Berbahayakah Makan Buah Setelah Makan Nasi?

Standar

Pertanyaan:

Dokter, apakah benar memakan buah setelah makan berat (nasi) tidak baik bagi kesehatan?

Jawaban:

Ada beberapa sumber yang mengatakan bahwa makan buah setelah makan berat (nasi) bisa membahayakan. Karena buah akan terfermentasi/membusuk karena mengantri dicerna oleh usus dengan adanya makanan berat yang diolah di perncernaan. Sifat buah dikatakan tidak bertahan lama sehingga terburu membusuk.

Akan tetapi kami belum menemukan penelitian yang valid mengenai hal ini. Apakah benar buah harus mengantri dahulu dicerna setelah makanan (nasi)? Apakah tidak dicerna bersamaan, apakah benar buah bisa membususk di usus. Kami belum pernah mendengar sebelumnya akan bahaya ini, baik guru-guru kami juga tidak membenarkan kebiasaan salah yang sudah tersebar di masyarakat bahwa makan buah setelah makan nasi (makan berat) berbahaya. Oleh akrena itu, perlu penelitian yang valid.

Akan tetapi ada bebeapa penelitian yang menyatakan bahwa makan buah itu sebaiknya sebelum makan berat (nasi) dengan beberapa alasan:

1. gula darah meningkat cepat setelah perut kososng

Karena gula pada buah lebih cepat diserap, sehingga bermanfaat bagi mereka yang baru kosong perutnya atau ingin segera mengisi tenaga dengan gula. Misalnya makan pada pagi hari.

2. penyerapan nutrisi lebih sempurna

Nutrisi pada buah lebih diserap sempurna, namun jika bersama makanan berat, maka tidak diserap sempurna.

3. bisa untuk diet dan mengurangi porsi makan kandungan serat pada buah membuat agak kenyang sehingga bisa digunakan untuk pola diet.

Dijawab oleh dr. Raehanul Bahraen (pengasuh kesehatanwww.konsultasisyariah.com)

Iklan

Alat Peninggi Badan, Berbahayakah?

Standar

Pertanyaan:

Assalamualaikum Dokter.

Apakah Alat peninggi badan yang sekarang beredar seperti produk JACO manfaatnya seperti yang disebutkan di televisi? Apakah ada efek sampingnya?

Dari: Ely

Jawaban:

Wa’alaikumussalam.

Untuk tahu berbahaya atau tdak kami perlu tahu cara kerjanya dan bagaimana teori dasar yang menjadi acuan. Akan tetapi perlu kami tekankan bahwa alat penambah tinggi badan yang ditawarkan ke masyarakat tidak bekerja dan tidak bisa menambahkan tinggi badan yang sebenarnya. Inti cara menambah tinggi badan adalah dengan membuat badan lebih tegap sehingga lebih tinggi.

Dalam ilmu kedokteran tulang tumbuh sejak lahir sampai umur 25 tahun. Pertumbuhan tulang paling cepat usia 12 – 14 tahun Setelah berumur diatas 14 tahun pertumbuhan tulang pada manusia mulai melambat, dalam satu tahun hanya bisa bertambah 1 cm. Jadi setelah 25 tahun pertumbuhan badan umumnya berhenti. Kalaupun bisa menambah mungkin sangat kecil sekali bisa bertambah. Selain itu tulang mempunyai katup, jika sudah tertutup maka tulang sudah tidak bisa tinggi lagi walaupun masih dalam pertumbuhan.

Cara yang paling sering kami dengar adalah dengan cara menarik-narik. Ini agak berbahaya jika terlalu keras apalagi bagian belakang tulang. Perlu diketahui tulang belakang mempunyai bantalan yang bersifat elastis. Saat ditarik mungkin bisa terkesan lebih tinggi akan tetapi ia akan kembali lagi ke posisi semula karena elastis.

