Risalah Makiyah 67

Standar

Risalah Makiyah 67

فصل
Pasal
ويذمون علم الكلام، وأهله لما فيه من تقديم العقل على النقل، ولما فيه من المراء والجدل، والقيل والقال على الله وشرعه بغير علم.
Mereka (ahlus sunnah) mencela ilmu kalam dan para ahlinya, sebab apa-apa yang ada di dalamnya. Terdapat paham yang batil berupa mendahulukan akal atas dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah, terdapat perbantahan dan perdebatan. Pembicaraan yang membicarakan Allah dan syariatnya tanpa dasar ilmu. Tercelanya ilmu kalam dan ahlinya adalah
لقول تعالى : (هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ ۖ فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ ۗ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلَّا اللَّهُ ۗ وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنَا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ)[آل عمران : ٧]
Berdasarkan firman Allah : Dialah yang menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad). Di antaranya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah pokok-pokok Kitab (Al-Qur’an) dan yang lain mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong pada kesesatan, mereka mengikuti yang mutasyabihat untuk mencari-cari fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah. Dan orang-orang yang ilmunya mendalam berkata, “Kami beriman kepadanya (Al-Qur’an), semuanya dari sisi Tuhan kami.” Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang yang berakal. [Surat Ali ‘Imran 7]

