Fiqh Suami Istri 133

Standar

Fiqh suami istri 133
الخاتمة

Penutup 

بحمد الله تمت هذه الرسالة اللطيفة، وأسأل الله أن ينفعنا بها والمسلمين ويقربنا الله بما فيها من آيات وأحاديث إليه سبحانه، وأن يجمع بها بين الأسر، وأن يصلح بها الأخلاق، ويحسن بها المعاملات، وأن يجعل مآل كاتبها وقارئيها وأسرهم إلى جنات النعيم 

Dengan memuji Allah maka telah selesai sudah buku yang tipis ini, aku mohon kepada Allah agar Allah berikan manfaat kepada kami (penulis) dengan sebab buku ini dan juga memberikan manfaat kepada kaum muslimin dan Allah mendekatkan kami disebabkan isi buku ini berupa berbagai macam ayat dan Hadits Nabi. Maka penulisan buku menjadi sebab mendekatkan diri kepada-Nya, dan buku ini menjadi sebab bersatunya anggota keluarga, menjadi sebab baiknya akhlak, dan bagusnya perilaku, dan semoga Allah menjadikan nasib akhir penulis buku ini dan yang  membacanya dan keluarga mereka semuanya di surga yang penuh kenikmatan 

وصلى الله وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم، سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك 
كتبها

Penulis 

أبو عبد الله / مصطفى بن العدوي

Abu Abdillah / Musthofa Al-Adawi

Iklan

Fiqh Suami Istri 131-132

Standar

Oleh Ustadz Aris Munandar 
Fiqh suami istri 131-132
وللأسرة جميعا

Nasehat untuk seluruh anggota keluarga 

اعتصموا بحبل الله جميعا ولا تفرقوا

Berpegang teguhlah dengan tali Allah seluruhnya dan jangan berpecah belah

تحابوا في الله واجتمعوا عليه وافترقوا عليه

Saling mencintai karena Allah, bersatu karena Allah dan berpisah karena Allah 

تعاونوا جميعا معشر الأسرة على البر والتقوى ولا تعاونوا على الإثم والعدوان

Hendaklah saling tolong menolong pada anggota keluarga diatas kebaikan dan takwa dan janganlah tolong menolong dalam dosa dan perbuatan melampaui batas

طيبوا طعامكم وشرابكم وملبسكم حتى تتقبل دعواتكم

Makanlah makanan yang halal dan juga minuman yang halal sehingga diterimalah doa-doa kalian

املئوا البيت بتلاوة القرآن والذكر والتهليل والتحميد والتسبيح والتكبير 

Dan penuhilah rumah dengan membaca Al-Qurān dan berdzikir dan tahlil (ucapan laa ilaha illallah) , tahmid (ucapan Alhamdulillah), tasbih (ucapan Subhanallahu) dan takbir (ucapan Allahu Akbar) 

لينصر كل منكم أخاه ظالمًا أو مظلومًا، ظالمًا يمنعه من الظلم، ومظلوما بالسعى لرد مظلمته إليه 

Hendaknya masing-masing anggota keluarganya membela saudaranya, baik dia dzolim atau terdzolimi, jika dia dzolim maka dia ditolong dari berbuat kedzoliman, dan jika terdzolimi maka mencegahnya dengan berupaya mencegah dia supaya tidak berbuat kedzoliman

من مات منكم قبل أخيه فليتغفر له أخوه وليزره في قبره فإن زيارته في قبرة تذكر بالآخرة، واعلموا أن كل من عليها فان ويبقى وجه ربك ذو الجلال والإكرام 

Dan jika ada anggota keluarga yang meninggal dunia sebelum saudaranya maka hendaklah saudaranya memohonkan ampun untuknya dan menziarahi kuburnya. Karena menziarahi kubur secara umum itu berguna untuk mengingatkan kepada akhirat, dan ketahuilah bahwasanya semua di muka bumi ini fana, yang kekal hanyalah wajah Allah 

سلوا الله كما جمعكم في الدنيا في بيت واحد على طاعته أن  يجمعكم في الفردوس في مقعد صدق عند مليك مقتدر. 

