Kemuliaan wanita dalam islam 48-49 

Standar

Kemuliaan wanita dalam islam 48-49
الرسول صلى الله عليه وسلم يكرم البنات 

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memuliakan anak-anak wanita 

لقد أمر الرسول صلى الله عليه وسلم الآباء والمربين بحسن صحبة البنات، والعناية بهن، ورغب في الإحسان إليهم، ورحمتهن: 

sungguh rasulullah Shallallahu alaihi wasallam telah memerintahkan para ayah dan para pendidik agar memberikan kebaikan di dalam mendampingi anak-anak perempuan, dan agar memperhatikan mereka dengan sesungguhnya dan memotivasi agar berbuat baik kepada anak-anak perempuan, dan agar memberikan belas kasih kepada mereka 

١ –  قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من عال(١) جارتين حتى تبلغا(٢) جاء يوم القيامة أنا وهو – وضمَّ أصابعه – أي : معًا. رواه مسلم 

1. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam adalah bersabda : barangsiapa yang mencukupi nafkah (1) dua anak perempuan hingga baligh(2) niscaya dia kelak akan datang pada hari kiamat sedangkan keadaan saya dengan dia – seraya beliau merapatkan jemari beliau – artinya bahwa Rasulullah dengan dia bersama. Riwayat Muslim 

٢ – وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من عال جارتين حتى يدركا، دحلت أنا وهو الجنة كهاتين. رواه مسلم 

2. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda : barangsiapa yang mencukupi nafkah dua anak perempuan hingga mencapai baligh, maka niscaya aku dan dia akan masuk ke dalam surga seperti dua jari ini (jari telunjuk dan jari tengah). Riwayat Muslim 

٣ – وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من كان له ثلاث بنات فصبر عليهن، وأطعمهن، وسقاهن وكساهن من جدته – (يعني ماله) – كن له حجابًا من النار. صحيح الألباني في صحيح الجامع 

3. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda : siapa saja yang dia mempunyai 3 anak wanita dan bersabar atas mereka, dan memberikan makan mereka, memberi minum mereka, dan memberi mereka pakaian mereka dari jerih payahnya – (artinya dari hartanya) – niscaya mereka kelak bagi ayah menjadi penghalang dari neraka. Shahih Al Albani dalam Shahihul Jami’

٤ – من ابتلي من هذه البنات بشيء فأحسن إليهن، كن له سترًا من النار. متفق عليه. 

4. Barangsiapa yang diuji berupa anak-anak wanita sedikitpun dan berbuat baik kepada mereka, baginya ada penghalang dari neraka. Mutafaqun Alaihi

قوله صلى الله عليه وسلم : بشيء يصدق على البنت الواحدة. 

Sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam : hal ini membenarkan meskipun diuji dengan satu anak wanita 

٥ – وعن عائشة رضي الله عنها قالت : جاءت مسكينة تحمل ابنتين لها، فأطعمتها ثلاث تمرات، فأعطت كل واحدة تمرة، ورفعت إلى فيها تمرة لتأكلها فاستطعمتها ابنتاها، فشقت التمرة التي كانت تريد أن تأكلها بينهما، فأعجبني شأنها، فذكرت الذي صنعت لرسول الله صلى الله عليه وسلم فقال : إن الله قد أوجب لها بها الجنة، أو أعتقها بها من النار. متفق عليه. 

5. Dari Aisyah radhiyallahu anha berkata : telah datang kepadaku seorang wanita miskin dia membawa dua putrinya, maka aku memberikan kepadanya 3 butir kurma, maka wanita miskin itu memberi setiap mereka sebutir kurma, kemudian dia mengangkat menuju mulutnya sebutir kurma untuk memakannya, tiba-tiba dua anak perempuannya meminta lagi kepadanya, maka diapun membelah kurma tersebut yang hendak dia memakannya untuk kedua putrinya. Maka benar-benar mengagumkanku perkara wanita tersebut. Maka akupun menyebutkan apa yang telah diperbuat oleh wanita miskin tersebut kepada rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Dan beliau bersabda : sesungguhnya Allah sungguh telah mewajibkan bagi wanita itu dengan sebab apa yang dia lakukan tadi ke dalam surga, atau sungguh anak perempuan tadi telah membebaskan wanita tersebut dari neraka. Mutafaqun Alaihi. 

