khamr, wadah yang digunakan untuk berjudi, kayu yang dipahat tengahnya untuk membuat nabit (calon khamr), dan wadah yang dicap dengan tir, dan barangkali nabi bersabda : bejana yang dicap dengan tir, dan nabi bersabda : hafalkanlah itu semua dan kabarkanlah itu semua kepada orang-orang yang ada di belakang kalian.(1)

وقال صلى الله عليه وسلم : الإيمان بضع وسبعون، أو بضع وستون شعبة، فأفضلها قول لا إله إلا الله، وأدناها إماطة الأذى عن الطريق والحياء شعبة من الإيمان(٢)

Dan nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda : iman itu 70 lebih cabang, atau 60 lebih cabang. Dan yang paling utama adalah mengucapkan kalimat tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali, dan cabang iman yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan di jalan, dan malu adalah bagian dari keimanan(2)

فجعل أعمال القلوب، وأعمال الجوارح كلها من الإيمان، وأن أركانه ستة جاءت في حديث جبريل المتفق عليه(٣) وهي: الإيمان بالله، وملائكته، وكتبه، ورسله، واليوم الآخر، والقدر خيره وشره. 

Maka nabi menjadikan amalan-amalan hati, dan amalan-amalan anggota badan, semuanya termasuk bagian dari keimanan. Dan sesungguhnya rukun-rukun iman ada 6, telah datang dalam hadits jibril mutafaqun alaihi(3) bahwasanya iman itu adalah iman kepada Allah, malaikat-malaikatnya, kitab-kitabnya,utusan-utusannya, hari akhir, dan takdirnya yang baik maupun yang buruk. 

ولا يشهدون لمعين بجنة أو نار إلا ما دل عليه الكتاب والسنة، ويشهدون لمن شهد له رسول الله صلى الله عليه وسلم بالجنة كالعشرة المبشرين بالجنة، وفاطمة، وخديجة،وأبي ذر، وأم سليم، وغيرهم ممن شهد لهم رسول الله صلى الله عليه وسلم. 

Dan ahlus sunnah tidak mempersaksikan kepada seseorang yang tertentu bahwa dia pasti masuk surga atau masuk neraka, kecuali apa yang ditunjukkan oleh Al Qur’an dan As Sunnah. Dan mereka bersaksi siapa saja yang dipersaksikan oleh rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bahwa mereka masuk surga seperti 10 orang sahabat yang diberi kabar gembira dengan surga, dan Fatimah, dan Khadijah, Abu Dzar, Ummu Sulaim, dan selain mereka dari yang telah dipersaksikan oleh rasulullah Shallallahu alaihi wasallam 

ولا يكفرون مرتكب الكبيرة من المسلمين ما لم يستحلها، ولكن يخافون على المسيء العقاب، ويرجون للمحسن الثواب. 

Dan tidaklah mereka mengkafirkan pelaku dosa besar dari kalangan muslimin selama pelaku tersebut tidak menghalalkan dosa besar, akan tetapi mereka takut atas orang yang melakukan keburukan berupa siksaan Allah, dan mereka berharap orang yang berbuat baik berupa ganjaran dari Allah 

____

(١) رواه البخاري (٥٣)، ومسلم (١٧)

(1) riwayat Bukhari (53), dan Muslim (17)

(٢) رواه مسلم (٣٥)

(2) riwayat muslim (35)

(٣) رواه البخاري (٤٤٩٩)، ومسلم (٩)

(3) riwayat Bukhari (4499), dan Muslim (9)

Risalah Makiyah 46-49 

Standar

Risalah Makiyah 46-49
فصل الإيمان باللوح والقلم والكتاب 

Pasal iman dengan lauhul mahfudz, iman dengan pena, iman dengan kitab

ويؤمنون باللوح والقلم والكتاب، كما أخبر ربنا سبحانه بقوله : (وَكُلُّ صَغِيرٍ وَكَبِيرٍ مُسْتَطَرٌ) [القمر : ٥٣] 

