Catatan tentang buku 37 Masalah Populer 

Standar

Sedikit Catatan Buku 37 Masalah Populer

Karya H.  Abdul Somad Lc,  MA

Sebagian saudara kami bertanya tentang buku tersebut dan mengirimkannya kepada kami.  Setelah kami baca,  ada beberapa catatan yang perlu kami goreskan sebagai bentuk nasehat kepada umat agar mereka tidak terjerumus dalam kesalahan beliau.

Muhammad ibn Bundar pernah berkata kepada al-Imam Ahmad: “Wahai Abu Abdillah, sesungguhnya saya merasa berat hati untuk mengatakan ‘si fulan pendusta!!’.” Ahmad menjawab: “Seandainya kamu diam dan saya juga diam, lantas kapan orang yang jahil mengetahui mana yang benar dan mana yang salah?!! (Al-Kifayah fi Ilmi Riwayah al-Baghdadi hlm. 63 , al-Abathil wal Manakir al-Jauzaqani 1/133, al-Maudhu’at Ibnul Jauzi 1/43, Syarh ’Ilal Tirmidzi Ibnu Rajab hlm. 88).

Bangkitlah wahai jiwa untuk membela agama Allah,  walau akan banyak komen negatif yang akan kau hadapi.

Pernah ada seorang berkata kepada Yahya bin Main: Apakah engkau tidak khawatir bila orang-orang yang engkau kritik tersebut kelak menjadi musuhmu di hari kiamat?
Beliau menjawab: “Bila mereka yang menjadi musuhku jauh lebih kusenangi daripada Nabi  yang menjadi musuhku, tatkala beliau bertanya padaku: Mengapa kamu tidak membela sunnahku dari kedustaan?!!! (Al-Kifayah fi Ilmi Riwayah, al-Khathib al-Baghdadi hal. 6)

Kami di sini bukan untuk membantah secara detail,  karena itu butuh berjilid jilid buku,  karena setiap permasalahan yang beliau utarakan sangat layak dibantah dengan satu judul buku khusus,  tapi ini hanyalah catatan ringan beberapa ketergelinciran penulis buku -semoga Allah memberinya hidayah-:

A.  Masalah Aqidah

1. Aqidah Asma wa Shifat
Dalam tauhid asma wa shifat,  penulis mengikuti metode tafwidh dan tawil. (hal. 126> Dua metode yang diingkari oleh para ulama salaf shalih.  (Lihat buku kami Membela Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah)

2. Mengingkari Ketinggian Allah di atas langit
Penulis tidak mengimani ketinggian Allah di atas langit (hal.  151)
Aqidah ini jelas bertentangan dg Al Quran,  hadits,  ijma,  fithrah dan akal.  (Lihat buku kami Di Mana Allah?  )

3. Membolehkan Sholat Di Masjid Yang Ada Kuburnya.  (hal. 258)
Pemahaman ini tidak benar, para ulama bersepakat bahwa hal itu juga termasuk dilarang juga.  (Lihat kitab Tahdzir Sajid karya Al Albani)

4. Menyebarkan Kedustaan Tentang Salafi Wahabi dg fitnah2 keji dengan menyebut mereka Khawarij,  suka membunuh dll dg menukil ucapan as Showi dan Zaini Dahlan.  (hal.  389, 396)
Sungguh ini adalah tuduhan yg sangat keji, sebagaimana kami jabarkan dalam buku kami “Meluruskan Sejarah Wahhabi”.