٦ – وقال محمد بن سليمان : البنون نعم، والبنات حسنات، والله عز وجل يحاسب على النعم، ويجازي على الحسنات

6. Muhammad bin Sulaiman berkata : anak-anak laki-laki adalah nikmat, sedangkan anak-anak perempuan adalah amalan kebaikanq. Sedangkan Allah akan menghisab seseorang atas nikmat-nikmat, dan Allah akan memberikan ganjaran atas perbuatan baik. 

___

(١) عال: قام بمؤونة بنتين، وأنفق عليهما

(1) mencukupi nafkah artinya orang yang menunaikan hajat hidup dua anak wanitanya, dan menafkahi mereka berdua 

(٢) حتى تبلغا: أي تتزوجها، قال القرطبي: أي إلى أن تستقلا بأنفسهما، وذلك أن يدخل بهن، ولا يعني بلوغ المحيض، إذا تتزوج قبل ذلك، وقد تبلغ غير مستقله بنفسها، ولو تركت لضاعت، ولذا لا تسقط نققتها عن الأب بالبلوغ، بل بالدخول بها. 

(2) hingga baligh artinya sehingga walinya menikahkannya, Al Qurtubi berkata: artinya sampai masa dua anak perempuan tersebut terbebas dengan diri mereka sendiri, dan hal itu adalah jika wali telah menikahkannya, dan tidaklah yaitu baligh dengan datangnya haid, karena terkadang bisa jadi anak perempuan itu menikah atau dinikahkan sebelum hak itu dan terkadang anak gadis itu sudah baligh akan tetapi dirinya belum terbebas dirinya meskipun tidak dinafkahi maka dia akan musnah tanpa faedah, oleh karena itu tidaklah gugur nafkah wanita tersebut dari ayahnya dengan sebab dia baligh, akan tetapi yang benar adalah dengan adanya suami bagi wanita tersebut 

 

Iklan

Kemuliaan wanita dalam islam 46-47 

Standar

Kemuliaan wanita dalam islam 46-47
حرية المرأة في اختيار الزوج

Kebebasan seorang wanita memilih calon suami 

لقد كرم الإسلام المرأة، وحفظ لها حقها في اختيار الزوج، واحترم إرادتها وهذا الموقف من أدق المواقف في حياتها، وأمسها بمستقبلها وتجلى هذا التكريم وهذه الحرية للمرأة فيما يلي 

Sungguh islam telah memuliakan kaum wanita, dan menjaga untuk wanita hak-haknya di dalam memilih calon suami. Dan islam memberikan kehormatan keinginannya. Dan posisi memilih pasangan hidup ini termasuk diantara posisi yang paling pelik di dalam kehidupannya. Dan yang paling pentingnya terhadap masa depannya. Dan menjadi jelas pemuliaan ini dengan keterangan kebebasan wanita dalam memilih suami, dan kebebasan ini yang diberikan kepada wanita ada pada hal-hal berikut ini :

إذن البنت في الزواج : لقد أعطى الإسلام حق المرأة البكر في اختيار الزوج. 

Ijinya anak perempuan dalam hal menikah : sungguh islam telah memberi hak wanita yang masih gadis di dalam memilih suami 

عن عائشة رضي الله عنها قالت : سألت رسول الله صلى الله عليه وسلم عن الجارية ينكحها أهلها، أتستأمر أم لا؟ فقال لها رسول الله صلى الله عليه وسلم : نعم تستأمر. فقالت: فقلت له: إنها تستحي، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : فذلك إذنها، إذا هي سكتت. أخرجه البخاري في النكاح

Dari Aisyah radhiyallahu anha berkata : aku bertanya kepada rasulullah shallallahu alaihi wasallam tentang anak gadis wanita yang keluarganya menikahkannya, apakah dia ditanyakan pendapatnya ataukah tidak dimintai pendapatnya? Maka rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda kepada Aisyah : ya, dimintai pendapatnya. Aisyah berkata : aku bertanya kepada beliau : sesungguhnya dia malu, rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : itulah tanda dia berkenan untuk dinikahi, apabila dia diam saja. Riwayat Bukhari dalam kitab Nikah