Iklan

Risalah Makiyah 64-66

Standar

Risalah Makiyah 64-66

ومن سبهم أو قال ارتدوا بعد وفاة نبيهم صلى الله عليه وسلم أو تعرض لهم بسوء فهو رافضي زنديق، لأن الطعن فيهم طعن في نبيهم الذي اختارهم الله لصحبته، وتكذيب لله ورسوله.
Barangsiapa mencaci mereka atau mengatakan bahwasanya mereka telah murtad sesudah wafatnya Nabi shallallahu alaihi wasallam atau mengarahkan keburukan untuk mereka maka dia rafidhoh lagi zindiq. Sebab mencaci mereka sesungguhnya adalah mencaci Nabi mereka yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi shallallahu alaihi wasallam dan sebagai bentuk pendustaan kepada Allah dan Rasul-Nya
وكذلك يحبون أزواج النبي صلى الله عليه وسلم، وأنهن أمهات المؤمنين كما قال سبحانه : (وأزوجه أمهتهم) [الأحزاب : ٦]
Demikian juga ahlussunnah mencintai para istri Nabi shallallahu alaihi wasallam dan bahwasanya mereka adalah ibunda kaum Mukminin sebagaimana firman Allah : Dan istri-istri Nabi adalah ibu-ibu orang-orang beriman(Al Ahzab : 6)
وأنهن زوجاته في الدنيا والآخرة، ويذكرون فضائلهن كما في حديث أبي هريرة رضي الله عنه قال : أتى جبريل النبي صلى الله عليه وسلم، فقال : يا رسول الله هذه خديجة قد أتتك معها إناء فيه إدام أو طعام أو شراب،
Dan sungguh mereka adalah istri-istri Nabi di dunia dan di akhirat. Dan ahlussunnah menyebut-nyebut keutamaan-keutamaan mereka sebagaimana terdapat dalam haditsnya sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata : malaikat Jibril datang menemui Nabi shallallahu alaihi wasallam, maka Jibril berkata : Wahai Rasulullah! Ini Khadijah, sungguh aku melihatnya pergi menuju kearahmu membawa wadah berisi lauk makanan atau minuman.
فإذا هي أتتك، فاقرأ عليها السلام من ربها عز وجل، ومني، وبشرها ببيت في الجنة من قصب، لا صخب فيه ولا نصب(١)، وأنها أول زوجاته رضي الله عنها وأنجبت له أولادًا.
Jika Khadijah telah sampai kepadamu maka bacakanlah kepadanya salam dari Rabbnya dan dariku. Dan beritahukanlah kepadanya kabar gembira tentang sebuah istana di surga dari mutiara yang cekung dan berongga, yang tidak ada kegaduhan di dalamnya dan tidak ada keletihan.(1), dan sungguh beliau adalah istri pertama Nabi shallallahu alaihi wasallam dan yang melahirkan putra putri Nabi shallallahu alaihi wasallam
وكذلك يذكرون فضائل الصديقة بنت الصديق التي برأها الله عز وجل من قول أهل الإفك، وأنزل فيها آيات تتلى إلى يوم القيامة،
Demikian juga ahlussunnah menyebut-nyebut keutamaan-keutamaan ashshidiqah bintu ashshidiq yaitu seorang yang Allah bersihkan beliau dari ucapan para pembikin berita dusta. Allah turunkan perihal beliau beberapa ayat yang terus dibaca hingga hari kiamat.
وأن فضلها على النساء كفضل الثريد على سائر الطعام،
Dan sungguh keutamaan beliau atas seluruh wanita adalah seperti keutamaan tsariid (makanan yang terbuat dari roti yang dicuil kecil-kecil dicampur dengan daging dan kuah) atas semua makanan.
وأنها البكر الوحيدة التي تزوجها عليه الصلاة والسلام، وأحب أزواجه إليه، وتوفي بين سحرها ونحرها رضي الله عنها وأرضاها.
Dan beliaulah gadis perawan satu-satunya yang dinikahi Nabi shallallahu alaihi wasallam, istri yang paling dicintai oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam, seorang yang ketika nabi Shallallahu alaihi wasallam wafat diantara dagu dan celah lehernya Aisyah radhiyallahu anha wa ardhaha.
ويحبون أهل بيت النبي صلى الله عليه وسلم امتثالًا لأمر الله في قوله : (قُلْ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِلَّا الْمَوَدَّةَ فِي الْقُرْبَىٰ)[الشورى : ٢٣]
Ahlussunnah mencintai ahlul bait Nabi shallallahu alaihi wasallam dalam rangka menjalankan perintah Allah dalam firmanNya : Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak meminta kepadamu sesuatu imbalan pun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan.” [Surat Asy-Syura 23]
وقول النبي صلى الله عليه وسلم : وأهل بيتي أذكركم الله في أهل بيتي، أذكركم الله في أهل بيتي، أذكركم الله في أهل بيتي(٢)
Dan sabda Nabi Shallallahu alaihi wasallam : dan keluargaku, aku ingatkan kalian kepada Allah tentang ahli baitku. aku ingatkan kalian tentang ahli baitku. aku ingatkan kalian tentang ahli baitku.(2)
ويحبون أهل الكساء، ويذكرون فضائلهن،وخاصة سبطي النبي صلى الله عليه وسلم الحسن والحسين،
Ahlut Tauhid mencintai ahlul kisa’ (yakni putri beliau Fatimah, putra paman Nabi Shallallahu alaihi wasallam yaitu Ali bin Abi Thalib serta dua orang cucu Hasan dan Husain), dan ahlussunnah menyebut-nyebut keutamaan-keutamaan mereka, khususnya 2 orang cucu Nabi shallallahu alaihi wasallam Hasan dan Husain.
ويعتقدون أنهما سيدا شباب أهل الجنة، ويحبون أمهم فاطمة رضي الله عنها، وأنها سيدة نساء أهل الجنة،
Mereka juga meyakini bahwasanya keduanya adalah dua orang pemimpin para pemuda penduduk surga. Dan mereka juga mencintai ibunda mereka Fatimah. Sesungguhnya beliau adalah pemimpin kaum wanita penduduk surga.
وأنها من الكمل من النساء، وأنها بضعة من النبي صلى الله عليه وسلم فلا يحبها إلا مؤمن، ولا يبغضها إلا زنديق منافق،
Dan sesungguhnya beliau termasuk kaum wanita yang sempurna. Dan sesungguhnya beliau bagian dari kerabat Nabi shallallahu alaihi wasallam tidaklah mencintainya kecuali mukmin dan tidaklah membencinya melainkan zindiq lagi munafik.
ويحبون عموم آل البيت ولا يذكرونهم إلا بالجميل، وأن لهم على الأمة حقًا خاصًا وعامًا رضي الله عنهم أجمعين.
Mereka juga mencintai umumnya ahli bait dan menyebut-nyebut mereka dengan ucapan yang bagus. Dan sesungguhnya mereka memiliki hak khusus dan umum atas umat Islam.
____
(١) أخرجه البخاري (٣٦٠٩) ومسلم (٢٤٣٢)
(1) riwayat Bukhari (3609), Muslil (2432)
(٢) أخرجه مسلم (٢٤٠٨)
(2) riwayat Muslim(2408)