Ada cara ekstrim yaitu dengan melakukan operasi, terutama operasi bedah tulang. Hanya saja cara ini agak lama, kemudian perlu waktu penyembuhan dan masih ada dokter yang menyatakan cara ini tergolong ekstrim.

Dijawab oleh: dr. Raehanul Bahraen

artikel www.konsultasisyariah.com

Perbedaan Batuk-Pilek dan Influenza

Standar

Pembaca yang budiman, ketahuilah bahwa berbeda antara batuk pilek dengan influenza. Simak uraian berikut ini..
Batuk pilek/common cold/nasofaringitis

batuk pilek dimulai 2-3 hari setelah terjadinya infeksi.
gejala khasnya, yaitu bersin-bersin, hidung berair, hidung tersumbat, batuk, suara serak
berlangsung kurang lebih seminggu atau 2-3 hari bila gejalanya ringan
jika lebih dari 2 minggu belum hilang juga, bisa jadi penyebabnya adalah alergi.
terkadang muncul juga gejala lain seperti sakit kepala, demam, otot kaku dan nyeri, lelah dan hilang nafsu makan.

Influenza

gejala awalnya memang mirip, tapi gejala batu pilek lebih ringan dibandingkan influenza.
influenza cenderung menimbulkan demam, otot kaku, dan batuk yang lebih parah.

Penyebab

batuk pilek maupun influenza sama-sama disebabkan oleh berbagai virus, jadi antibiotic seperti amoxisilin tidak berguna, antibiotik berguna jika ada infeksi sekunder bakteri
ditambah juga turunnya daya tahan tubuh karena stres, dingin, perubahan cuaca, kurang gizi, kecapekan dan lain-lain
menular baik langsung dan tidak langsung

Terapi

secara umum bisa sembuh sendiri dengan istirahat, imunitas/daya tahan tubuh yang baik bisa menyembuhkan
meningkatkan daya tahan tubuh
cara tradisional/bahan alami:

minumlah banyak cairan, terutama air putih, jus buah segar atau teh herbal panas.

mengkonsumsi sup sayuran dengan bumbu bawang putih akan sangat membantu. Karena bawang putih banyak mengandung bahan kimia yang berfungsi antimikroba, antivirus dan antiprotozoa.

vitamin C dalam dosis tertentu, buah yang mengandung vitamin C

untuk mengatasi batuk, buat ramuan madu dan jeruk nipis. Jika cukup parah buatlah ramuan lidah buaya dan madu.

Obat alami dahulu baru obat kimia

Salah satu kampanye yang digaungkan kembali di zaman modern ini adalah “back to nature”, sangat baik terlebih-lebih jika menggunakan thibbun nabawi dan zat-zat yang disebutkan dalam Al-Quran dan Sunnah seperti Madu dan Habbatus sauda.

Seorang ulama besar sekaligus dokter di zamannya Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullahu berkata, “Sungguh para tabib telah sepakat bahwa ketika memungkinkan pengobatan dengan bahan makanan maka jangan beralih kepada obat-obatan (kimiawi, pent.). Ketika memungkinkan mengkonsumsi obat yang sederhana, maka jangan beralih memakai obat yang kompleks. Mereka mengatakan, ‘Setiap penyakit yang bisa ditolak dengan makanan dan diet tertentu, janganlah mencoba menolaknya dengan obat-obatan’.”1

Oleh karena itu jika sakit maka sebaikinya jangan langsung mengkonsumsi obat-obat kimia, sebaiknya menggunakan bahan alami dahulu. Atau jika penyakitnya cukup ringan tidak perlu menggunakan obat, biarlah imunitas tubuh yang bekerja sehingga imunitas tubuh juga tidak manja dan terlatih melawan penyakit. Tetapi ini adalah pilihan karena pengobatan juga melibatkan faktor sugesti, ada yang sugestinya sembuh jika menggunakan obat alami tertentu, sembuh dengan sugesti dengan obat kimia tertentu.
Tingkatkan daya tahan tubuh

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ هَذِهِ الحَبَّةَ السَّوْدَاءَ شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ، إِلَّا مِنَ السَّام