١ – البكر الصغيرة: يجوز للأب أن يزوج بنته الصغيرة بدون إذنها، 

1. Gadis belia : dibolehkan bagi ayah untuk menikahkan anak perempuannya yang masih belia tanpa meminta izinnya, 

قال الحافظ ابن حجر إذ لا معنى لا ستئذان من لا تدري ما الإدن؟ ومن يستوي سخطها وسكوتها. فتح الباري ١٩٣/٩

Al Hafidz Ibnu Hajar berkata : karena tidak ada maknanya meminta Ijinya kepada seorang bocah yang masih kecil dari anak  perempuan yang dia sendiri tidak tahu apa itu Ijin? Dan tidak ada maknanya meminta izin kepada wanita yang masih belia yang baginya sama marahnya dengan diamnya. Fathul Bari 9/193

والدليل من القرآن قول الله تعالى : (وأنكحوا الأيام منكم) [النور: ٣٢] 

Dan dalil dari Al Qur’an adalah firman Allah :  Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu (Surat An Nuur : 32) 

والأيم:الأنثى التي ليس لها زوج صغيرة كانت أو كبيرة

orang-orang yang masih membujang artinya anak wanita yang belum ada baginya suami, dan masih belia atau besar

والدليل من السنة أن أبا بكر زوج عائشة رسول الله صلى الله عليه وسلم وهي بنت ست سنين، وبنى بها وهي بنت تسع سنين. متفق عليه 

Dan dalil dari Sunnah bahwasanya Abu Bakar menikahkan Aisyah dengan rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan saat itu Aisyah berumur 6 tahun, dan bersama rasulullah saat berumur 9 tahun 

٢ – المرأة البالغة الثيب: وهي التي تزوجت ثم فارقت زوجها فلا يجوز تزويجها بغير إذنها ورضاها، وإذنها: كلامها. قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لاتنكح الأيم: حتى تستأمر. رواه البخاري 

2. Wanita baligh yang janda : dia adalah wanita yang telah menikah kemudian dia berpisah dari suaminya, maka tidak boleh menikahkannya, tanpa seijinnya dan tanpa keridhoannya. Dan Ijinya adalah dengan perkataannya. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : tidaklah dinikahkan janda hingga dia dimintai Ijinya. Riwayat Bukhari. 

قال الحافظ ابن حجر : وظاهر الحديث أن الأيم: هي الثيب التي فارقت زوجها بموت أو طلاق لمقابلتها بالبكر، وهذا هو الأصل

Al Hafidz Ibnu Hajar berkata : dan yang nampak dari hadits tersebut bahwasanya seorang janda tersebut adalah seorang janda yang berpisah dari suaminya dengan sebab kematian suaminya atau dengan sebab perceraian karena janda ini lawan dari gadis. Dan ini adalah pemahaman yang pokok dari janda. 

والمعنى : لا يعقد عليها حتى يطلب الأمر منها، وتأمر بذلك. فتح الباري ١٢٩/٩

Dan makna ayat : tidak diikat akad pernikahan atas wanita janda itu hingga harus diminta dirinya memperkenankan untuk dinikahkan, sehingga dia mempersilahkan kepada walinya untuk menikahkan. Fathul bari 9/129

قال البغوي: فإن زوجها وليها بغير إذنها فالنكاح مردود. 

Al Baghawi berkata : maka jika walinya menikahkannya tanpa diperkenankan oleh janda tersebut maka nikahnya tertolak. 

وعن خنساء بنت خدام الأنصارية رضي الله عنها : أن أباها زوجها وهي ثيب، فكرهت ذلك، فأتت رسول الله صلى الله عليه وسلم، فرد نكاحها. أخرجه البخاري 

Dan dari Khansa’ binti Khidam Al Anshariyah radhiyallahu anha berkata : bahwasanya ayahnya menikahkannya, dan dia adalah seorang janda. Maka khansa tidak senang terhadap hal tersebut. Maka khansa melaporkan apa yang terjadi pada dirinya kepada rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Maka rasulullah mengembalikan pernikahannya kepada laki-laki tersebut. Riwayat Bukhari. 