Risalah Makiyah 60-63

Standar

Risalah Makiyah 60-63

ويربعون بعلي بن أبي طالب ابن عم النبي صلى الله عليه وسلم، وزوج ابنته فاطمة رضي الله عنه
Dan mereka menyatakan manusia yang terbaik keempat setelah rasulullah Shallallahu alaihi wasallam adalah Ali bin Abi Thalib putra paman Nabi Shallallahu alaihi wasallam, beliau adalah seorang yang Nabi shallallahu alaihi wasallam menikahkannya dengan putrinya yaitu Fatimah radhiyallahu anhuma
والذي قال فيه النبي صلى الله عليه وسلم : لأعطين الراية غدًا رجلا يفتح على يديه، يحب الله ورسوله، ويحبه الله ورسوله، فبات الناس ليلتهم أيهم يعطى، فغدوا كلهم يرجوه،
Seorang yang Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda perihal dirinya : sungguh benar-benar aku akan serahkan bendera komando ini besok kepada seorang lelaki yang diberi kemenangan dengan sebab usaha kedua tangannya. Dia cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah dan RasulNya pun mencintainya. Sahal berkata : maka malam itu para sahabat tidak tidur memperbincangkan siapakah gerangan yang akan diserahi bendera tersebut. Maka ketika pagi harinya mereka mendatangi rasulullah Shallallahu alaihi wasallam masing-masing mereka mengharapkannya.
فقال : أين عالي؟ فقيل يشتكىي عينيه، فبصق في عينيه ودعاله، فبرأ كأن لم يكن به وجع،
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : dimanakah Ali? Mereka menjawab : dia sakit pada kedua matanya. Maka ketika Ali telah sampai, rasulullah Shallallahu alaihi wasallam meludahi kedua matanya dan mendoakannya, maka sembuhlah dia seakan-akan tidak pernah ada penyakit sebelumnya
فأعطاه فقال : أقاتلهم حتى يكونوا مثلنا؟ فقال : انفذ على رسلك حتى تنزل بساحتهم، ثم ادعهم إلى الإسلام، وأخبرهم بما يجب عليهم، فوالله لأن يهدي الله بك رجلًا خير لك من أن يكون لك حمر النعم(١)
Maka beliau menyerahkan bendera itu kepadanya, maka Ali berkata : apakah aku perangi mereka agar seperti kita? Maka beliau bersabda berangkatlah engkau dengan tenang hingga sampai di tempat mereka, kemudian ajaklah mereka kepada islam, dan kabarkanlah kepada mereka tentang hak-hak Allah yang diwajibkan atas mereka. Maka demi Allah, jika Allah benar-benar memberi hidayah kepada seorang laki-laki dengan sebab dakwahmu maka hal itu lebih baik bagimu daripada engkau memiliki unta-unta merah.(1)
والذي قال فيه النبي صلى الله عليه وسلم : ألا ترضى أن تكون مني بمنزلة هارون من موسى إلا أنه ليس نبي بعدي(٢)، البطل المجاهد المخاصم يوم بدر.
Dan seorang yang nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda perihal dirinya : tidakkah engkau ridha Ali apabila kedudukanmu disusun ku sebagaimana kedudukan Nabi Harun disisi Nabi Musa, hanya saja tidak akan ada lagi seorang nabipun sepeninggalku(2),seorang yang pemberani, mujahid, yang maju bertarung satu lawan satu pada perang Badr.
والذي قال الله عز وجل فيه وفي صاحبيه يوم المبارزة: (هذان خصمان اختصموا في ربهم) [الحج: ١٩]
Seorang yang Allah perihal beliau dan dua sahabat pada hari al mubarazah yaitu berduel satu lawan satu sebelum perang : inilah 2 golongan yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Rabb Mereka (Al Hajj : 19)
والذي لا يحبه إلا مؤمن، ولا يبغضه إلا منافق، الموجع لهما المشر كين في معارك كثيرة، والذي قطع الله على يديه ذابر الخوارج في حروراء، وله من المناقب والفضائل ما حفلت به كتب السنة فرضي الله عنه وأرضاه.
Seorang yang tidaklah mencintainya melainkan mukmin, dan tidaklah membencinya kecuali munafik, yang menyakitkan cita-cita kaum musyrikin dalam banyak peperangan, seorang yang lewat kedua tangannya Allah memutus kelompok Khawarij dari akarnya, seorang yang memiliki budi pekerti yang terpuji dan berbagai keutamaan yang memenuhi kitab-kitab hadits radhiyallahu anhu wa ardhohu.