”Sesunggunya pada habbatussauda’ terdapat obat untuk segala macam penyakit, kecuali kematian” [Muttafaqun ‘alaihi HR. Bukhori no. 5687, Muslim no. 2215]

Ulama dan dokter muslim yang terkenal Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah rahimahullahu dalam kitab tibbun nabawi menjelaskan tentang habbatus sauda: “Habbatus sauda memiliki sangat banyak manfaat, sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “obat untuk segala macam penyakit”, sebagaimana firman Allah, “Menghancurkan segala sesuatu dengan perintahan Rabb-nya”. Yaitu segala sesuatu yang bisa hancur dan semisalnya. Dan habbatus sauda bermanfaat menyembuhkan segala macam penyakit yang bersifat dingin dan penyakit yang bersifat panas dan kering.”2
Secara kedokteran

Bisa diberikan immunomudolator, dengan merek dagang: imunos, formuno, stimuno, imbost dan lain-lain.

**
Catatan Kaki

1 Thibbun Nabawi lii Ibnil Qayyim hal. 9, Maktabah Ats-Tsaqafi, Kairo

2 Thibbun Nabawi hal 287, maktabah Ats-Tsaqofiy, Koiro, Tahqiq Dr. Hamid Muhammad Ath-Thohir

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Artikel http://muslimah.or.id

http://muslimah.or.id/kesehatan-muslimah/perbedaan-batuk-pilek-dan-influenza.html

Lotus Birth: Antara Fakta Medis dan Kepercayaan

Standar

Zaman yang semakin maju ternyata tidak serta merta menyebabkan orang meninggalkan hal-hal yang bersifat alami. Fakta yang berkembang justru sebaliknya. Banyak orang yang tertarik untuk beralih kepada hal-hal yang bersifat lebih alami dalam banyak hal, seperti dalam pengobatan, termasuk juga teknik melahirkan. Setelah water birth dan hypnobirthing, saat ini muncul pula metode melahirkan bernama lotus birth, yaitu proses melahirkan bayi dengan tetap membiarkan plasenta terhubung dengan tali pusat bayi selama beberapa hari. Hal ini berarti plasenta dan tali pusat yang menempel di pusar bayi tidak langsung dipotong seusai persalinan, namun dibiarkan mengering dan terputus sendiri.

Metode melahirkan ini awalnya banyak dipraktekkan di negara Tibet yang beragama Budha, suku Aborigin di Australia, dan Bali, yang mayoritas beragama Hindu. Praktek oleh tenaga medis pertama kali diperkenalkan di Amerika, dan saat ini juga banyak dilakukan di Australia. Para ibu yang pernah melakukan lotus birth mengaku merasakan banyak manfaatnya, terutama manfaat psikologis, seperti kedekatan ibu dan bayi, kedamaian, ketenangan, dan perasaan tetap terhubung dengan bayinya walaupun bayi itu telah dilahirkan.

Selain manfaat psikologis, para penganjur lotus birth juga mempercayai beberapa manfaat metode ini, yaitu:

  1. Metode melahirkan ini lebih alami
  2. Bayi mendapat tambahan darah dari ibunya sekitar 100 ml, sehingga bayi tidak kekurangan hemoglobin, dapat mencegah bayi kekurangan zat besi,  dan membuat bayi memiliki kekebalan tubuh yang tinggi, karena diklaim bahwa darah yang masih mengalir dari plasenta dapat memberikan tambahan oksigen, makanan dan antibodi untuk bayi.
  3. Tambahan darah ini juga memastikan bayi mendapatkan pasokan darah yang cukup untuk jantung dan otaknya
  4. Dalam kepercayaan para praktisi lotus birth, plasenta juga merupakan bagian dari organ bayi yang tersambung dengan ibunya. Pemutusan paksa (dengan dipotong seperti yang dilakukan praktisi medis pada umumnya) dapat dikatakan sebagai perlakuan yang kurang manusiawi. Selain itu, lotus birth juga bisa dikatakan sebagai metode penghormatan terhadap bayi dan membiarkannya memasuki dunia dengan damai, tanpa paksaan.