Mintalah dan serulah kepada Allah sebagaimana Allah telah menyatukan kalian di dunia dalam satu rumah diatas ketaatan agar Allah menyatukanmu dalam surga di satu kedudukan yang mulia di sisi Allah dzat yang maha kuasa 

واستغفروا ربكم إنه كان غفارا 

Dan mohonlah ampun kepada Allah, sesungguhnya Allah adalah dzat yang Maha Pengampun. 

وصلوا وسلموا على نبيكم محمد يصلي عليكم ربكم عزوجل 

Dan bersholawatlah dan mendoakan keselamatan untuk Nabi kalian Muhammad niscaya RabbMu akan memujimu

Fiqh suami istri 129-131

Standar

Oleh Ustadz Aris Munandar 
Fiqh suami istri 129-131
وإلى الأبناء 

Nasehat untuk anak-anak 

حفظكم الله جميعا بحفظه:

Semoga Allah menjaga kalian dengan penjagaanNya: 

راقبوا الله في الوالدين فقد أوصاكم الله بذلك قال تعالى: (وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا* وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا) [الإسراء: ٢٤،٢٣] 

Hendaklah kalian merasa diawasi oleh Allah dalam menyikapi kedua orang tua, juga Allah wasiatkan kepada kalian untuk menunaikan hak orang tua. Allah berfirman : Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, karena mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.(Surat Al-Isra’, Ayat 23, 24) 

وقال سبحانه: [وابدوا الله ولا تشركوا به شيئا وباوالدين إحسانًا] [النساء: ٣٦] 

Allah berfirman: Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa. (Surat An-Nisa ayat 36)

وقال تعالى: قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ ۖ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۖ (الأنعام: ١٥١)

Allah berfirman : Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, dan berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, (Surat Al-An’am, Ayat 151) 

وقال سبحانه: وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ(لقمان : ١٤)

Allah berfirman : Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (Surat Luqman, Ayat 14) 

وقال تعالى: (ووصينا الإنسان بوالديه حملته أمه كوهًا ووضعته كرهًا…) (الأحقاف:١٥)

Allah berfirman :  Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). (Surat Al Ahqaf ayat 15)

وسئل النبي صلى الله عليه وسلم: أي العمل أفضل؟(١)  قال: الصلاة على وقتها، قال: ثم أي؟ قال: ثم بر الوالدين

Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam ditanya: amalan apakah yang paling utama?(1)

Nabi menjawab: shalat pada waktunya, sahabat bertanya: kemudian amal apa lagi yang paling utama? Nabi menjawab : kemudian berbakti kepada kedua orangtua 

وسئل النبي صلى الله عليه وسلم: من أحق الناس بحسن صحايتي؟ قال: أمك. قال ثم من؟ قال: أمك. قال ثم من؟ قال: أمك. قال ثم من؟ قال: ثم أبوك(٢)

Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam ditanya: siapakah manusia yang paling berhak untuk mendapatkan perilakuku yang baik? Nabi menjawab : ibumu, sahabat bertanya : kemudian siapa? Nabi menjawab : ibumu, sahabat bertanya : kemudian siapa? Nabi menjawab : ibumu, sahabat bertanya : kemudian siapa? Nabi menjawab : kemudian ayahmu(2)

والطاعة معشر الأبناء في المعروف ليست في معصية الله عزوجل ولا الشرك به قال تعالى: (وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ) [لقمان: ١٥] 

Dan ketaatan itu wahai para anak, itu hanya dalam kebaikan, dan bukan pada maksiat kepada Allah terlebih pada kemusyrikan. Allah berfirman: Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. (Sura Luqman, Ayah 15) 

استغفروا لوالديكم وارفقوا بهما، وصلوا من كان أبوكم يصله

Dan mohonlah ampun untuk dosa-dosa kedua orang tuamu dan bersikaplah lembut kepadanya, dan jalinlah hubungan kepada semua orang yang kedua orangtuamu menjalin hubungan dengannya. 