ويفضلون بقية العشرة والمهاجرين والأنصار والسابقين الذين قال الله فيهم: (والسبقون الأولون من المهجرين والأنصار) [التوبة: ١٠٠]
Dan mereka mengutamakan sisa dari 10 orang yang telah diberikan kabar gembira, sahabat muhajirin dan anshar dan seluruh sahabat yang paling dahulu beriman. Allah berfirman : dan orang-orang yang pertama kali masuk islam dari kalangan muhajirin dan anshar (At Taubah : 100)
سماهم الله الصادقين وأهل العلم، وقال فيهم النبي صلى الله عليه وسلم : لا تسبوا أصحابي، لا تسبوا أصحابي، فوالذي نفسي بيده لو أن أحدكم أنفق مثل أحد ذهبا، ما أدرك مد أحدهم، ولأنصيفه(٣)
Allah menamakan mereka sebagai orang-orang yang jujur dan ahli ilmu. Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda perihal mereka : Janganlah kalian mencela para sahabatku, Janganlah kalian mencela para sahabatku. Demi Allah yang jiwaku berada di tanganNya! Seandainya benar-benar ada salah seorang dari kalian berinfak emas seperti gunung uhud niscaya tidak mencapai 1 mud infak salah seorang dari mereka dan tidak pula separuhnya(3)
وقال صلى الله عليه وسلم : النجوم أمنة للسماء، فإذا ذهبت النجوم أتي السماء ما توعد، وأنا أمنة لأصحابي، فإذا ذهبت أتي أصحابي ما يوعدون، وأصحابي أمنة لأمتي، فإذا ذهب أصحابي أتى أمتي ما يوعدون(٤)
Dan nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda : bintang-bintang itu amanah bagi langit, maka apabila bintang-bintang itu telah pergi niscaya akan mendatangi langit apa yang telah dijanjikan kepadanya. Dan aku amanah bagi para sahabatku, maka apabila aku telah pergi niscaya datang apa yang menimpa sahabat apa yang dijanjikan kepada mereka. Dan para sahabatku adalah amanah bagi umatku, maka apabila mereka pergi niscaya akan datang menimpa umatku apa yang dijanjikan kepada mereka(4)
وقال فيهم ابن مسعود رضي الله عنه : من كان منكم متأسيا فليتأس بأصحاب محمد صلى الله عليه وسلم، فإنهم كانوا أبر هذه الأمة قلوبا وأعمقها علما وأقلها تكلفا وأقومها هديا وأحسنها حالا، قوما اختارهم الله لصحبه نبيه صلى الله عليه وسلم، فاعرفوا لهم فضلهم واتبعوهم في آثارهم، فإنهم كانوا على الهدى المستقيم(٥)
Abdullah bin Mas’ud berkata tentang mereka : siapa diantara kalian ingin meneladani maka hendaklah dia meneladani para sahabat nabi Muhammad, sesungguhnya mereka dahulu orang yang paling baik hatinya di umat ini, yang paling dalam ilmunya, paling sedikit menyusahkan dan membebani dirinya, paling lurus petunjuknya, paling baik keadaannya. Kaum yang Allah memilih mereka untuk menjadi sahabat NabiNya. Kenalilah keutamaan yang mereka miliki. Ikutilah jejak-jejak mereka sebab mereka dahulu benar-benar diatas petunjuk yang lurus(5)
فلا يذكرون إلا بالجميل.
Maka tidaklah mereka disebut-disebut kecuali dengan ucapan yang elok
ويكف عما وقع بينهم من خلاف لأنهم في هذا مجتهدون بين الأجر والأجرين رضي الله عنهم وأرضاهم.
Dan hendaklah lisan kita ditahan dari membicarakan khilaf yang pernah terjadi diantara mereka, sebab sesungguhnya mereka dalam masalah ini adalah para mujahid. Bagi mereka 1 pahala jika salah dan 2 pahala jika benar. Radhiyallahu anhum.
____
(١) أخرجه البخاري (٢٨٤٧) وللفظ له، ومسلم(٢٤٠٧)
(1) riwayat Bukhari (2847) dan lafadz ini milik Bukhari, dan Muslim (2407)
(٢) أخرجه البخاري (٤١٥٤)، ومسلم(٢٤٠٤)
(2) riwayat Bukhari (4154), Muslim (2404)
(٣) أخرجه البخاري (٣٤٧٠)، ومسلم(٢٥٤٠)
(3) riwayat Bukhari (3470) dan Muslim (2540)
(٤) أخرجه مسلم (٢٥٣١)
(4) riwayat Muslim (2531)
(٥) أخرجه ابن عبد البر في [جامع بيان العلم وفضله: (١٠٩٧)] والبغوي في تفسيره(٢٨٤/١) وابن القيم في اعلام الموقعين(٢٠٢-٢٠٣/ ٢).
(5) riwayat Ibnu Abdil Bar dalam (jami’ bayan ilmi wa fadlih no : 1097) dan Al Baghowi dalam tafsirnya (1/284) dan Ibnu Qoyyim dalam A’lamu Muwaqiin (2/202-203)