٣ – البكر البالغة: لا يجوز لوليها أن يزوجها حتى يأخذ رأيها. 

3. Gadis dewasa : tidak diperbolehkan bagi walinya untuk menikahkannya hingga wali tersebut meminta pendapatnya. 

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لا تنكح البكر حتى تستأذن، ولا الثيب حتى تستأمر، فقيل له : إن البكر تستحي، فقال : إذنها صماتها – وفي رواية – البكر : يستأذنها أبوها. رواه البخاري 

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : anak gadis tidak boleh dinikahkan hingga dia diminta Ijinya, dan seorang janda tidak boleh dinikahkan hingga dia dimintai Ijinya sehingga dia memperkenankannya. Maka rasulullah ditanya : sesungguhnya gadis itu malu. Maka rasulullah bersabda : Ijinya adalah tersirat dalam diamnya – dan dalam riwayat lain –  anak gadis itu apabila dinikahkan maka ayahnya meminta ijin kepadanya. Riwayat Bukhari 

وهذا الاستئذان يشمل الأب وغيره، ممن هو ولي عليها. 

Dan meminta ijin yang seperti ini mencakup hukumnya bagi ayah dan selain ayah, dari siapapun yang orang itu adalah wali atas wanita tersebut. 

وأيضا فإن الأب ليس له أن يتصرف في مالها إذا كانت بالغة إلا بإذنها، 

Demikian juga, maka sesungguhnya ayah itu tidak ada baginya hak untuk dia menguasai pemakaian dari harta anak wanita tersebut jika anak wanita tersebut keadaannya sudah dewasa kecuali atas Ijinya. 

قال ابن القيم رحمه الله : ومعلوم أن إخراج مالها كله بغير رضاها أسهل عليها من تزوجها بمن لا تحتاره بغير رضاها [انظر زاد المعاد ج ٩٩/٥]

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata : dan sudah diketahui bahwa mengeluarkan hartanya anak perempuan seluruhnya tanpa keridhoannya lebih ringan perkaranya atas anak perempuan tersebut daripada menikahkannya dengan laki-laki yang tidak memilihnya tanpa keridhoannya. (lihat Zaadul Ma’ad juz 5/99)

انظر هذا البحث في كتاب : (المرأة بين تكريم الإسلام وإهانة الجاهلية) للأخ محمد إسماعيل المقدم

Lihat pembahasan hal ini dalam kitab : (Wanita antara pemuliaan dalam Islam dan kerendahan dalam masa Jahiliah) yang ditulis oleh Muhammad Ismail Al Muqodam

Kemuliaan wanita dalam islam 44-45 

Standar

Kemuliaan wanita dalam islam 44-45
كيف تحتاج المرأة زوجها؟ وكيف يختارها؟

Bagaimana seorang wanita memilih suami? Dan bagaimana suami memilih istri? 

١ – لا تنظري إلى المال والجاه والجمال، واختاري صاحب الدين لقول الرسول صلى الله عليه وسلم : إذا أتاكم من ترضون خلقه ودينه فزوجوه، إلا تفعلوا تكن فتنة في الارض وفساد عريض. حسن رواه الترمذي وغيره. 

1. Janganlah melihat kepada hartanya, kedudukannya, dan kecantikannya, dan pilihlah oleh kalian pemilik agama. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam : apabila datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian rela akhlak dan agamanya maka nikahknlh dia (dengan putrimu), jika engkau tidak menikahkannya maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang meluas. Hadits Hasan riwayat Tirmidzi dan selainnya. 

٢ – إذا أحبك الزوج صاحب الدين فسيكون لك عونًا على أمور دينك ودنياك

2. Apabila suami yang agamanya bagus mencintaimu, maka suamimu akan menjadi pertolongan buatmu atas perkara agama dan duniamu

٣ – إذا لم يحبك فهو على الأقل يكرهك، ولا يظلمك ويحتقرك، فهو يعمل بقوله صلى الله عليه وسلم : لا يفرك مؤمن مؤمنة، إن كره منها خلقا، رضي منها غيره. رواه مسلم. 