_____

(١)  البخاري (مع الفتح ٤٠٠٠/١٠)، ومسلم (٨٥)

(1) Bukhari (Fathul bari 10/4000) dan Muslim (85)

(٢) أخرجه البخاري (٤٠١/١٠)، ومسلم (٤١٠/٥)

(2) dikeluarkan oleh Bukhari (10/401) dan Muslim (5/410)

Fiqh suami istri 127-129

Standar

Oleh Ustadz Aris Munandar 
Fiqh suami istri 127-129
والاستئذان شرع من أجل البصر كما قال(١) النبي صلى الله عليه وسلم : إنما جعل الإذن من أجل البصر، فإذا كان الأمر كذلك فجدير بالأبوين أن يحفظا أولادهما – والحفيظ هو الله سبحانه – من مشاهدة الأفلام السيئة التي الفسق والرذيلة بل وتنشر الفحشاء والمنكر وتهيج على الدعارة والفساد فكيف بالولد المراهق إذا رأى منظر رجلٍ فوق امرأة يحتضنها ويقبلها؟!! ألا يهيجه ذلك ويدفعه إلى الفساد ويقوده إليه؟! 

Dan meminta izin disyariatkan dalam rangka menjaga pandangan, supaya pandangan tidak memandang hal-hal yang tidak layak dilihat, sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam(1) : hanyalah ijin itu dijadikan dalam rangka untuk menjaga pandangan, maka jika keadaannya seperti itu maka selayaknya bagi orang tua untuk menjaga anak-anaknya – meskipun yang menjaga adalah Allah – jagalah anak-anak dan jangan sampai ia melihat film yang jelek yang menyebarluaskan kefasikan dan perbuatan-perbuatan yang hina bahkan menyebabkan perbuatan zina dan kemungkaran dan menyebabkan pada penontonnya keinginan untuk berbuat mesum, maka bagaimana keadaan anak yang sudah remaja apabila ia melihat pandangan ada seorang laki-laki diatas seorang perempuan memeluknya dan menciuminya, bukankah hal tersebut membangkitkan birahinya?!! Sehingga mendorong dan mengantarnya pada kerusakan?!

كيف بالبنت البكر المراهقة إذا رأت شابًّا ممتلئًا فحولة يحتضن فتاة ويقبلها ويعلوها، ألا تتوق نفسها إلى أن تكون مثل هذه الفتاة وتهيج فيها الشهوة بما يدفعها إلى الوقوع في المكروه والمحرم والعياذ بالله! 

Maka bagaimanakah dengan anak perempuan yang remaja, jika dia melihat ada pemuda yang berbadan kekar dan nampak jantan, memeluk seorang gadis dan menciuminya dan menindihnya, maka boleh jadi timbullah keinginan pada perempuan ini berposisi sebagaimana gadis tersebut sehingga hal ini membangkitkan syahwatnya sehingga hal ini mendorongnya terjerumus dalam hal yang makruh bahkan haram, wal iyadzubillah! 

إن بعض العلماء يذكرون أن المرأة إذا رأت فرسًا ينزو على أثنى من الفرسان أو قطًّا يعلو قطة ونحو ذلك تهيج وتشتاق إلى الجماع هي الأخرى، فجدير بكل أب وكل أم أن يحفظا ويحافظا على أولادهما وبناتهما من هذا الفساد العريض والشر المستطير. 

Ada satu ulama yang menyebutkan bahwasanya Perempuan jika melihat kuda jantan atau dia melihat kucing laki-laki menindih kucing betina atau semacam itu, maka itu akan membangkitkan birahinya, sehingga menyebabkan ia berkeinginan untuk berhubungan biologis, maka selayaknya bagi setiap orang tua untuk menjaga dan memperhatikan anak-anaknya baik laki-laki ataupun perempuan dari kerusakan tontonan yang demikian melebar dan kejahatan yang tersebar. 

نهيب بكل أب وبكل أم أن يحملا رسالتيهما ويؤديا الأمانة التي أخذها الله عليهما في حفظ أولادها وبناتهما، فالولد الصالح ينفع الله به أبويه في الحياة وبعد الممات. 

Kami takut-takuti agar setiap bapak dan ibu yang berkeinginan untuk mewujudkan misinya sebagai orang tua dan menunaikan amanah yang Allah telah ambil dari keduanya untuk menjaga anak laki-laki dan anak perempuan dengan sebaik-baiknya, maka anak yang baik, Allah akan berikan manfaat dengan sebab anak yang Shalih bapak dan ibunya selama kehidupan dunia dan setelah matinya. 

