HSI 08 – Kajian 21 – cara beriman

Standar

Beriman Kepada Rasul:

■ *Beriman Kepada Rasul*

■ *Halaqah 21|  Cara Beriman kepada Para Rasul Bag 19*

📀 _link audio_

http://goo.gl/r734ox

•┈┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈┈•

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين 
Halaqah yang Ke Dua Puluh Satu dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada para Rasul alaihimus salam adalah *Cara Beriman Kepada Para Rasul Bag 19*.

Diantara hal yang perlu diketahui seorang muslim adalah perbedaan Al Karomah & Al Akhwal Asy-Syaithoniyyah, karena sering terjadi seseorang menganggap Al Akhwal Asy-Syaithoniyyah sebagai Al Karomah, menganggap seorang wali syaitan sebagai wali Allāh. 
Berikut adalah perbedaan antara Al Karomah & Al Akhwal Asy-Syaithoniyyah (semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla memberikan Taufik kita semua & menerangi diri kita dengan ilmu agama, diantara perbedaan antara Al Karomah & Al Akhwal Asy-Syaithoniyyah :

① Melihat perjalanan hidup orang tersebut, kalau dia adalah seorang mukmin yang bertakwa maka ini adalah Al Karomah dan kalau sebaliknya dia bukan seorang yang mukmin & bukan orang yang bertakwa maka itu adalah Al Akhwal Asy-Syaithoniyyah. 
Berkata syaikh Abdul Aziz bin baz rahimahullah 

وشرط كونها كرامةً أن يكون من جرت على يده هذه الكرامةُ مستقيمًا على الإيمان  ومتابعة الشريعة فإن كان خلاف ذلك فالجاري على يده من الخوارق يكون من الأحوال الشيطانية 1:49

“Dan sesuatu yang luar biasa menjadi Karomah di syarat kan orang yang mendapatkan Karomah tersebut adalah orang yang istiqomah diatas iman & mengikuti syariat. Adapun apabila sebaliknya maka sesuatu yang luar biasa yg terjadi pada dirinya adalah termasuk Al Akhwal Asy-Syaithoniyyah. 
② Al Karomah adalah anugerah dari Allāh tidak bisa dipelajari & diusahakan sedangkan Al Akhwal Asy-Syaithoniyyah adalah bantuan dari syaitan bisa dipelajari & diusahakan yaitu dengan berbuat sesuatu yang membuat ridha syaitan, seperti berbuat kufur kepada Allāh (meninggalkan shalat & kewajiban² yang lain) menghalalkan sesuatu yang Allāh haram kan & RasulNya dll. Oleh karena itu Al Akhwal Asy-Syaithoniyyah memiliki sekolah² perguruan² untuk mempelajari perkara² yang luar biasa tersebut dan disana ada buku² yang dijual bebas yang mengajarkan Al Akhwal Asy-Syaithoniyyah yang dikenal dengan Al Mujarobat 
③ Al Karomah tidak bisa di lawan sedangkan Al Akhwal Asy-Syaithoniyyah bisa di lawan dengan beberapa dzikir & doa didalam Alquran & As-Sunnah. 
Berkata Syaikhul Islam rahimahullah :

وهكذا أهل الأحوال الشيطانية تنصرف عنهم شياطينهم إذا ذكر عندهم ما يطردها مثل آية الكرسي 4.11

“Dan demikianlah orang-orang yang memiliki Akhwal Asy-Syaithoniyyah syaitan² mereka akan meninggalkan mereka apabila disebutkan disamping mereka apa yang mengusir syaitan² tersebut seperti ayat Kursi. 

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini  & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya. 
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 
_*Abdullāh Roy*_

Di kota Al-Madīnah 

 Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA *Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.*

•┈┈┈┈┈┈•❁❁•┈┈┈┈┈┈•

HSI 08 – Kajian 21 – cara beriman

Standar

Beriman Kepada Rasul:

■ *Beriman Kepada Rasul*

■ *Halaqah 21|  Cara Beriman kepada Para Rasul Bag 19*

📀 _link audio_

http://goo.gl/r734ox

•┈┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈┈•
 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين 
Halaqah yang Ke Dua Puluh Satu dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada para Rasul alaihimus salam adalah *Cara Beriman Kepada Para Rasul Bag 19*.