Dan mereka beriman dengan adanya lauhul mahfudz, pena, dan kitab, sebagaimana Allah telah memberitakan dengan firmanNya: Dan segala (sesuatu) yang kecil maupun yang besar (semuanya) tertulis. -Surat Al-Qamar, Ayat 53

وقوله: (بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ وَالطُّورِ)(وَكِتَابٍ مَسْطُورٍ)(فِي رَقٍّ مَنْشُورٍ)[الطور : ١-٣]

Dan firman Allah : “Demi gunung (Sinai),dan demi Kitab yang ditulis,pada lembaran yang terbuka,” [Surat Ath-Thur 1-3]

وقول النبي صلى الله عليه وسلم : إن الله لما قضى الخلق كتب عنده فوق عرشه إن رحمتي سبقت غضبي(١) 

Dan sabda nabi Shallallahu alaihi wasallam : sesungguhnya Allah ketika Allah menciptakan makhluknya, Allah menuliskan disisiNya diatas Arsy Allah, sesungguhnya kasih sayangku telah mendahului kemurkaanku(1)

وكتب كل شيء في كتاب عنده فوق العرش، كما أخبر نبيه صلى الله عليه وسلم في الحديث المتفق عليه : إن الله كتب كتابًا قبل أن يخلق الخلق إن رحمتي سبقت غضبي فهو مكتوب عنده فوق العرش(٢)

Allah menuliskan segala sesuatu di dalam suatu kitab disisinya diatas Arsy, sebagaimana yang dikabarkan oleh nabinya Shallallahu alaihi wasallam dalam hadits yang disepakati keshahihannya atas hadits tersebut, beliau bersabda : sesungguhnya Allah telah menuliskan suatu kitab sebelum Allah menciptakan makhluknya, sesungguhnya kasih sayangku telah mendahului kemurkaanku, dan hal itu tertulis disisi Allah diatas Arsy Allah(2)

وكما أخبر هو سبحانه بقوله: (قَالَ عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي فِي كِتَابٍ ۖ لَا يَضِلُّ رَبِّي وَلَا يَنْسَى) [طه : ٥٢] 

Sebagaimana yang telah dikabarkan oleh Allah dalam firmannya : “Dia (Musa) menjawab, “Pengetahuan tentang itu ada pada Tuhanku, di dalam sebuah Kitab (Lauh Mahfuzh), Tuhanku tidak akan salah ataupun lupa; [Surat Tha-Ha, Ayat 52] 

 وقوله سبحانه : (وَمَا يَعْزُبُ عَنْ رَبِّكَ مِنْ مِثْقَالِ ذَرَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَلَا أَصْغَرَ مِنْ ذَٰلِكَ وَلَا أَكْبَرَ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ) [يونس : ٦١] 

Dan firman Allah : “Tidak ada yang tersembunyi sedikit pun dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah, baik di bumi ataupun di langit. Tidak ada sesuatu yang lebih kecil dan yang lebih besar daripada itu, melainkan semua tercatat dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”. [Surat Yunus, Ayat 61] 

وخلق القلم، وقال له: اكتب ما هو كائن كما في الحديث: إن أول ما خلق الله القلم، فقال : اكتب. فقال : ما أكتب؟ قال : اكتب القدر ما كان وما هو كائن إلى الأبد(٣)

Kemudian Allah menciptakan pena, dan berfirman kepada pena: tulislah apa saja yang akan ada sebagaimana disebutkan dalam hadits: sesungguhnya makhluk yang pertama kali Allah ciptakan adalah pena, dan berfirman kepada pena : tulislah, pena menjawab : apa yang aku tulis? Allah berfirman : tulislah semua takdir apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi sepanjang zaman(3)

فما شاء كان وما لم يشأ لم يكن، كما قال تعالى : (وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ)[التكوير: ٢٩] 

Maka apa saja yang Allah kehendaki pasti terjadi, dan apa yang Allah tidak kehendaki maka tidak akan terjadi. Sebagaimana firman Allah : “Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan seluruh alam.” [Surat At-Takwir 29]

وقال سبحانه : (وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا اقْتَتَلُوا وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ)[البقرة : ٢٥٣] 