قال النبي صلى الله عليه وسلم : إن الرجل لترفع درجته يوم القيامة فيقول: يا رب أنى لي هذا؟ فيقال باستغفار ولدك لك

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: ada seorang yang diangkat derajatnya pada hari kiamat, lalu dia bertanya kepada Allah : Wahai Allah darimana aku mendapatkan ini? Maka Allah menjawab : karena anakmu memohonkan ampun untukmu 

نهيب بكل رجل غيور أن يكون قوامًا خيِّرًا على أهل بيته ولا يكن ديوثًا راضيًا بالفاحشة مقرًّا للخبث في بيته

Dan kami takut-takuti setiap laki-laki yang punya kecemburuan agar menjadi pemimpin yang baik untuk keluarganya dan janganlah menjadi laki-laki yang dayyuts, bahkan ridho dengan adanya perbuatan keji dan membiarkan kejelekan di dalam rumahnya 

اصطحب ولدك إلى مواطن الصلاح يا عبدالله واصرفه عن مواطن الفساد

Oleh karena itu maka ajaklah anakmu untuk datang ke tempat-tempat yang baik wahai hamba Allah dan palingkanlah anakmu dari tempat-tempat yang rusak

هل ترضى أن ينجح ابنك في الثانوية بتفوق ويكون من حصب جهنم بتركه للصلاة وخوضه مع الخائضين وفساده مع المفسدين 

Apakah engkau rela anakmu adalah anak yang sukses di SMAnya lulus dalam keadaan nilainya bagus namun anakmu adalah bahan bakar api neraka karena meninggalkan sholat dan pembicaraannya bersama orang-orang yang berbicara menjelek-jelekkan islam, mencela islam dan kerusakanya bersama orang yang merusak. 

ذكر ولدك يا عبدالله بقول الله تعالى: وَلَقَدْ جِئْتُمُونَا فُرَادَىٰ كَمَا خَلَقْنَاكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَتَرَكْتُمْ مَا خَوَّلْنَاكُمْ وَرَاءَ ظُهُورِكُمْ ۖ وَمَا نَرَىٰ مَعَكُمْ شُفَعَاءَكُمُ الَّذِينَ زَعَمْتُمْ أَنَّهُمْ فِيكُمْ شُرَكَاءُ ۚ لَقَدْ تَقَطَّعَ بَيْنَكُمْ وَضَلَّ عَنْكُمْ مَا كُنْتُمْ تَزْعُمُونَ(الأنعام: ٩٤)

Oleh karena itu ingatkanlah anakmu wahai hamba Allah dengan firman Allah: “Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada mulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepadamu; dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafa’at yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu. Sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kamu dan telah lenyap daripada kamu apa yang dahulu kamu anggap (sebagai sekutu Allah). Surat Al-An’am, Ayat 94

____

(١) أخرجه البخاري (مع الفتح ٢٤٣/١٢)، ومسلم (حديث ٢١٥٦) من حديث سهل بن سعد الساعدي رضي الله عنه. 

(1) riwayat Bukhari (dalam Fathul bari 12/243), Muslim (Hadits 2156) dari Sahl bin Sa’ad As Saidi radhiyallahu anhu

Fiqh suami istri 124-127

Standar

Fiqh suami istri 124-127
وقد أخرج البخاري ومسلم(١) من حديث النعمان بن بشير رضي الله عنهما قال: أعطاني أبي عطية، فقالت عمرة بنت رواحة: لا أرضي حتى تشهد رسول الله صلى الله عليه وسلم، فأتى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال: إني أعطيت ابني من عمرة بنت رواحة عطية فأمرتني أن أشهدك يا رسول الله، قال: أعطيت سائر ولدك مثل هذا؟ قال: لا، قال: فاتقوا الله وععدلوا بين أ ولادكم، قال: فرجع فرد هديته. 

Dan riwayat Bukhari dan Muslim(1) dari hadits Nu’man bin Basyir radhiyallahu anhuma berkata: ayahku memberikan kepadaku suatu pemberian, maka Amrah binti Rawahah berkata: aku tidak rela hingga kau menjadikan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sebagai saksi. Maka aku datang kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan berkata: sesungguhnya aku memberikan suatu pemberian untuk anak yang dilahirkan oleh Amrah binti Rawahah  kemudian istriku memerintahkan kepadaku agar engkau menjadi saksi wahai Rasulullah. Maka Rasulullah mengatakan: apakah engkau beri semua anak-anakmu dengan pemberian yang semisal dengan hal itu? Nu’man mengatakan: tidak, Nabi bersabda: bertakwalah kepada Allah, dan bersikaplah adil dalam masalah pemberian anak-anakmu. Maka Aku berkata: lalu dia pulang dan menarik kembali hadiahnya. 