Pada metode lotus birth, tali pusat bayi sama sekali tidak diklem dan dipotong hingga terlepas dengan sendirinya. Waktu lepasnya plasenta dan tali pusat ini dapat mencapai 3 sampai 10 hari, dan dalam waktu tersebut, ibu harus selalu membawa plasenta bersama bayinya. Plasenta biasanya  diletakkan dalam tempat seperti tupperware atau baskom, dengan diberi garam, wangi-wangian, atau rempah-rempah untuk mengurangi bau tidak sedap.  Meskipun diminati dan mulai banyak dipraktekkan, metode ini belum dilakukan di rumah sakit, melainkan hanya di klinik-klinik bersalin atau rumah-rumah bidan, karena dari sisi medis, metode ini masih belum diakui keefektifan dan keamanannya.

Menurut juru bicara Royal College of Obstetricians and Gynaecologist (RCOG) yang dimuat oleh Wikipedia, belum ada bukti yang mendukung adannya manfaat kesehatan bagi bayi yang dilahirkan dengan metode lotus birth. Sebaliknya, menurutnya, apabila dibiarkan selama beberapa saat setelah kelahiran, maka akan ada peningkatan risiko infeksi pada plasenta yang dapat menyebar ke tubuh bayi. Plasenta rentan terkena infeksi, karena mengandung banyak darah. Selain itu, setelah dilahirkan, plasenta merupakan  jaringan mati yang tidak dapat mengalirkan darah lagi. RCOG juga merekomendasikan bahwa bayi yang dilahirkan dengan metode lotus birth harus diawasi dengan seksama agar tidak mengalami infeksi.

Seperti yang diketahui, prosedur medis yang umum dilakukan ketika persalinan adalah memotong tali pusat dengan segera untuk mencegah perdarahan setelah melahirkan (postpartum hemorrhage). Manfaat dari tidak memotong tali pusat seperti yang dilakukan pada lotus birth belum didukung oleh data-data penelitian ilmiah, melainkan lebih banyak dipengaruhi oleh kepercayaan. Memang, terdapat beberapa penelitian tentang manfaat penundaan pemotongan tali pusat selama 1 sampai 3 menit setelah keluarnya bayi, atau setelah tali pusat berhenti berdenyut, terhadap kesehatan  bayi.

Hasil beberapa penelitian tersebut menunjukkan bahwa penundaan pemotongan tali pusat  1 sampai 3 menit setelah kelahiran terbukti efektif dalam mencegah anemia pada bayi baru lahir hingga beberapa bulan setelahnya. Penundaan pemotongan plasenta ini terbukti meningkatkan kadar hemoglobin, kadar hematokrit, dan kadar simpanan besi (ferritin). Penundaan sampai 3 menit juga terbukti meningkatkan volume darah bayi sebanyak 20ml/kg BB dan penambahan kadar besi sebanyak 30-50mg/kg BB, sehingga bermanfaat dalam mencegah terjadinya anemia pada bayi baru lahir. Penundaan pemotongan tali pusat selama beberapa menit atau sampai plasenta berhenti berdenyut juga telah dipraktekkan pada bayi-bayi prematur, dan terbukti bermanfaat. Hal ini dikarenakan karena beberapa bayi prematur mengalami anemia, sehingga penundaan pemotongan tali pusat yang dapat membantu meningkatkan kadar hemoglobin dan volume sel darah merah bermafaat bagi mereka.