Dan firman Allah : Kalau Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Tetapi Allah berbuat menurut kehendak-Nya.[Surat Al-Baqarah 253]

وقال سبحانه : (وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا)[الأعراف: ١٧٦] 

Dan firman Allah : Dan sekiranya Kami menghendaki niscaya Kami tinggikan (derajat)nya dengan (ayat-ayat) itu, [Surat Al-A’raf 176]

خلق خلقه وأعمالهم كما أخبر سبحانه : (وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ)[الصافات: ٩٦] 

Allah juga menciptakan makhluknya dan segala amal yang diperbuat oleh makhluknya sebagaimana yang dikabarkan oleh Allah : “dan Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu.”[Surat Ash-Shaffat 96]

قدر المقادير لحكمة بالغة، فقال سبحانه : (إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ)[القمر : ٤٩] 

Allah menakdirkan segala takdir dengan hikmah yang sangat dalam, Allah berfirman : “Sungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.[Surat Al-Qamar 49]

وقال سبحانه : (مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ)[الحديد: ٢٢] 

Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah. [Surat Al-Hadid 22]

وقال سبحانه : (مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ )[التغابن: ١١] 

Dan firman Allah : Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; [Surat At-Taghabun 11]

وقال النبي صلى الله عليه وسلم لابن عباس رضي الله عنهما : رفعت الأقلام وجفت الصحف(٤)

Dan nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda kepada Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma: pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran catatan amal telah kering (4)
____

(١) رواه البخاري (٦٩٨٦) ومسلم(٢٧٥١)

(1) riwayat Bukhari (6986) dan Muslim (2751)

(٢) رواه البخاري (٣٠٢٢) وسلم (٢٧٥١)

(2) riwayat Bukhari (3022) dan Muslim (2751)

(٣) رواه أبو داود (٤٧٠٠) بمعناه،والترمذي (٢١٥٥، ٣٢١٩) وهذا لفظه، وصححه الإمام الألباني رحمه الله، وانظر الصحيحة(١٣٣)

(3) riwayat Abu Dawud (4700) dengan lafadz yang semakna, Tirmidzi (2155,3219) dan ini lafadz Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Imam Al Albani rahimahullah, dan lihat Ash Shahihain(133)

(٤) أخرجه أحمد (٢٦٦٩) والترمذي (٢٥١٦)، وصححه الإمام الألباني رحمه الله في المشكاة (٥٣٠٢)، وظلال الجنة(٣١٦-٣١٨)

(4) dikeluarkan oleh Ahmad (2669), Tirmidzi (2516) dishahihkan Imam Albani rahimahullah dalam Al Misykah (5302), dan Dzilal Al Jannah(316-318)

Risalah Makiyah 44-45 

Standar

Risalah Makiyah 44-45
الإيمان بالقدر

Iman dengan ketentuan Allah 

ويؤمنون بقضاء الله، وقدره خيره وشره وحلوه ومره، كله من الله، وأن الله علم ما كان سيكون. 

Dan ahlus sunnah beriman dengan ketetapan Allah, dan takdir Allah yang baiknya maupun yang buruknya, yang manisnya maupun yang pahitnya. Semuanya berasal dari Allah dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi : 

لقول النبي صلى الله عليه وسلم لجبريل لما سأله عن الإيمان : وتؤمن بالقدر خيره وشره(١)

Berdasarkan hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam kepada Jibril ketika bertanya kepada rasulullah tentang Iman : beliau menjawab : dan engkau beriman dengan takdir Allah yang baik maupun yang buruk(1)

قال تعالى : (إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ)[الأنفال : ٧٥] 

Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.[Surat Al-Anfal 75]

قال تعالى :(يَعْلَمُ السِّرَّ وَأَخْفَى)[طه : ٧] 

Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi.[Surat Tha-Ha 7] 

قال تعالى :(وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ) [الأنعام : ٥٩] 

Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).(Surat Al-An’am 59) 