Risalah Makiyah 57-60 

Standar

Risalah Makiyah 57-60

فصل الصحابة
Pasal Sahabat
ويعتقدون أن أفضل هذه الأمة بعد نبيها صلى الله عليه وسلم أبو بكر الصديق ثاني اثنين إذ هما في الغار،
Dan keyakinan kami bahwasanya yang paling utama ditengah umat ini setelah nabinya umat ini adalah Abu Bakr Ash Shidiq merupakan orang kedua dari dua orang ketika keduanya berada di Gua
وصاحب رسول الله صلى الله عليه وسلم في حله وتر حاله وهجرته،
Dia adalah sahabat rasulullah Shallallahu alaihi wasallam di negerinya(Madinah) dan ketika sedang safar dan ketika rasulullah hijrah,
صاحب المناقب العظيمة،وأمن الناس على رسول الله صلى الله عليه وسلم في أهله وماله، والذي أنفق جميع ماله في سبيل الله،
Seorang sahabat pemilik sifat-sifat yang mulia, dan manusia yang paling banyak berkurban untuk rasulullah Shallallahu alaihi wasallam di tengah-tengah keluarganya maupun dengan hartanya, dan seorang yang menginfakkan seluruh hartanya di jalan Allah
والذي يدعى من أبواب الجنة الثمانية يوم القيامة، والذي اجتمعت فيه خصال الخير في يوم،
Seorang sahabat yang dipanggil dari delapan pintu surga pada hari kiamat. Seorang yang pernah terkumpul pada dirinya sifat-sifat (perangai) yang baik dalam satu hari.
والذي سدت كل خوخة في المسجد إلا خوخته
Seorang yang pernah ditutup seluruh pintu-pintu kecil di masjid Nabawi. Melainkan pintu Abu Bakr yang tidak ditutup.
والذي قال عنه رسول الله صلى الله عليه وسلم في أمر الخلافة: يأبى الله والمؤمنون إلا أبا بكر(١)
Seorang yang Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda tentangnya berkaitan tentang urusan kekhalifahan : Allah dan orang-orang yang beriman enلggan untuk seorang pun menjadi Khalifah kecuali yang diridhoi adalah Abu Bakr(1)
والذي أمرت المرأة بإتيانه لقضاء حاجتها بعد وفاة النبي صلى الله عيه وسلم،
Seorang yang pernah diminta untuk mendatangi beliau agar beliau bisa memenuhi hajat wanita tersebut setelah wafatnya rasulullah Shallallahu alaihi wasallam,
والذي هو أحب الرجال إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم، والذي اجتمعت فيه مناقب لم تجتمع في غيره قط، والذي رجح بهذه الأمة علمًا وفضلًا وإيمانًا رضي الله عنه وأرضاه.
Seorang laki-laki yang paling dicintai rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, seorang yang terkumpul padanya sifat-sifat kebajikan yang tidak terkumpul pada selainnya sama sekali. Seorang yang unggul di tengah-tengah umat ini baik dalam ilmunya, keutamaannya, dan dalam imannya semoga Allah meridhainya.
ويثنون بعمر بن الخطاب الفاروق رضي الله عنه والذي نصر الإسلام بإسلامه، والذي كان ينطق الحق على قلبه ولسانه، الملهم المحدث، والذي ما رآه الشيطان سالكًا فجًا إلا سلك فجًا غير فجه، والذي استخلفه أبو بكر رضي الله عنه على المسلمين،
Dan mereka menyatakan yang kedua adalah Umar bin Al Khattab Al Faruq radhiyallahu anhu beliau adalah seorang yang menolong islam dengan keislamannya, seorang yang menyuarakan kebenaran dengan hati dan lisannya, seorang yang diberi ilham dan yang tepat persangkaanya (yakni seorang yang kebenaran mengalir dari lisannya tanpa sengaja), seorang yang tidaklah setan melihatnya melewati sebuah jalan yang lebar, melainkan setan akan menempuh jalan selain jalannya. Seorang yang Abu Bakr memilihnya menjadi Khalifah (penggantinya) atas kaum muslimin.