صحيح أن المحبة لا يملكها إلا الله سبحانه فقد يحب الشخص بعض ولده أكثر من الآخر، وقد قال إخوة يوسف: {ليوسف وأخوه أحب إلى أبينا منا ونحن عصبة.. } [يوسف:٨] 

Memang benar rasa cinta tidaklah dimiliki kecuali oleh Allah, maka boleh jadi seorang ayah cinta kepada salah satu anaknya dari anaknya yang lain.  Dan sungguh saudari-saudari Yusuf berkata: {sungguh Yusuf dan saudaranya lebih dicintai daripada kami padahal kami jumlahnya lebih banyak} [Yusuf:8] 

ولكن ينبغي أن يسدد العبد ويقارب ولا يظهر ما يضايق الأبناء ويسبب الشحناء

Akan tetapi hendaknya seorang ayah berusaha bersikap untuk ideal mencintai semua anaknya atau paling tidak mendekati ideal dan janganlah menampakkan hal yang membuat sempit hati anaknya dan membuat permusuhan 

وثمَّ أدب جليل على الأبوين أن يلاحظانه ويقيمانه في الأسرة ألا وهو ما أمر الله به حيث قال: 

Kemudian ada satu etika yang penting bagi kedua orang tua yang hendaknya diperhatikan oleh keduanya dan hendaklah keduanya menegakkan hal tersebut ditengah-tengah keluarganya. Yaitu apa yang Allah perintahkan disertai anjuran yang berkaitan tentang aurat. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنْكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنْكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ۚ مِنْ قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُمْ مِنَ الظَّهِيرَةِ وَمِنْ بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ۚ ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَكُمْ ۚ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ ۚ طَوَّافُونَ عَلَيْكُمْ بَعْضُكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ* وَإِذَا بَلَغَ الْأَطْفَالُ مِنْكُمُ الْحُلُمَ فَلْيَسْتَأْذِنُوا كَمَا اسْتَأْذَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ[النور: ٥٩،٥٨]

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya’. (Itulah) tiga aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana * Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur balig, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.(Surat An-Nur Ayat 58,59) 

فأرشد الله سبحانه وتعالى الأبوين إلى أدب رفيع وهو تعليم أبنائهما المميزين الذين لم يبلغوا الحلم أن يستأذنوا عليهما في هذه الأوقات الثلاثة التي هي مظنة انكشاف العورات وخلع الثياب، وهي:

Maka Allah membimbing kedua orangtua menuju adab yang luhur yaitu Mengajari anak yang sudah tamyiz yang belum sampai baligh untuk meminta izin di 3 waktu, ketiga waktu itu berpeluang besar tersingkapnya aurat dan terlepasnya pakaian, yaitu:

‌ من قبل صلاة الفجر 

Sebelum shalat subuh 

‌ حين تضعون ثيابكم من الظهيرة 

Ketika kalian meletakkan pakaian kalian di siang hari 

‌ من بعد صلاة العشاء 

Dan setelah shalat isya 

 فالغالب أن الرجل وزوجته يتكشفان في هذه الأوقات، وهي أوقات مظنة للجماع، فأمر الأبوان أن يعلما الأطفال المميزين الذين لم يبلغوا الحلم الاستئذان عليهما في هذه الأوقات الثلاثة، 

Maka biasanya seorang suami bersama istrinya itu terlepas pakaian keduanya di waktu-waktu tersebut, dan tiga waktu tersebut kemungkinan besar terjadinya hubungan suami istri, maka kedua orang tua diperintahkan mengajari anaknya yang tamyiz yang belum sampai baligh untuk meminta izin kepada keduanya di ketiga waktu tersebut. 