Diantara hal yang perlu diketahui seorang muslim adalah perbedaan Al Karomah & Al Akhwal Asy-Syaithoniyyah, karena sering terjadi seseorang menganggap Al Akhwal Asy-Syaithoniyyah sebagai Al Karomah, menganggap seorang wali syaitan sebagai wali Allāh. 
Berikut adalah perbedaan antara Al Karomah & Al Akhwal Asy-Syaithoniyyah (semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla memberikan Taufik kita semua & menerangi diri kita dengan ilmu agama, diantara perbedaan antara Al Karomah & Al Akhwal Asy-Syaithoniyyah :

① Melihat perjalanan hidup orang tersebut, kalau dia adalah seorang mukmin yang bertakwa maka ini adalah Al Karomah dan kalau sebaliknya dia bukan seorang yang mukmin & bukan orang yang bertakwa maka itu adalah Al Akhwal Asy-Syaithoniyyah. 
Berkata syaikh Abdul Aziz bin baz rahimahullah 

“Dan sesuatu yang luar biasa menjadi Karomah di syarat kan orang yang mendapatkan Karomah tersebut adalah orang yang istiqomah diatas iman & mengikuti syariat. Adapun apabila sebaliknya maka sesuatu yang luar biasa yg terjadi pada dirinya adalah termasuk Al Akhwal Asy-Syaithoniyyah. 
② Al Karomah adalah anugerah dari Allāh tidak bisa dipelajari & diusahakan sedangkan Al Akhwal Asy-Syaithoniyyah adalah bantuan dari syaitan bisa dipelajari & diusahakan yaitu dengan berbuat sesuatu yang membuat ridha syaitan, seperti berbuat kufur kepada Allāh (meninggalkan shalat & kewajiban² yang lain) menghalalkan sesuatu yang Allāh haram kan & RasulNya dll. Oleh karena itu Al Akhwal Asy-Syaithoniyyah memiliki sekolah² perguruan² untuk mempelajari perkara² yang luar biasa tersebut dan disana ada buku² yang dijual bebas yang mengajarkan Al Akhwal Asy-Syaithoniyyah yang dikenal dengan Al Mujarobat 
③ Al Karomah tidak bisa di lawan sedangkan Al Akhwal Asy-Syaithoniyyah bisa di lawan dengan beberapa dzikir & doa didalam Alquran & As-Sunnah. 
Berkata Syaikhul Islam rahimahullah :
“Dan demikianlah orang-orang yang memiliki Akhwal Asy-Syaithoniyyah syaitan² mereka akan meninggalkan mereka apabila disebutkan disamping mereka apa yang mengusir syaitan² tersebut seperti ayat Kursi. 

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini  & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya. 
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 
_*Abdullāh Roy*_

Di kota Al-Madīnah 

 Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA *Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.*

•┈┈┈┈┈┈•❁❁•┈┈┈┈┈┈•

HSI 08 – Kajian 20 – cara beriman

Standar

■ *Beriman Kepada Rasul*

■ *Halaqah 20|  Cara Beriman kepada Para Rasul Bag 18*

📀 _link audio_

http://goo.gl/UG5e62

•┈┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈┈•
 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين 
Halaqah yang Ke Dua Puluh dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada para Rasul alaihimus salam adalah *Cara Beriman Kepada Para Rasul Bag 18*.
Disana ada perbedaan antara Al Mu’jizat dengan Al Karomah 
① Al Mu’jizat disertai dengan pengakuan sebagai seorang Nabi sedangkan Al Karomah tidak disertai dengan pengakuan sebagai seorang Nabi tetapi terjadi Al Karomah dengan sebab dia mengikuti & beriman dengan Nabi & istiqomah diatasnya. 
② Al Mu’jizat terjadi pada seorang Nabi & Nabi adalah manusia laki-laki yang merdeka sedangkan Al Karomah bisa terjadi bisa terjadi pada seorang Jin atau manusia, hamba sahaya atau orang yang merdeka, seorang laki-laki ataupun perempuan. Kalau mereka adalah orang-orang yang sholeh seperti yang terjadi pada Maryam & juga Safinah maula Rasulullãh ﷺ. 
③ Al Mu’jizat sesuatu yang luar biasa disemua tempat & masa sedangkan Al Karomah adalah sesuatu yang luar biasa di tempat & juga masa tertentu saja, sedangkan  Al Karomah adalah sesuatu yang luar biasa menurut tempat & masa tertentu saja. Oleh karena itu apa yang terjadi Maryam alaihi salam berupa ditemukannya makanan musim panas dimusim dingin & sebaliknya adalah sesuatu yang biasa di jaman sekarang 
④ Didalam Al Mu’jizat seorang Nabi diperintahkan untuk menampakkan nya sedangkan Al Karomah maka seorang wali diperintahkan untuk menyembunyikan nya. 
⑤ Manfaat Al Mu’jizat adalah untuk umum sedangkan manfaat Al Karomah biasanya untuk khusus orang tersebut. 
Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini  & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya. 
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 
_*Abdullāh Roy*_