ثاني وزراء النبي صلى الله عليه وسلم فكم من حديث جاء في: (خرج رسول الله صلى الله عليه وسلم وأبو بكر وعمر) و (جاء رسول الله صلى الله عليه وسلم وأبو بكر وعمر)
Orang kedua dari para penolong Nabi Shallallahu alaihi wasallam. Berapa banyak hadits datang mengabarkannya : (rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, Abu Bakar dan Umar keluar) dan (rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, Abu Bakar, dan Umar datang)
الزاهد القوي الأمين، والذي قال فيه النبي صلى الله عليه وسلم : فاستحالت في يده غربًا، فلم أرعبقريًّا من الناس يفري فريه، فنزع حتى ضرب الناس بعطن(٢)
Seorang yang zuhud, kuat, lagi terpercaya, seorang yang Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda tentang dirinya : kemudian Umar mengambil timba dari tangan Abu Bakr. Tiba-tiba timbanya berubah menjadi timba besar di tangan Umar. Belum pernah aku melihat seorang manusia yang genius melakukan perbuatannya seperti Umar. Maka dia menarik timba dengan kuat hingga manusia memberi minum unta-unta mereka dan pergi menuju tempat menderumnya(2)
والذي أسبغ الله له العلم والإيمان، والذي فتح المشارق والمغارب رضي الله عنه وأرضاه.
Seorang yang Allah meluaskan ilmu dan menyempurnakan iman untuknya, dan seorang yang menaklukkan belahan Timur dan barat bumi radhiyallahu anhu.
ويثلثون بذي النورين: عثمان بن عفان رضي الله عنه وأرضاه الذي زوجه النبي صلى الله عليه وسلم ابنتيه لما اشتمل عليه من الشمائل والفضائل والحياء والستر،
Dan mereka menyatakan yang ketiga adalah : yang mempunyai dua cahaya : Utsman bin Affan radhiyallahu anhu dan beliau adalah seorang yang dinikahkan oleh Nabi Shallallahu alaihi wasallam dengan dua orang putrinya ketika terkumpul padanya berbagai tabiat, keutamaan, Sifat malu dan menutup aurat.
والذي قال فيه النبي صلى الله عليه وسلم : ما ضر عثمان ما عمل بعد اليوم(٣)
Seorang yang Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda perihal Utsman : tidak mencelakakan Utsman apa yang diperbuatnya setelah hari ini
والذي اشترى بئر رومة للمسلمين، والذي جهز جيش العسرة، والذي بايع عنه النبي صلى الله عليه وسلم في بيعة الرضوان لغيابه في حاجة النبي صلى الله عليه وسلم،
Seorang yang membeli sumur “raumah” (yang diperuntukkan secara gratis untuk kaum muslimin. Seorang yang mempersiapkan pasukan pada saat sulit, seorang yang Nabi Shallallahu alaihi wasallam membaiatkannya pada waktu baiat ridwan dikarenakan ketidak hadiran Utsman dalam menyelesaikan keperluan Nabi Shallallahu alaihi wasallam
والذي كانت تستحي منه الملائكة لكمال حيائه وفضله، والذي قتل شهيدًا مظلومًا رضي الله عنه وأرضاه.
Seorang yang para malaikat malu kepadanya disebabkan kesempurnaan sifat malunya dan keutamaannya. Seorang yang terbunuh sebagai syahid lagi terdhalimi radhiyallahu
____
(١) أخرجه مسلم (٢٣٨٧)
(1) dikeluarkan oleh Muslim (2387)
(٢) أخرجه البخاري(٣٤٧٣)، ومسلم(٢٣٩٣)
(2) diriwayatkan oleh Bukhari (3473), Muslim (2393)
(٣) أخرجه الترمذي (٣٧٠١) وغيره، وحسنه الإمام الألباني رحمه الله في المشكاة(٦٠٦٤)
(3) diriwayatkan oleh Tirmidzi (3701), dan selainnya, dan dihasankan Imam Al Albani Rahimahullah dalam Al Misykah(6064)