3. Apabila suamimu tidak mencintaimu maka dia tidak akan membencimu, dan tidak akan mendzhalimi dirimu, dan tidak akan melecehkanmu. Dan dia akan berbuat dengan dasar sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam: tidaklah seorang mukmin membenci seorang mukminah, apabila engkau membenci salah satu perangai darinya, maka engkau akan rela perangai darinya yang lain. Riwayat Muslim. 

٤ – الزوج المتدين يكون لك عونًا على تربية أولادك التربية الإسلامية الصحيحة. 

4. Suami yang beragama akan menjadi pertolongan buatmu atas pendidikan anakmu dengan pendidikan Islam yang benar. 

٥ – سيكون الإسلام هو المرجع الأساسي لحياتكما ترضيان الحكم به، فيحقق لكما سعادة الدنيا والآخرة. 

5. Islam akan menjadi pedoman pokok untuk kehidupan kalian berdua, yang kalian berdua akan puas berhukum dengan hukum islam, maka akan terwujud untuk kalian berdua kebahagiaan di dunia dan akhirat 

٦ – الزوج المتدين ينصحك إذا أخطأت، ويبين لك الصواب، فاقبلي منه

6. Suami yang beragama baik itu akan menasihati apabila seorang istri berbuat salah, dan dia akan menjelaskan kepadamu sesuatu yang benar. Maka terimalah nasihat dan keterangan dari suami yang beragama 

٧ – على الزوج المسلم أن يختار الزوجة الصالحة المتمسكة بالدين، المحجبه التي تحفظ بيتها وأسرتها من الفساد، وتراعي حق الزوج عليها 

7. Atas suami yang muslim agar memilih istri yang Shalihah yang berpegang teguh dengan agamanya, yang berhijab, yang menjaga rumahnya dan keluarganya dari kerusakan-kerusakan. Dan yang memperhatikan hak suami atasnya 

امتثالا لقول الرسول صلى الله عليه وسلم : تنكح المرأة لأربع: لما لها،  ولحسبها، ولجمالها،ولدينها،فاظفر بذات الدين تربت يداك. متفق عليه. 

Dalam rangka menunaikan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam : Wanita itu dinikahi karena 4 perkara, karena hartanya, karena nasabnya, karena kecantikannya, dan karena agamanya, maka pilihlah oleh kalian seorang wanita yang memiliki agama yang bagus, karena jika tidak niscaya kamu akan merugi. Muttafaqun Alaihi. 

والهدي النبوي يبين للزوجين أن العبرة للعمل لا للشكل: 

Dan petunjuk Nabi menjelaskan kepada suami dan istri bahwasanya perkara yang dipentingkan adalah untuk perbuatan dan bukan untuk sekedar bentuk.

قال صلى الله عليه وسلم : إن الله لا ينظر إلى صوركم وأجسامكم، ولكن ينظر إلى قلوبكم وأعمالكم. رواه مسلم. 

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada Wajah-wajah kalian dan jasad-jasad kalian, akan tetapi Allah melihat kepada hati-hati kalian dan amal-amal kalian. Riwayat Muslim.

Kemuliaan wanita dalam islam 43

Standar

Oleh Ustadz abdul adhim 
Kemuliaan wanita dalam islam 43
شروط عمل المرأة المسلمة 

Syarat-syarat bekerja wanita muslimah 

إن الإسلام الذي كرم المرأة أحسن تكريم، وسمح لها بالعمل النبيل ضمن أسرتها ومجتمعها، حتى تكون عنصرًا أساسيًا وفعالًا في بناء الأسرة المسلمة والمجتمع المسلم، والدول المسلمة، فالإسلام لا يمنع المرأة المسلمة منعًا باتًا، بل حدد لها نوعية العمل، مع ما يتناسب وطبيعتها التي فطرها الله عليها، ووضع لعملها شروطًّا تحفظ لها كرامتها:

Sesungguhnya Islam telah memuliakan wanita dengan sebaik-baik pemuliaan dan memperkenankan bagi wanita dengan aktivitas yang begitu mulia yang terkandung pada rumah tangganya dan masyarakatnya,sehingga jadilah wanita itu unsur pokok dalam Rumah tangganya dan unsur pokok dalam masyarakatnya. Dan pemeran di dalam membangun rumah tangga Islami dan membangun masyarakat yang islami begitu tinggi bahkan di dalam membangun negeri-negeri Islam. Dengan demikian maka Islam tidak melarang wanita muslimah sama sekali, akan tetapi Islam itu memberikan batasan bagi wanita muslimah tentang jenis-jenis pekerjaan. Bersama itu juga diperhatikan apa yang bersesuaian dengan tabiat nya wanita yang Allah membuat fitrahnya demikian. Dan Islam meletakkan bagi aktivitas seorang wanita Syarat-syarat yang akan menjaga kemuliaan wanita tersebut:

١ – ألا تختلط المرأة بالرجال في عملها، فهذا الاختلاط يضر المرأة والرجال 

1. Hendaknya wanita tersebut tidak bercampur baur dengan kaum laki-laki dalam pekerjaannya. Maka campur baurnya ini membahayakan bagi wanita dan bagi laki-laki 

٢ – أن يكون العمل بموافقة الزوج أو الأب، أو الأخ، أو من هو مسؤول عنها. 

2. Adalah profesi itu atas kesepakatan suaminya atau ayahnya, atau saudara laki-laki atau siapa saja bertanggung jawab atas wanita tersebut. 

٣ – أن يتناسب العمل مع طبيعتها بعيدًا عن الإرهاق والتعب الشديد الشاق. 

3. Pekerjaan yang dilakukan itu sesuai dengan tabiat wanita, yang jauh dari kesulitan dan kebinasaan, serta keletihan yang sangat. 

٤ – يجب على المرأة أن تعمل في المجالات التي تعود على المجتمع بالنفع والفائدة:

4. Wajib atas seorang wanita untuk beraktivitas dibidang-bidang yang akan kembali atas kepentingan masyarakat dengan membawa manfaat dan faedah. 

(أ) في مجال التربية والتعليم: لتستطيع أن تعلم البنات بدلًا من تعليم الرجال لهن. 

(A) di bidang pendidikan dan pengajaran : supaya perempuan tersebut bisa mengajar murid-murid perempuan sebagai ganti dari pengajaran kaum laki-laki bagi murid-murid perempuan tersebut. 

(ب) في مجال الطب، والتمريض النسائي حتى تداوي النساء بدلًا من الأطباء. 

(B) di bidang kesehatan dan ke perawatan sehingga dia sebagai seorang paramedis wanita bisa merawat kaum wanita sebagai ganti dari dokter laki-laki. 

(ج) الخياطة النسائية: لكي تخيط لبنات جنسها فلا يذهبن إلى الخياطين من الرجال. 

(C) di bidang penjahit baju wanita : supaya wanita itu yang menjahitkan untuk anak anak wanita dari sejenisnya, sehingga merekapun tidak akan pergi menuju penjahit laki-laki 

(د)  ألا يأخذ عملها جل وقتها، وأن تعطي شيئا من وقتها لأداء واجباتها المنزلية، وتلبية رغبات زوجها، والحرص على تربية أولادها. 

(D) hendaknya pekerjaan wanita tidak menyita kebanyakan dari waktunya, hendaknya dia tetap untuk menyisihkan untuk diberikan sebagian dari waktunya untuk menunaikan kewajiban rumah tangga dan untuk mengiyakan keinginan-keinginan suaminya, dan waktu untuk tetap semangat dan giat untuk mendidik anak-anaknya. 

(ه) ألا تتزين عند خروجها، ولا تضع المساحيق على وجهها، ولا تتعطر، بل تلبس الجلباب الأسود الطويل العريض، وتغطي الوجه عند ملاقاة الرجال. 

(E) hendaknya dia tidak berdandan ketika keluar rumah, dan hendaknya tidak meletakkan bedak diatas wajahnya dan tidak memakai parfum, akan tetapi hendaknya dia mengenakan jilbab yang hitam yang panjang dan yang longgar, serta menutup wajahnya tatkala berjumpa dengan kaum laki-laki.

Kemuliaan wanita dalam islam 42

Standar

Kemuliaan wanita dalam islam 42
خطر الاختلاط في المدارس

Bahayanya Campur baurnya laki-laki dan wanita di sekolah-sekolah 

إن اختلاط الرجال بالنساء ولا سيما في المدارس له خطر عظيم على الرجل والمرأة، وعلى الطلاب والطالبات. 