قال تعالى :(أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۖ مَا يَكُونُ مِنْ نَجْوَىٰ ثَلَاثَةٍ إِلَّا هُوَ رَابِعُهُمْ وَلَا خَمْسَةٍ إِلَّا هُوَ سَادِسُهُمْ وَلَا أَدْنَىٰ مِنْ ذَٰلِكَ وَلَا أَكْثَرَ إِلَّا هُوَ مَعَهُمْ أَيْنَ مَا كَانُوا ۖ ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ)[المجادلة: ٧] 

Tidakkah engkau perhatikan, bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tidak ada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah yang keempatnya. Dan tidak ada lima orang, melainkan Dialah yang keenamnya. Dan tidak ada yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia pasti ada bersama mereka di mana pun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari Kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(Surat Al-Mujadilah, 7) 

قال تعالى : (عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَىٰ غَيْبِهِ أَحَدًا) [الجن: ٢٦] 

Dia Mengetahui yang gaib, tetapi Dia tidak memperlihatkan kepada siapa pun tentang yang gaib itu.(Surat Al-Jinn, 26) 

_____

(١) رواه مسلم (٨)

(1) riwayat muslim (8)

Risalah Makiyah 43 

Standar

Risalah Makiyah 43
الجنة والنار 

Pasal : surga dan neraka 

ويؤمنون بالجنة والنار، وأنهما حق، وأنهما مخلوقتان موجودتان لا تفنيان أبدًا ليدوم نعيم أهل الجنة، ويدوم عذاب الكفار والمنافقين في النار 

Dan ahlus sunnah beriman dengan adanya surga dan neraka. Dan sesungguhnya surga dan neraka itu benar adanya. Dan sesungguhnya keduanya adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah, dan keduanya sudah ada tidak akan hancur selamanya. Hal itu supaya menjadi kekal kenikmatan yang diterima oleh penduduk surga, dan supaya kekal pula siksaan bagi orang-orang kafir dan orang-orang munafik di neraka. 

ويؤمنون بكل نعيم في الجنة ذكره الله عزوجل أو ذكره رسوله صلى الله عليه وسلم، كما يؤمنون بكل عذاب ذكر في القرآن والسنة لأعدائه. 

Dan mereka beriman dengan semua kenikmatan yang dikaruniakan oleh Allah di surga yang Allah sebutkan nikmat itu atau nikmat yang telah disebutkan oleh rasulullah shallallahu alaihi wasallam, sebagaimana mereka beriman dengan semua siksaan yang telah disebutkan dalam Al Qur’an dan telah disebutkan di dalam As Sunnah bagi musuh-musuhnya

قال تعالى : مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ ۖ فِيهَا أَنْهَارٌ مِنْ مَاءٍ غَيْرِ آسِنٍ وَأَنْهَارٌ مِنْ لَبَنٍ لَمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ وَأَنْهَارٌ مِنْ خَمْرٍ لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ وَأَنْهَارٌ مِنْ عَسَلٍ مُصَفًّى ۖ وَلَهُمْ فِيهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَمَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ ۖ كَمَنْ هُوَ خَالِدٌ فِي النَّارِ وَسُقُوا مَاءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَاءَهُمْ (محمد : ١٥)

Allah berfirman : Perumpamaan taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa; di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai khamar (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai madu yang murni. Di dalamnya mereka memperoleh segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka. Samakah mereka dengan orang yang kekal dalam neraka, dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga ususnya terpotong-potong? (Surat Muhammad, Ayat 15) 

وقال تعالى : (وَأَصْحَابُ الشِّمَالِ مَا أَصْحَابُ الشِّمَالِ)(فِي سَمُومٍ وَحَمِيمٍ)(وَظِلٍّ مِنْ يَحْمُومٍ)(لَا بَارِدٍ وَلَا كَرِيمٍ)(الواقعة: ٤١-٤٤)

Allah berfirman : Dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu.(Mereka) dalam siksaan angin yang sangat panas dan air yang mendidih,dan naungan asap yang hitam,tidak sejuk dan tidak menyenangkan.[Surat Al-Waqi’ah 41-44]