Risalah Makiyah 56

Standar

Risalah Makiyah 56
كفر الساحر

Kufurnya seorang penyihir 

ويرون كفر الساحر، وقتله لقول الله عز وجل : (وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ ۖ )[البقرة : ١٠٢]

Dan Kami memandang tentang Kufurnya tukang sihir, dan juga memandang tentang wajib dibunuhnya seorang tukang sihir. Hal itu Berdasarkan firman Allah : “Padahal keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan, “Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kafir.”[Surat Al-Baqarah 102]

ولقول النبي صلى الله عليه وسلم : حد الساحر ضربه باسيف(١)

Dan berdasarkan sabda nabi Shallallahu alaihi wasallam : hukuman had bagi seorang penyihir adalah memukul dia dengan pedang(1)

ولكتاب عمر رضي الله عنه إلى عماله في الأمصار : أن اقتلوا كل ساخر وساحرة(٢)

Dan berdasarkan suratnya Umar radhiyallahu anhu yang dikirimkan kepada pejabat-pejabatnya di beberapa negeri : hendaklah kalian membunuh semua penyihir maupun penyihir perempuan(2)

ولقتل حفصة رضي الله عنها لجارية سحرتها(٣) 

Dan berdasarkan perbuatan Hafshoh membunuh terhadap budak wanitanya yang telah menyihirnya(3)

____

(١) رواه الترمذي (١٤٦٠)[قال ابو عيس: هذا حديث لا نعرفه إلا مرفوعا من هذا الوجه وإسماعيل بن مسلم المكي يضعف في الحديث وإسماعيل بن مسلم العبدي البصري قال وكيع هو ثقة. ويروي عن الحسن أيضا. والصحيح عن جندب موقوف]، ورواه الحاكم في [المستدرك (٨٠٧٣)]، وقال الذهبي في التلخيص: صحيح غريب. وضعف الأمام الألباني رحمه الله وفعه وقال : (والصحيح عن جندب موقوف كما تقدم عن الترمذي) الضعيفة(١٤٤٦)

(1) riwayat Tirmidzi (1460)[Abu Isa berkata : hadits ini tidak dikenal kecuali marfu’ dari Ismail bin Muslim Al Maki dhoif dalam hadits dan Ismail bin Muslim Al Abdi Al Basri berkata Waqi’ ini Terpecaya. Dan diriwayatkan dari Hasan dan shahih dari Jundub secara mauquf], riwayat Hakim dalam[Mustadrak (8073)] Adz Dzahabi berkata dalam Talkhis : shahih gharib. Dhoif oleh Al Albani rahimahullah dan berkata : (dan shahih dari Jundub mauquf sebagaimana penjelasan awal dari Tirmidzi) Dhaif(1446)

(٢) رواه أبو داود (٣٠٤٣) دون قوله: (وساحرة) ،وعبد الرزاق(١٨٠/١٠)، والبيهقي (١٣٦/٨) وصححه الإمام الألباني رحمه الله في صحيح أبي داود (٢٦٢٤)

(2) riwayat Abu Dawud(3043), tanpa perkataan : (penyihir perempuan), Abdurrazzaq(10/180), Baihaqi(8/136), dishahihkan oleh Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahih Abu Dawud(2624)

(٣) أخرجه مالك(١٦٢٤) والشافعي (١٧٦١) وصححه ابن القيم في زاد المعاد

(3) dikeluarkan oleh Malik(1624), Syafii(1761), dishahihkan oleh Ibnu Qayyim dalam Zaadul Maad