B.  Masalah Hadits
1. Mengingkari hadits Jariyah tentang Allah di atas langit, dan menilainya sebagai hadits yg mudhthorib (hal.  147)
Padahal para ulama ahli hadits telah sepakat menshohihkan hadits ini dan membelanya dari rongrongan ahli bidah yg mengingkarinya karena tidak sesuai dg aqidah mereka.  (Lihat buku kami Membela Hadits Nabi)

2. Mengingkari hadits tentang orang tua Nabi di neraka dg mengatakan hadits ini mesti ditakwilkan karena dianggap bertentangan dg nash Al Quran.  (hal.  363)
Padahal hadits tersebut shohih dengan kesepakatan ulama.  Dan mereka membantah ketegelinciran as Suyuthi dalam hadits tersebut.  (Lihat buku kami Membela Hadits Nabi)

3. Masalah Fiqih
Membolehkan cukur jenggot dan tidak wajib memelihara jenggot dengan alasan bahwa itu hanya masalah tradisi (174, 175)
Pendapat ini salah fatal, karena para ulama telah sepakat mewajibkan memelihara jenggot dan mengharamkan mencukurnya, bukan sekedar makruh menurut istilah fikih belakangan.  (Lihat buku kami Bangga Dengan Jenggot)

2. Membolehkan isbal asal tidak sombong.  (167)
Ini adalah pendapat yang lemah, sebagaimana dibantah secara panjang oleh Syaikhuna Walid bin Saif Alu Nashr dlm bukunya Al Isbal Li Ghoiril Khuyala.

3. Membolehkan perayaan maulid Nabi dan mengklaim bahwa Ibnu Taimiyyah membolehkannya.  (hal.  353)
Ini adalah pendapat yang lemah dan klaim dusta terhadap Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah. (Lihat buku kami Polemik Perayaan Maulid Nabi)

Inilah sedikit catatan tentang buku yang penulisnya lagi viral saat ini. Sebenarnya masih banyak lagi lainnya, semoga dimudahkan pada kesempatan lainnya.
Dan telah sampai kabar padaku bahwa salah seorang ustadz sunnah telah mengkritisi buku tersebut dalam bantahan secara khusus.  Semoga Allah memudahkannya.

Ya Allah,  saksikanlah bahwa kami telah menyampaikan dan menunaikan kewajiban kami. Selanjutnya,  kepadaMu kami berdoa agar menampakkan kebenaran kepada kami dan memudahkan kami untuk mengikutinya. 

Ditulis oleh hamba yang faqir ila maghfiroti Robbihi

Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi

Gresik,  14 Rabiul Awal 1439

Iklan

Hukum memberi sedekah kepada orang yang telah mendapatkan upah dari hasil bekerjanya

Standar

[11:23 29/11/2017] ‪+62 813-3303-xxxx‬: Bismillah

ustadz @⁨Ustad Adhim⁩ , mau tanya tentang hukum memberi sedekah pada orang yang biasa membantu mengangkatkan barang kita, padahal orang tsb sudah digaji oleh toko tempat kita belanja, qadarallah sudah kenal baik puluhan tahun dengan orang tsb dan rasanya gak tega kalau gak ngasi, padahal walau gak dikasi pun orang tsb tetep baik nolong kita
[8:45 30/11/2017] Abu Ammar al Ghoyami: Barakallahu fiik 

Seorang pegawai atau pekerja atau karyawan yang bekerja kepada instansi atau lembaga sosial atau pendidikan atau pondok atau perusahaan atau  perorangan, yang ia digaji atau diupah oleh yang ia bekerja padanya sesuai dengan tugas atau kewajiban tertentu, sesuai dengan SOP atau aqad kerjanya tidak boleh menerima manfaat dari siapa saja yang berhubungan dengan tempat kerjanya, berupa hadiah  atau tip atau sampingan atau ceperan dan istilah semisalnya, dan ia dilarang menerima oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beliau mengategorikan tindakan zhalim terhadap harta milik  tempat ia bekerja. Bahkan beliau shallallahu alaihi wasallam mengancamnya jika ia tidak kembalikan kepada tuan harta tersebut sampai mati maka ia kelak mempertanggungjawakannya di akherat. (sebagaimana hadits Abu Humaid Abdurrahman bin Saad as Saidi, HR. Bukhari dan Muslim, Muttafaqun alaihi) 
Sehingga :

1. Hadiah atau tip atau semisalnya bagi pekerja atau pegawai itu ghulul alias curang terhadap harta tuannya dan termasuk kezhaliman