Sesungguhnya campur baurny laki-laki dan wanita-wanita terlebih lagi di sekolah-sekolah, baginya kerusakan yang besar atas guru laki-laki dan guru perempuan, dan atas murid laki-laki dan murid-murid perempuan 

١ – كانت إحدى كليات الزراعة في بلد عربي إسلامي تجري تجارب لطلابها وطالباتها في المززعة، فكان أحد الطلاب يذهب بطالبة إلى أماكن الحمامات، ليختلي بها في الحمام بعد أن ترك التجارب الزراعية، وقد رآه حارس المزرعة يدخل الحمام مع زميلته، وهذه السمعة السيئة تؤثر على الطالبة أكثر من الطالب. 

1. Ada salah satu diantara fakultas-fakultas pertanian di negeri Arab di negara Islam sedang berlangsung Praktek Kerja Lapangan untuk mahasiswa dan mahasisiwi di lahan pertanian. Maka ada salah seorang mahasiswa pergi dengan mahasisiwi menuju tempat kamar mandi umum untuk berkholwat dengan mahasisiwi di toilet setelah dia meninggalkan praktek kerja lapangan itu. Dan sungguh penjaga ladang melihat laki-laki itu masuk bersama dengan teman wanita itu. Dan berita jelek ini memberikan pengaruh yang lebih besar menimpa kepada mahasiswi daripada pengaruh yang menimpa mahasiswa 

٢ – كثيرًا ما يجتمع المدرسون والمدرسات في غرفة واحدة، ويحصل المزاح، وتتبادل الضحكات،فيكون الفساد، وتتغير نفسية الزوج على زوجته، فلم تعد تعجبه، لأنه رأى أجمل منها، وكانت المشاكل بين الزوجين التي تؤدي إلى الطلاق، والسبب في هذا الفراق هذه المدرسة السافرة التي جلست مع المدرس فأفسدته

2. Seringnya perkumpulan yang terjadi di kalangan para guru Laki-laki dan wanita di satu ruang yang sama. Sehingga terjadi senda gurau dan saling tertawa. Maka timbullah kerusakan dan berubahlah kejiwaan seorang suami tatkala mendapati istrinya. Maka tidaklah istri dapat menggairahkan atau menyenangkan suami. Karena dia (suami) biasa melihat yang lebih cantik daripada istrinya. Dan timbullah masalah-masalah antara suami istri tersebut yang akan menjerumuskan keduanya menuju perceraian dan sebab terjadinya perceraian ini adalah lembaga itu yang biasa membiarkan mereka yang mungkin sekali duduknya para guru laki-laki berhadap-hadapan dengan guru perempuan. Maka akan merusak kaum laki-laki 

٣ – حتى الأطفال الصغار الذين كانوا يتعلمون عند المعلمة، ثم انتقلوا إلى الصف الذي يعلمهم فيه معلم كانوا يتحدثون لمعلمهم عن مشاكلهم مع المعلمة، وأن أحد الطلبة كان ينظر إلى فخذ المعلمة عندما تنحي نحو الأرض. 

3. Hingga anak didik usia SD yang mereka belajarnya diajar oleh seorang guru perempuan kemudian mereka setelah belajar kepada guru wanita berpindah kepada kelas yang mengajarnya adalah seorang guru laki-laki, dan adalah mereka (Murid laki-laki) membicarakan kepada guru laki-laki mereka tentang masalah yang terjadi diantara mereka bersama guru wanitanya, bahwa salah satu diantara murid-murid tersebut pernah melihat kepada pahanya guru wanita tatkala ibu guru sedang merunduk

٤ – لقد حمى الله البلاد السعودية من هذا الاختلاط الضار في جميع مراحل التعليم، فكانت الطالبة السعودية أكثر التزامًا بالحجاب والأخلاق من غيرها. 

4. Sungguh Allah telah menjaga negeri Saudi dari bercampur baurnya laki-laki dan wanita yang berbahaya ini di seluruh tingkat pendidikan. Maka pelajar-pelajar wanita di Saudi mereka lebih komitmen dengan hijabnya dan akhlak yang baik dibandingkan wanita-wanita dari negeri yang lainnya.