Beberapa permasalahan kesehatan bayi baru lahir yang dikhawatirkan juga diteliti pada penelitian tersebut, seperti: hiperbilirubinemia (peningkatan kadar bilirubin akibat peningkatan kadar hemoglobin dalam darah bayi), polisitemia (peningkatan persentase volume sel darah merah di dalam darah sampai 65% atau lebih), transient tachipnea (peningkatan frekuensi nafas bayi baru lahir akibat keterlambatan penyerapan cairan paru-paru), dan perdarahan pasca melahirkan. Akan tetapi, hampir semua penelitian tidak dapat membuktikan hubungan yang signifikan antara penundaan pemotongan tali pusat selama 1-3 menit dengan timbulnya berbagai gangguan kesehatan tersebut.

Berdasarkan fakta-fakta medis yang ada, dapat disimpulkan sementara bahwa belum ada pedoman medis tentang waktu yang tepat untuk pemotongan tali pusat, akan tetapi, terdapat beberapa bukti bahwa penundaan pemotongan tali pusat selama 1 sampai 3 menit ternyata bermanfaat bagi bayi baru lahir dan tidak menimbulkan efek yang membahayakan baik bagi ibu dan bayi. Sedangkan membiarkan tali pusat selama beberapa hari seperti dalam metode lotus birth belum dapat diakui secara ilmiah. Selain itu, ternyata  praktek ini juga berasal dan berkembang dari kepercayaan orang-orang di luar agama  Islam. Jadi, bagi Anda yang mulai melirik metode ini, ada baiknya untuk mempertimbangkan kembali antara manfaat dan kerugiannya.

Penulis : dr. Liz Marisa

Akupuntur VS Thibbun Nabawi ???

Standar

Agak geli juga mendengar yang berkata,

“ngapain pakai pengobatan akupuntur, itu kan dari negeri kafir Cina? Mending Pakai aja thibbun nabawi !”

Ini adalah perkataan orang yang tidak berilmu dan tidak memahami agama Islam dengan baik. Perlu diketahu bahwa agama Islama adalah agama yang adil dan mengandung hikmah. Islam tetap memerintahkan agar bersikap adil meskipun kepada orang di luar Islam.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ.

“Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (Al-Mumtahah: 8)

Berkata Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’diy rahimahullah,

لا ينهاكم الله عن البر والصلة، والمكافأة بالمعروف، والقسط للمشركين، من أقاربكم وغيرهم، حيث كانوا بحال لم ينتصبوا لقتالكم في الدين والإخراج من دياركم، فليس عليكم جناح أن تصلوهم، فإن صلتهم في هذه الحالة، لا محذور فيها ولا مفسدة

“Allah tidak melarang kalian untuk berbuat baik, menyambung silaturrahmi, membalas kebaikan , berbuat adil kepada orang-orang musyrik, baik dari keluarga kalian dan orang lain. Selama mereka tidak memerangi kalian karena agama dan selama mereka tidak mengusir kalian dari negeri kalian, maka tidak mengapa kalian menjalin hubungan dengan mereka karena menjalin hubungan dengan mereka dalam keadaan seperti ini tidak ada larangan dan tidak ada kerusakan.”[1]

Begitu juga dengan akupuntur, walapun produk orang kafir. Tetapi kita tidak mesti harus “phobia” atau bersikap antipati. Dan perlu diketahui bahwa akupuntur sudah diakui oleh dunia, bahkan sudah dibuktikan oleh kedokteran modern dengan berbagai penelitian bahkan akupuntur sudah menjadi terapi resmi di poliklinik beberapa rumah sakit.

Beberapa ulama sudah menjelaskan mengenai hal ini.

Syaikh prof. Abdullah bin Jibrin rahimahullah berkata,

وأما الأبر الصينية فإن ثبت نفعها أو كان نفعها أكثر من ضررها إذا وجد لها ضرر ، فلا بأس باستخدامها

“adapun pengobatan akunpuntur dari Cina maka telah benar manfaatnya dan manfaatnya lebih banyak dari madharatnya (rasa sakit yang sangat sedikit, pent), jika memang ada madharatnya. Tidak mengapa menggunakannya.”[2]

Dalam Fatwa Al-Islamiyah,

والإبر الصينية نوع من أنواع العلاج استخدم منذ خمسة آلاف سنة، بعد أن لوحظ أن تدليك نقاط معينة في الجسم يحدث تأثيراً إيجابياً في تحفيف الألم.….