2. Pekerja atau pegawai tidak berhak sedikit pun terhadap harta yang diberikan manusia kepadanya terkait pekerjaannya 

3. Tidak halal bagi pegawai, baik PNS atau swasta, di instansi pemerintahan atau swasta, lembaga pendidikan umum, swasta maupun pondok pesantren, dan semisalnya, atau pekerja pelayan di toko, di badan usaha jasa dan semisalnya, menyibukkan diri dengan profesinya untuk mendapat manfaat pribadi

4. Bagi pekerja, pegawai seperti tersebut di atas yang mengambil atau meminra harta hadiah atau tip atau semisalnya berarti memakan harta haram

5. Dilarang memberi pekerja atau pegawai tip atau hadiah atau semisalnya sebab itu ghulul bagi pekerja tersebut

Demikian faedah dari masalah ini sebagaimana di dalam Bahjatun Nazhirin Syarah Riyadhish Shalihin, Syeikh Salim al Hilali, jilid 1,halm. 305.
Wallahu a’lam 
Abu Ammar al-Ghoyami

Wanita salaf 2

Standar

WANITA KAUM SALAF  (bagian 2)
(Antara kehormatan, kesucian dan akhlak yang mulia)
Dahulu di Baghdad ada seorang lelaki penjual kain yang memiliki harta yang banyak, ketika dia sedang berada di  tokonya datanglah seorang wanita yang mencari sesuatu untuk dia beli. Wanita ini pun berbincang2 dengan si pedadang sambil membuka wajahnya, maka sang pedagang pun terkesima dan sangat kagum dengan apa yang dia lihat.
Si wanita berkata: aku datang ke sini bukan untuk membeli sesuatu darimu akan tetapi aku berlalu lalang di pasar ini untuk mencari lelaki yang bisa menawan hatiku untuk menikahiku, dan aku merasa engkaulah orangnya, sesungguhnya aku memiliki harta yang banyak, sudikah anda menikahiku???
Si penjual berkata: sesungguhnya aku memiliki putri pamanku dialah istriku, aku berjanji kepadanya agar tidak membuatnya cemburu, dan darinya Allah menganugrahiku seorang putra.
Si wanita berkata: aku ridho sekiranya engkau datang kepadaku seminggu dua kali saja,…. setelah mempertimbangkan keadaan maka si lelaki ini pun setuju, kemudian terjadilah akad dan lelaki tersebut masuk ke rumah istri barunya.
Setelah berlalu malam pertama, Si lelaki tersebut kembali ke rumahnya dan berkata kepada istrinya: sebagian kawan2ku telah memintaku agar aku menginap satu malam di rumahnya .
Waktupun berlalu dan lelaki ini bermalam di rumah istri (barunya) pada tiap bagiannya. Dia berangkat sesudah waktu dzuhur dan hal itu berlangsung selama 8 bulan. Sang istri (pertama) mulai melihat ada keanehan pada sang suami,  maka dia berkata kepada budak wanitanya: “jika suamiku keluar maka perhatikanlah kemana dia pergi?”
Maka si budak mengikutinya dan si lelaki tersebut berngkat menuju tokonya, ketika tiba waktu dzuhur maka si lelaki berdiri dan berlalu pergi, si budak terus mengikutinya dan tidak tau kemana suami majikannya itu pergi, sampai dia melihat bahwa sang majikan masuk ke rumah seorang wanita.
Kemudian budak wanita tsb bertanya kepada para tetangga: siapakah pemilik rumah ini? Mereka menjawab:  Ini adalah rumah seorang gadis yang baru menikah dengan seorang pedagang kain.
Si budakpun pulang ke rumah majikannya, dan menceritakan apa yang dia lihat. Maka majikannya (istri pertama) berkata: jangan engkau kabarkan hal ini kepada siapapun,!!!! …  wanita inipun tidak menampakkan sesuatu yang berbeda di depan suaminya. 
setahun waktu telah berlalu, maka sang suami tersebut jatuh sakit dan akhirnya wafat, dia meninggalkan 8000 dinar, berdasarkan ilmu faraidh maka istrinya mendapat 1/8  dari harta suami yakni 1000 dinar sedang sisanya 7000 dinar untuk putranya (secara ashobah) 
Si wanita ini membagi 1000 dinar menjadi dua bagian dan memasukkan 500 dinar ke kantong, kemudian dia berkata kepada budak wanitanya: ambillah  kantong ini dan pergilah ke rumah wanita yang dinikahi oleh suamiku sampaikan kepadanya bahwa suaminya telah wafat. Dia meninggalkan 8000 dinar, anaknya mewarisi 7000 dinar sebagai haknya (ashobah dlm ilmu faraidh),
 tersisa 1000 dinar maka aku bagi menjadi dua, untukku dan untuknya,  katakan kepadanya ini bagiannya …
Maka berangkatlah budak wanita menuju rumah istri kedua, dia mengetuk pintu, dan menyampaikan kabar kematian lelaki penjual kain yang telah menikahinya…….
Dia juga dengan detail menceritakan kondisi dan pesan majikannya (istri pertama) serta menyerahkan kantong dinar kepadanya, ……maka si wanita inipun menangis tersedu2, kemudian dia membuka kotak dan mengambil secarik kertas..dan berkata kepada si budak:
” kembalilah ke rumah majikanmu, sampaikan salamku kepadanya! kabarkan kepadanya bahwa suaminya telah mentalak aku dan dia juga menulis surat berlepas diri dari aku, dan  kembalikan Uang dinar ini kepadanya, sesungguhnya aku tidak berhak menerima sediditpun dari warisannya”.
Kisah ini diambil dari kitab: 