Di kota Al-Madīnah 

 Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA *Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.*

•┈┈┈┈┈┈•❁❁•┈┈┈┈┈┈•

HSI 08 – Kajian 19 – cara beriman 

Standar

■ *Beriman Kepada Rasul*

■ *Halaqah 19|  Cara Beriman kepada Para Rasul Bag 17*

📀 _link audio_

http://goo.gl/pQXKUp

•┈┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈┈•
 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين 
Halaqah yang Ke Sembilan belas dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada para Rasul alaihimus salam adalah *Cara Beriman Kepada Para Rasul Bag 17*.

Setelah kita mengetahui tentang Al Karomah yang Allāh berikan kepada wali-Nya, maka hendaklah kita mengenal tentang Al Akhwal Asy-syaithoniyyah (keadaan² syaitan). 
Al Akhwal Asy-syaithoniyyah/keadaan² syaitan adalah perkara² yang diluar kebiasaan yang terjadi pada seorang wali syaitan sebagai Istidroj. 
Wali syaitan adalah pengikut syaitan & penolong syaitan. yang dimaksud dengan Istidroj adalah dibiarkan supaya bertambah kekufurannya kemudian di azab. 
Dan diantara dalil yang menunjukkan adanya wali² syaitan adalah firman Allāh :
وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ ۗ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

*[QS Al-Baqarah 257]*
“Dan orang-orang yang kafir, maka  wali² nya adalah Thogut yang mengeluarkan mereka dari cahaya menuju kegelapan, mereka adalah penduduk Neraka, mereka kekal didalamnya”. 

Dan Allāh berfirman:

 

… وَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لَيُوحُونَ إِلَىٰ أَوْلِيَائِهِمْ لِيُجَادِلُوكُمْ ۖ… 

*[QS Al-An’am 121]*
“Dan sesungguhnya syaitan² mewahyukan kepada wali²nya untuk menjebak kalian”

Dan diantara contoh Al Akhwal Asy-syaithoniyyah, apa yang disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah rahimahullah didalam kitab beliau Al-Furqon 
بين أولياء الرحمن و أولياء الشيطان 
Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah menyebutkan didalam kitab ini diantara contoh Al Akhwal syaitoniyyah. 
① Apa yang terjadi pada Musaiylamah Al Kadzab ketika dia mengaku sebagai seorang Nabi dia mengabarkan beberapa perkara yang ghaib wahyu dengan dari syaitan 
② Apa yang terjadi pada Al Aswad Al Amsi yang mengaku sebagai Nabi mengabarkan tentang perkara yang ghaib dengan wahyu dari syaitan sehingga tentara kaum muslimin takut syaitan akan mengabarkan kepadanya tentang mereka, sampai tentara kaum muslimin takut apabila syaitan akan mengabarkan kepada Aswad Al Amsi tentang mereka 
③ Kisah Al Haris Al Dimaski yang mengaku sebagai Nabi di zaman Abdul Malik bin Marwan setiap kali ditangkap & di penjara datang syaitan & melepaskan ikatan dikaki nya & melindungi dia dari senjata. 
Manusia saat itu melihat rombongannya berjalan diudara ketika dia ditangkap ada orang yang menikam nya dengan tombak namun tidak mempan 

Maka berkata Abdul Malik :

“engkau tidak menyebut nama Allāh”
Kemudian ketika dia menyebut nama Allāh & menikamnya mempanlah tombak nya & meninggal lah Al Harits 