فقد يدخل الولد أو تدخل البنت على أبويهما في هذه الأوقات فيجد الوالدين على حالة يكرها أن يريا عليها من التكشف أو الجماع أو نحو ذلك، فيخرج الولد وتخرج البنت وقد ارتسمت في أذهانهما المناظر التي رأوها من أمهما وأبيهما فيتلوث فكرهما، 

Karena boleh jadi anak laki-laki atau anak perempuan masuk menemui keduanya di waktu-waktu tersebut dan mendapati orangtuanya diatas keadaan yang tidak disukai jika orangtuanya dalam keadaan demikian terlihat oleh anaknya, keadaan tersingkap auratnya atau dalam keadaan berhubungan suami istri atau dalam keadaan yang lainnya. Maka anak laki-laki dan anak perempuan keluar dalam keadaan tergambar dalam pikiran keduanya pemandangan yang telah dilihat dari ibu dan bapaknya yang pemandangan ini mengotori pikiran anak-anak 

ويخرج الطفل يبحث عن طريقة لتطبيق ذلك الذي رآه من أمه وأبيه فيطبق ذلك مع جارته ومع زميلته بل ومع أخته في بيوت الذين لا يتحفظون ولا يفرقون بين الأبناء في المضاجع طفل ينام بجوار أخته، ويرى من أمه وأبيه منظرًا مثيرًا فكيف يصنع مع أخته؟!! إن الشيطان حريص على الفساد فقد يقوده إلى الفساد والرذيلة مع أخته

Maka Boleh jadi anak mencari jalan dan menerapkan apa yang dia lihat dari ibunya dan bapaknya. Maka boleh jadi dia terapkan bersama dengan anak tetangganya dan bersama temannya atau bahkan bersama saudari perempuannya di dalam rumah yang tidak perhatian masalah hubungan anak laki-laki dan anak perempuan dan dirumah yang orangtua tidak membedakan antara tempat tidur anak laki-laki dan anak perempuan. Sehingga ada anak laki-laki tidur disamping saudari perempuannya, padahal dia melihat dari orangtuanya pemandangan yang membangkitkan syahwat. Maka bagaimana yang dia lakukan bersama saudarinya? Sesungguhnya setan sangat antusias untuk membawa kerusakan, maka boleh jadi setan menggiring si anak untuk melakukan kerusakan dan perbuatan yang hina bersama saudarinya. 

فديننا دين نظيف يحفظ تصورات الأطفال نظيفة، ويحفظ مقولهم نظيفة ويحفظ أفئدتهم وألسنتهم كذلك نظيفة، ألا فليمتثل المسلم والمسلمة لأوامر الله عزوجل وأوامر نبيه صلى الله عليه وسلم، 

Maka agama kita adalah agama yang bersih, menjaga memori anak-anak kecil agar tetap bersih, dan menjaga akal mereka tetap bersih, menjaga hati dan lisan mereka demikian pula dalam keadaan tetap bersih. Oleh karena itu maka hendaklah setiap muslim dan muslimah untuk taat terhadap perintah Allah dan taat pada perintah Nabinya shallallahu alaihi wasallam 

ولتتحفظ الأم في سيرها في البيت أمام أولادها المراهقين فلا تتبرج تبرجًا زائدًا أمام بنيها فالشيطان يزين لهم الحرام، وكذلك فليتحفظ الوالد ولا يمشي في البيت بثياب تثير بناته، كهذا الذي يمشي بالسروال القصير في البيت أو يمشي في الكلوت (الشورت القصير جدا) داخل البيت فيحدد هذا الشورت وهذا السروال عورته أمام بناته ويقودهن ذلك إلى طريقة لا تحمد عقباها. 

Hendaknya seorang ibu hati-hati dalam sikapnya dirumah, didepan anak-anaknya terutama terhadap anak laki-laki yang sudah remaja. Maka hendaknya ibu jangan tabbaruj dengan tabbaruj yang berlebihan meskipun di depan anak laki-lakinya di dalam rumah ketika anaknya sudah remaja, karena boleh jadi setan membuat indah hal yang haram untuk anak-anaknya. Demikian juga seorang ayah hendaknya hati-hati dan menjaga diri dan jangan berjalan memakai pakaian yang membangkitkan birahi anak perempuannya meskipun di dalam rumah. Misalnya seorang ayah berjalan dengan celana pendek di dalam rumah atau berjalan dengan kulot (pakaian yang pendek sekali) di dalam rumah. Yang pakaian dan celana tersebut sangat menampakkan auratnya di depan anak perempuannya. Karena dengan tindakan tersebut sungguh ayah telah menggiring anak perempuannya ke dalam jalan yang tidak terpuji dampak dan akibatnya