     

نكاح الصالحات؛ لعبد الملك القاسم ص.26
 ######
1 dinar = 4,25 gram emas murni

500 dinar = 2125 gram emas murni.

                   2 ,125 Kg emas murni

                       Bukan harta yang sedikit.
Akhukum fillah

Fadlan Fahamsyah

Wanita salaf

Standar

Wanita Salaf….
Sebuah riwayat telah menceritakan bahwa Syuraih al-Qadhi* rahimahullah bertemu dengan asy-Sya’bi* rahimahullah kedua-duanya adalah seorang tabi’in.
 Asy-Sya’bi bertanya kepada Syuraih tentang kehidupan rumah tangganya…
Maka Syuraihpun berkata: aku hidup bersama istriku selama 20 tahun tidak pernah aku melihat dia membuatku marah..
Asy-Sya’bi bertanya: bagaimana itu bisa terjadi???
Syuraihpun mulai bercerita: ” ketika di awal malam pertama aku masuk ke kamar istriku, maka aku menjumpai dia adalah seorang wanita yang baik, taat dan memiliki kecantikan yang langkah
Aku berkata dalam hatiku, aku harus berwudhu dan sholat dua rakaat sebagai ungkapan rasa syukurku kepada Allah, …… maka akupun sholat dua rakaat, ketika aku salam maka aku menjumpai istriku ada di belakangku, dia sholat dengan sholatku dan salam dengan salamku…
Ketika rumah sudah hening dari para sahabat dan sanak kerabat maka aku mendatanginya dan mengulurkan tanganku kepadanya
Tiba-tiba istriku berkata: tetaplah di tempatmu, tahan sebentar wahai Abi Umayyah…
Kemudian dia berkata: “sesungguhnya aku adalah wanita yang asing, aku belum mengetahui  akhlak dan kebiasaanmu, maka jelaskan kepadaku apa yang engkau sukai agar aku bisa melakukannya dan sebutkan apa yang engkau benci agar aku meninggalkannya..
Dia melanjutkan: sesungguhnya di Kaummu ada wanita yang pantas untuk engkau nikahi, dan sesungguhmya di kaumku juga ada para lelaki yang sepandan denganku…akan tetapi jika Allah berkehendak maka pasti akan terjadi..takdir telah mempertemukan kita..
Maka lakukan apa yang Allah perintahkan kepadamu….
1. Engkau genggam aku dengan baik
Atau
2. Atau bercerai dangan baik.
Itulah yang bisa aku katakan kepadamu,  dan aku memohon ampunan kepada Allah untukku dan untukmu…
Setelah itu Syuraih berkata kepada asy-Sya’bi: dengan itu istriku membuat aku harus berkata-kata.
maka aku memuji Allah dan berkata kepadanya:
Wahai istriku, Jika yang engkau katakan itu benar maka itu adalah bagian (kebaikanmu) namun jika itu hanya sekedar ucapan tanpa tindakan maka itu akan menjadi hujjah atasmu.
Maka aku katakan kepadanya: aku senang ini dan itu, dan aku membenci ini dan itu.
Apa yang engkau anggap baik maka sebarkan dan apa yang engkau anggap jelek maka tutuplah.
Kemudian istriku berkata: 