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini  & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya. 
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 
_*Abdullāh Roy*_

Di kota Al-Madīnah 

 Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA *Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.*

•┈┈┈┈┈┈•❁❁•┈┈┈┈┈┈•

Wanita yang kehilangan nikmatnya beribadah setelah menikah

Standar

*KISAH PENUH HIKMAH : WANITA YANG KEHILANGAN NIKMATNYA BERIBADAH SETELAH MENIKAH*
Ada seorang wanita bertanya kepada seorang syaikh :

“Wahai Syaikh, sebelum saya menikah, ketika saya masih seorang gadis yang sering berpuasa dan sholat malam… saya bisa merasakan betapa luarbiasanya nikmat al-Qur’an… Namun sekarang, saya merasa nikmatnya ketaatan telah hilang dariku…!!
👳🏼 Syaikh : “Baiklah… apa yang paling kau perhatikan dari suamimu?”
Sang Wanita : Wahai Syaikh, saya bertanya kepada Anda tentang al-Qur’an, puasa, sholat dan nikmatnya ketaatan… Namun anda malah bertanya kepadaku tentang suamiku?!
👳🏼 Syaikh : Iya wahai saudari… Kenapa ada sejumlah wanita yang tidak bisa lagi merasakan manisnya keimanan dan lezatnya ketaatan serta nikmatnya ibadah?

Nabi ﷺ bersabda : 

* ( ولا تَجدُ المرأة حلاوة الإيمان حتَّى تؤدِّي حقَّ زوجها )

“Seorang wanita tidak akan merasakan manisnya keimanan sampai ia memenuhi hak suaminya” [Shahih at-Targhîb : 1939]
*Apa saja hak-hak suami yang harus ditunaikannya?*

🌹 (Lihatlah) Isteri Sa’id bin al-Musayyib semoga Allah merahmatinya yang berkata :

 ( ما كنَّا نُكلِّم أزواجَنَا إلَّا كما تُكلِّمون أمراءَكم )

_“Kami tidak membicarakan suami-suami kami melainkan sebagaimana kalian membicarakan penguasa-penguasa kalian_ (yaitu tidak boleh mencela penguasa di depan khayalak, menjelekkan mereka, mencabut ketaatan dari mereka, dll, pent.) _[Hilyatul Awliyâ_ V/168].

Sesungguhnya, ini adalah kehormatan dan kedudukan yang tinggi di dalam hati seorang isteri terhadap suaminya.
🌹 Nabi ﷺ pernah berkata kepada salah seorang sahabat wanita?

أذاتَ بَعْلٍ ؟

“Apakah engkau memiliki suami?”

Wanita itu menjawab : “Iya”

Nabi ﷺ lalu bertanya : 

كيف أنتِ له؟

“Bagaimana sikapmu kepadanya?”

Sahabat wanita tersebut menjawab : 

لا آلوه “أي” ( لا أقصِّر في طاعته ) 

“Saya tidak pernah meremehkan ketaatan kepadanya”

Lantas Nabi ﷺ berkata :

 ( فانظري أين أنت منه إنَّما هو جنَّتُك ونارُك ) 

*_“Perhatikanlah sikapmu terhadap dirinya, karena sesungguhnya suami itu adalah surga dan nerakamu.”_* [Shahih at-Targhib : 1933]
🌻 Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, sahabat Nabi yang paling ahli menafsirkan al-Qur’an _(Turjumanul Qur’an)_ berkata tentang firman Allah ﷻ :

( فالصالحات قانتات حافظات للغيب…) 

“`“Maka wanita-wanita yang shalihah adalah mereka yang paling patuh dan paling menjaga diri ketika suaminya tidak ada…”“` (QS an-Nisa’ : 34) 

Dikatakan قانتات (Qônitât) yaitu طائعات ﻷزواجهن،  wanita-wanita yang taat kepada suami-suami mereka. 

Mereka tidak disebut طائعات (Thâ`i’ât) [namun disebut qânitât] karena kata _“qunût”_ (akar kata qônitât) bermakna *kepatuhan yang kuat dan sempurna.*
*Bagaimana mengetahui seorang isteri sebagai seorang wanita yang shalih lagi patuh?*

إن نظر إليها سرَّتْه ..

🌷 Jika ia dipandang, maka menyenangkan suaminya

وإنْ أمرها أطاعتْه ..