ولا حرج في التداوي بهذه الأنواع – وكذا الإبر الصينية- مادامت تستخدم من قبل مختص خبير في هذا النوع من العلاج، لأن العلاج عند غير مختص قد يسبب ضرراً بالغاً لخطورة

“pengobatan akupuntur salah satu metode pengobatan yang digunakan sejak 5000 tahun yang lalu. Setelah diteliti peminjatan/penekanan pada satu titik tertentu di badan menghasilkan pengaruh yang positif dan mengurangi rasa sakit… demikian juga pengobatan akupuntur, selama dilakukan oleh ahli yang khusus dan berpengelaman, karena berobat dengan bukan ahlinya bisa menimbulkan bahaya. Tidak mengapa berobat dengan ini” [3]

Salah Paham tentang thbbun nabawi

Perlu diluruskan juga , bukan berarti Jika tidak menggunakan pengobatan nabawi berarti tidak memilih pengobatan nabawi dan tidak mengikuti sunnah. Ini adalah pandangan kaku sebagian kecil saudara kita, perlu diketahui hukum asal berobat adalah mubah karena ini adalah masalah dunia dan tidak berkaitan dengan ibadah. Sesuai dengan kaidah fiqhiyah,

الأصل في الأسياء الإباحة

“Hukum asal sesuatu (perkara dunia) adalah mubah”

Begitu juga dengan thibbun nabawi, akan tetapi jika bisa mendapat pahala jika melakukan thibbun nabawi atas dasar kecintaan terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena perkara mubah bisa menjadi sunnah, wajib, makruh atau haram sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Selaras dengan kaidah fiqhiyah,

الوسائل لها أحكام المقاصد

“hukum wasilah [perkara mubah] sesuai dengan hukum tujuan”

Oleh karena itu seseorang boleh berobat dengan thibbun nabawi, boleh juga tidak dan jika ia tidak menggunakan thibbun nabawi ia tidak berdosa dan tidak tercela. Ia menjadi tercela jika tidak beriman dan tidak percaya keutamaan thibbun nabawi. Misalnya tidak percaya, bahwa air zam-zam itu khasiatnya sesuai hajat peminumnya, tidak percaya bahwa madu itu penyembuh bagi manusia (syifaa’un linnaas). Tidak percaya bahwa habbatus sauda adalah obat segala penyakit dan lain-lain. Karena dalil-dalil tersebut sahih.

Banyak metode pengobatan yang mubah sebagai karunia Allah

Berbagai macam metode pengobatan sudah ditemukan oleh manusia dari berbagai suku, ras dan bangsa. Demikianlah ini adalah karunia dari Allah. Kita boleh berobat denggan metode mana saja asalkan tidak mengandung keharaman.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللهَ لَمْ يَنْزِلْ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ مَعَهُ دَوَاءً جَهِلَهُ مَنْ جَهِلَهُ وَعَلِمَهُ مَنْ عَلِمَهُ

“Sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan penyakit melainkan menurunkan bersamanya obatnya. Tidak tahu orang yang tidak tahu dan tahulah orang yang tahu”[4]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إن الله أنزل الدواء، وأنزل الداء، وجعل لكل داء دواء، ولا تداووا بحرام

“Sesungguhnya Allah lah yang menurunkan obat dan penyakit. Allah jugalah yang menjadikan obat setiap penyakit. Maka janganlah kalian berobat dengan yang haram”[5]

Demikian semoga bermanfaat.

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

[1] Taisir Karimir Rahmah hal. 819, Dar Ibnu Hazm, Beirut, cet. Ke-1, 1424 H

[2] Sumber: http://www.islamqa.info/ar/ref/11956

[3] Sumber: http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=7793

[4] HR. Ahmad No. 3922, Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shahih lighairihi

[5] HR. Abu Daud 3874