Bagaimana kesukaanmu untuk mengunjungi keluargaku? 
Maka aku berkata: aku tidak ingin ipar2ku (keluargamu) bosan kepadaku.
Istriku berkata lagi: 

Siapa saja tetangga yang engkau sukai yang bisa aku izinkan dia masuk rumah kita, dan siapa saja tetangga yang sengkau benci sehingga aku tidak mengizinkannya masuk rumah kita???
Aku katakan kepadanya: 

Aku suka bani fulan mereka orang baik, dan aku membenci bani fulan mereka orang tidak baik.
Syuraih berkata:

Kemudian setelah itu aku habiskan malam dengannya dengan seindah-indahnya malam…aku hidup bersamanya selama setahun tidak ada yang aku lihat darinya kecuali hal yang aku cintai.
Kemudian pada awal tahun aku menjumpai ada seorang wanita di rumahku, maka aku berkata kepada istriku? Siapa wanita itu??? Maka istriku menjawab: dia adalah mertuamu, kemudian wanita ini menoleh ke arahku dan berkata: bagaimana engkau melihat istrimu????
Aku menjawab: dia adalah sebaik-baik istri.
Kemudian mertuaku berkata;

Wahai Abu Umayyah sesungguhnya wanita itu tidak pada kondisi buruk selama dalam dua hal:
Jika dia melahirkan anak Dan jika dia terhormat di sisi suaminya…
Demi Allah….seorang laki2 tidak akan memenuhi rumahnya dengan kejelekan selama ada wanita yang diperlakukan dengan lemah lembut dan penuh kasih sayang.
Maka didiklah jika engkau ingin mendidik
Dan perbaikilah jika engkau ingin memperbaiki.
Syuraih berkata: maka aku hidup bersama istriku selama 20 tahun tidak pernah aku menghukumnya kecuali sekali dan itupun aku menzhaliminya…
Semoga Allah merahmati para salaf.
___________^^^_______
Disarikan dan diterjemahkan dari: 
نكاح الصالحات، ثماره وآثاره لعبد الملك القاسم ص. 33. دار القاسم

Dan
===أحكام النساء لابن الجوزي ص. 134 تنسيق قناة dororsalafia@=====
* Syuraih rahimahullah adalah seorang tabi’in dan Qadhi yang adil dan cerdas diangkat oleh Umar Bin Khottob radhiyallahu anhu untuk menjadi hakim di Kufah
* asy-Sya’bi rahimahullah.. beliau adalah seorang tabi’in terkemuka
Akhukum fillah:

Fadlan Fahamsyah

Nailah

Standar

JALAN CINTA ISTRI PEJUANG
Inilah sebuah kisah,

kisah Yang lama terpendam, 

Kisah tentang kesetiaan dan pengorbanan seorang istri pejuang.
 NA-ILAH BINTI AL-FARAFISHAH
Seorang gadis kristen cantik dari negeri Kufah, berkulit putih, berparas jelita,  berfikiran jernih dan  berakhlak penuh pesona. Laksana bunga harum lagi mekar yang menjadi incaran “para” kumbang.
Keelokan dan keindahannya telah sampai ke telinga sang khalifah amirul mukminiin  Utsman bin Affan Radhiyallahu anhu, maka beliau pun meminang gadis idaman, dan sang khalifah pun menikahinya setelah dia masuk Islam.
Taukah engkau terpautnya umur di antara  keduanya, seorang khalifah Islam berumur senja, menikahi seorang gadis yang masih belia… sebagian riwayat mengatakan umur khalifah 81 tahun sedang umur Nailah masih 18 tahun, sebagian lagi mengatakan  umur Utsman 76 tahun sedang umur Nailah 16 tahun. Dan masih ada riwayat lainnya.
Apakah anda mengira ini pernikahan ala siti nurbaya atau pernikahan yang terpaksa? Tidak, sekali lagi tidak, tapi ini adalah pernikahan karena cinta, pernikahan yang sejarah akan gagal menggoreskan tintanya untuk menulis kisah semisalnya, cinta seorang gadis muslimah dengan seorang ksatria Islam di zamannya..
Di Malam pertama, khalifah menyapa lembut kekasihnya: “wahai Nailah, kenapa  engkau mau menikah dengan lelaki tua seperti aku?”, Nailahpun menjawab: “aku suka dengan lelaki yang lebih tua”, khalifah pun berkata: ” tapi masa tuaku telah melampaui masa tua yang ada” …  Nailah-pun menjawab: TETAPI MASA MUDAMU TELAH ENGKAU HABISKAN BERSAMA RASULULLAH shallallahu ‘alaihi wasallam.
Allahu Akbar…
lihatlah…..
Dia telah memilih pemilik sepasang mata yang dulu pernah melihat dan bersua dengan Rasulullah, Dia telah memilih lelaki ksatria yang menghabiskan masa mudanya demi membela Nabi yang Mulia.
Biduk pernikahanpun berjalan, Utsman bin Affan diperlakukan dengan penuh cinta dan akhlak yang mulia, Nailah pun dianugrahi oleh Allah keberkahan cinta sang Khalifah.
Hari-Hari berjalan, sang Khalifah menaklukkan negeri-negeri kafir, menundukkan dan mengislamkan penduduknya, hingga negeri islam terbentang dari timur hingga ke barat, terbentang dari marocco hingga ke azerbaijan. Semua itu tidak lepas dari peran istri pejuang, istri seorang ksatria yang menemani sang suami dalam suka dan duka….tentunya setelah taufik dari Rabb semesta alam.
Hingga tibalah hari-hari kelam dalam sejarah islam, mucullah ribuan manusia-manusia durjana berhati syetan berkumpul di kota Madinah di saat para sahabat senior beribadah haji di tanah haram, kaum munafikin pengikut Abdullah bin Saba’ mengepung rumah sang khalifah, ingin menjatuhkannya dan mengobarkan api revolusi dan melengserkannya dari tampuk kekhalifahan. 
Para anak2 shahabat yang kalah jumlah bergegas dan segera menuju rumah sang khalifah, menghunuskan pedang dan membela sang khalifah.,,akan tetapi sang Khalifah memerintahkan mereka untuk pulang dan menyarungkn pedang-pedang mereka,  hingga akhirnya manusia-manusia syetan itu berhasil mendobrak pintu rumah sang khalifah, sedang sang khalifah dalam keadaan berpuasa lagi khusyu’ melantunkan Al-Qur’an….Ditemani Nailah sang istri yang tidak sejengkalpun mundur dari menjaga dan melayani sang khalifah ustman bin Affan.