🌷 Jika ia diperintah, maka mematuhi suaminya

وَإِنْ أقسم أبرَّتْه ..

🌷 Jika ia mendapatkan pembagian (giliran), maka ia menerimanya (dengan lapang)…

وَإِنْ غابَ عنها حفظتْه في نفسها وماله ..

🌷 Jika suaminya tidak ada di sisinya, maka ia menjaga kehormatannya dan harta suaminya…

• إِنْ غابَ عن عينها علمت ما يغضبه؛ فانتهت عنه 

🌷 Jika suaminya berpaling darinya, maka ia tahu apa yang menyebabkan suaminya marah, lalu ia berhenti darinya (membuat suaminya marah)…

– ولا تصرفات لا يرضاها . 

🌷 Tidak ada tindakan-tindakan yang tidak diridhainya

– ولا أقلَّ ولا أكْثرَ ممِّا لا يريده .

🌷 Tidak pula sedikit atau banyak yang tidak dikehendakinya..
🌿 Nabi ﷺ bersaba :

 ( ألا أخبركم بنسائكم في الجنة ؟ الودود الولود إذا غَضِبتْ أو أسيء إليها أو غضب زوجها قالت: هذه يدي في يدك لا أكتحلُ بِغمْضٍ حتى ترضى )

_Mau kalian kukabarkan tentang isteri-isteri kalian di dalam surga? Yaitu mereka adalah wanita yang penyayang lagi subur. Apabila mereka marah, atau diperlakukan buruk, atau suaminya marah kepadanya, maka mereka mengatakan : *“Ini tanganku di genggaman tanganmu, aku tidak akan bisa memejamkan mata sampai engkau ridha kepadaku (memaafkanku).”*_ _[Shahih at-Targhîb_ : 1941].
🌿 Seorang wanita yang shalihah adalah yang senantiasa mengingat sabda Rasulnya ﷺ yang mengatakan :

 ( لا يَنظر الله إلى امرأة لا تشكر لزوجها ) 

_“Allah tidak akan memandang wanita yang tidak mau bersyukur (berterima kasih) kepada suaminya.”_ [HR an-Nasa’i dan Hakim dengan sanad yang shahih].

Tidak akan hilang hal ini dari benak wanita yang shalihah…
🌴 Juga Sabda Nabinya ﷺ :

 ( لو كنتُ أمرتُ أحداً أنْ يسجد ﻷحد ﻷمرتُ المرأةَ أنْ تسجدَ لزوجها )

_“Sekiranya aku diperbolehkan untuk memerintahkan seseorang bersujud kepada orang lain, niscaya aku perintahkan wanita untuk bersujud kepada suaminya.”_ _[Shahih at-Targhib]_.
🌸 Diantara kriteria diterimanya amalan seorang wanita, adalah atas keridhaan suaminya. Nabi ﷺ bersabda :

 ( ولا تؤدِّي المرأة حق الله عزوجل حتى تؤدِّي حق زوجها كله )

_“Seorang wanita tidaklah dikatakan memenuhi hak Allah ﷻ sampai ia memenuhi hak suaminya secara penuh.”_ _[Shahih at-Targhîb_ : 1943] 
💐 Nabi ﷺ juga memperingatkan kaum wanita dalam sabdanya :

 ( إثنان لا تجاوز صلاتهما رؤسهما، عبد آبق من مواليه حتى يرجع، وامرأة عصتْ زوجها حتى ترجع )

_“Ada dua golongan yang sholatnya tidak sampai melebihi kepalanya (yaitu tidak diangkat sampai kepada Allah, pent), yaitu seorang budak yang kabur dari tuannya sampai ia kembali kepadanya, dan seorang wanita yang membangkang dari suaminya sampai ia bertaubat.”_ _[Shahîh at-Targhîb_ : 1948].
🍂☘🌱
📌 Diterjemahkan dari artikel yang dishare oleh Syaikh Walid Saifun Nashr di dalam grupnya.

✍@abinyasalma 

________

✉Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidål

♻Telegram:  https://bit.ly/abusalma 

🌐 Blog : alwasathiyah.com

💠Facebook : http://fb.me/abinyasalma81

🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube

📷 Instagram : http://instagram.com/abinyasalma/

🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/