Hingga takdir Allah berjalan, Datang lah manusia terlaknat masuK ke rumah sang KHALIFAH, Mengayunkan pedang ke arah tubuh sang khalifah yang sedang membaca al-Qur’an,….maka dengan cepat Nailah maju menangkis mata pedang yang tajam, hingga jari-jari Nailah terputus demi membela suaminya utsman bin Affan. Namun apalah daya seorang wanita lemah yang sedang melawan manusia iblis yang penuh dengan amarah dan kebencian, tatkala Utsman melihat Na’ilah belum sempat mengenakan hijab demi membelanya, maka Utsman pun berkata: “masuklah ya Na’ilah demi Allah aku terbunuh lebih aku cintai dari pada  auratmu dilihat oleh manusia-manusia ini”,  hingga akhirnya gugurlah sang khalifah Utsman bin Affan sebagai martir Islam, darah Nailah bercampur dengan darah syahid sang khalifah.
Madinah pun bergejolak membara, dalam riwayat  tiada manusia yang berani mengubur ustman karena banyaknya para syetan berkeliaran, hingga Nailah setia mendampingi jenazah sang suami….Nailah meminta bantuan Jubair bin Muth’im untuk mengubur jenazah khalifah, tapi karena bergejolaknya Madinah, maka pemakaman-pun ditunda hingga waktu malam….
Ketika malam tiba, Nailah membewa lentera bersama Jubair bin Muth’im dan beberapa wanita dan lelaki lainnya, Jubair meminta agar Nailah mematikan lentera agar syetan syetan itu tidak mengacaukan pemakaman sang khalifah, Utsman dimakamkan sedangkan Nailah diterpa kesedihan yang mendalam…
Sambil mengubur jenazah sang suami Nailah berkata:
 “ya ustmaaanaaahhhh…. ya amiral mukminiiinah, bagaimana aku tidak bersedih dengan kepergianmu……”
NAILAH pun memperjuangkan hak Qishas suaminya, Ia mendatangi manusia2 di kota madinah akan tetapi usahanya tak berbuah…akhirnya Nailah menulis surat kepada Mu’awiyah selaku Amir negeri Syam dan sebagai keluarga dekat ustman bin Affan.
HINGGA TERJADILAH APA YANG TERJADI…ANTARA ALI DAN MU’AWIYAH.
waktu terus berjalan, Nailah menjanda ditinggal suami tercinta, hari- harinya dipenuhi dengan kerinduan dengan sang khalifah, hingga cinta itu  tak usang di makan zaman tak lapuk dimakan waktu….
Status janda belumlah memudarkan kecantikannya, hingga datanglah lelaki rupawan, bangsawan bahkan bergelar amirul mukminin khalifah Muawiyah bin Abi Sufyan datang  melamar Nailah, …maka Nailah pun bertanya ke wanita yang ada di dekatnya: “apa yang membuat lelaki tertarik denganku padahal aku adalah seorang wanita janda yang terputus jari-jarinya? Wanita itu menjawab: Gigi serimu…maka Nailah-pun memecahkan gigi serinya dan berkata: “demi Allah aku tak akan pernah mengganti cinta Utsman bin Affan”
Masya Allah…lihatlah wanita ini, dilamar seorang lelaki yang memiliki dunianya, tapi dia menolaknya dan lebih berharap menjadi istrinya Utsman bin Affan di dunia dan di akherat…padahal dia seorang janda yang membutuhkan perlindungan.
Waktu telah berlalu Nailah si cantik ini, senyap dari keramaian, dia mengurus putra-putrinya Utsman…membesarkannya dengan penuh cinta, dan dia tidak menikah lagi hingga ajal menjemputnya….innaa lillaahi wainnaa ilaihi raji’uun….
Semoga Allah merahmatimu wahai Nailah…

Semoga Allah mempertemukanmu kembali dengan kekasihmu Utsman bin Affan

Di syurga Utsman akan menjadi pemuda gagah dan engkau menjadi bidadari jelita..insya Allah
Dan semoga wanita2 muslimah setelahmu bisa meneladani kesetiaanmu dan pengorbananmu demi agama dan cintamu…
Akhukum Fillah:

Fadlan Fahamsyah
#Dari berbagai sumber.