Fiqh suami istri 124-127

Standar

Fiqh suami istri 124-127
وقد أخرج البخاري ومسلم(١) من حديث النعمان بن بشير رضي الله عنهما قال: أعطاني أبي عطية، فقالت عمرة بنت رواحة: لا أرضي حتى تشهد رسول الله صلى الله عليه وسلم، فأتى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال: إني أعطيت ابني من عمرة بنت رواحة عطية فأمرتني أن أشهدك يا رسول الله، قال: أعطيت سائر ولدك مثل هذا؟ قال: لا، قال: فاتقوا الله وععدلوا بين أ ولادكم، قال: فرجع فرد هديته. 

Dan riwayat Bukhari dan Muslim(1) dari hadits Nu’man bin Basyir radhiyallahu anhuma berkata: ayahku memberikan kepadaku suatu pemberian, maka Amrah binti Rawahah berkata: aku tidak rela hingga kau menjadikan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sebagai saksi. Maka aku datang kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan berkata: sesungguhnya aku memberikan suatu pemberian untuk anak yang dilahirkan oleh Amrah binti Rawahah  kemudian istriku memerintahkan kepadaku agar engkau menjadi saksi wahai Rasulullah. Maka Rasulullah mengatakan: apakah engkau beri semua anak-anakmu dengan pemberian yang semisal dengan hal itu? Nu’man mengatakan: tidak, Nabi bersabda: bertakwalah kepada Allah, dan bersikaplah adil dalam masalah pemberian anak-anakmu. Maka Aku berkata: lalu dia pulang dan menarik kembali hadiahnya. 

صحيح أن المحبة لا يملكها إلا الله سبحانه فقد يحب الشخص بعض ولده أكثر من الآخر، وقد قال إخوة يوسف: {ليوسف وأخوه أحب إلى أبينا منا ونحن عصبة.. } [يوسف:٨] 

Memang benar rasa cinta tidaklah dimiliki kecuali oleh Allah, maka boleh jadi seorang ayah cinta kepada salah satu anaknya dari anaknya yang lain.  Dan sungguh saudari-saudari Yusuf berkata: {sungguh Yusuf dan saudaranya lebih dicintai daripada kami padahal kami jumlahnya lebih banyak} [Yusuf:8] 

ولكن ينبغي أن يسدد العبد ويقارب ولا يظهر ما يضايق الأبناء ويسبب الشحناء

Akan tetapi hendaknya seorang ayah berusaha bersikap untuk ideal mencintai semua anaknya atau paling tidak mendekati ideal dan janganlah menampakkan hal yang membuat sempit hati anaknya dan membuat permusuhan 

وثمَّ أدب جليل على الأبوين أن يلاحظانه ويقيمانه في الأسرة ألا وهو ما أمر الله به حيث قال: 

Kemudian ada satu etika yang penting bagi kedua orang tua yang hendaknya diperhatikan oleh keduanya dan hendaklah keduanya menegakkan hal tersebut ditengah-tengah keluarganya. Yaitu apa yang Allah perintahkan disertai anjuran yang berkaitan tentang aurat. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنْكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنْكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ۚ مِنْ قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُمْ مِنَ الظَّهِيرَةِ وَمِنْ بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ۚ ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَكُمْ ۚ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ ۚ طَوَّافُونَ عَلَيْكُمْ بَعْضُكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ* وَإِذَا بَلَغَ الْأَطْفَالُ مِنْكُمُ الْحُلُمَ فَلْيَسْتَأْذِنُوا كَمَا اسْتَأْذَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ[النور: ٥٩،٥٨]

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya’. (Itulah) tiga aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana * Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur balig, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.(Surat An-Nur Ayat 58,59) 

فأرشد الله سبحانه وتعالى الأبوين إلى أدب رفيع وهو تعليم أبنائهما المميزين الذين لم يبلغوا الحلم أن يستأذنوا عليهما في هذه الأوقات الثلاثة التي هي مظنة انكشاف العورات وخلع الثياب، وهي:

Maka Allah membimbing kedua orangtua menuju adab yang luhur yaitu Mengajari anak yang sudah tamyiz yang belum sampai baligh untuk meminta izin di 3 waktu, ketiga waktu itu berpeluang besar tersingkapnya aurat dan terlepasnya pakaian, yaitu:

‌ من قبل صلاة الفجر 

Sebelum shalat subuh 

‌ حين تضعون ثيابكم من الظهيرة 

Ketika kalian meletakkan pakaian kalian di siang hari 

‌ من بعد صلاة العشاء 

Dan setelah shalat isya 

 فالغالب أن الرجل وزوجته يتكشفان في هذه الأوقات، وهي أوقات مظنة للجماع، فأمر الأبوان أن يعلما الأطفال المميزين الذين لم يبلغوا الحلم الاستئذان عليهما في هذه الأوقات الثلاثة، 

Maka biasanya seorang suami bersama istrinya itu terlepas pakaian keduanya di waktu-waktu tersebut, dan tiga waktu tersebut kemungkinan besar terjadinya hubungan suami istri, maka kedua orang tua diperintahkan mengajari anaknya yang tamyiz yang belum sampai baligh untuk meminta izin kepada keduanya di ketiga waktu tersebut. 

فقد يدخل الولد أو تدخل البنت على أبويهما في هذه الأوقات فيجد الوالدين على حالة يكرها أن يريا عليها من التكشف أو الجماع أو نحو ذلك، فيخرج الولد وتخرج البنت وقد ارتسمت في أذهانهما المناظر التي رأوها من أمهما وأبيهما فيتلوث فكرهما، 

Karena boleh jadi anak laki-laki atau anak perempuan masuk menemui keduanya di waktu-waktu tersebut dan mendapati orangtuanya diatas keadaan yang tidak disukai jika orangtuanya dalam keadaan demikian terlihat oleh anaknya, keadaan tersingkap auratnya atau dalam keadaan berhubungan suami istri atau dalam keadaan yang lainnya. Maka anak laki-laki dan anak perempuan keluar dalam keadaan tergambar dalam pikiran keduanya pemandangan yang telah dilihat dari ibu dan bapaknya yang pemandangan ini mengotori pikiran anak-anak 

ويخرج الطفل يبحث عن طريقة لتطبيق ذلك الذي رآه من أمه وأبيه فيطبق ذلك مع جارته ومع زميلته بل ومع أخته في بيوت الذين لا يتحفظون ولا يفرقون بين الأبناء في المضاجع طفل ينام بجوار أخته، ويرى من أمه وأبيه منظرًا مثيرًا فكيف يصنع مع أخته؟!! إن الشيطان حريص على الفساد فقد يقوده إلى الفساد والرذيلة مع أخته

Maka Boleh jadi anak mencari jalan dan menerapkan apa yang dia lihat dari ibunya dan bapaknya. Maka boleh jadi dia terapkan bersama dengan anak tetangganya dan bersama temannya atau bahkan bersama saudari perempuannya di dalam rumah yang tidak perhatian masalah hubungan anak laki-laki dan anak perempuan dan dirumah yang orangtua tidak membedakan antara tempat tidur anak laki-laki dan anak perempuan. Sehingga ada anak laki-laki tidur disamping saudari perempuannya, padahal dia melihat dari orangtuanya pemandangan yang membangkitkan syahwat. Maka bagaimana yang dia lakukan bersama saudarinya? Sesungguhnya setan sangat antusias untuk membawa kerusakan, maka boleh jadi setan menggiring si anak untuk melakukan kerusakan dan perbuatan yang hina bersama saudarinya. 

فديننا دين نظيف يحفظ تصورات الأطفال نظيفة، ويحفظ مقولهم نظيفة ويحفظ أفئدتهم وألسنتهم كذلك نظيفة، ألا فليمتثل المسلم والمسلمة لأوامر الله عزوجل وأوامر نبيه صلى الله عليه وسلم، 

Maka agama kita adalah agama yang bersih, menjaga memori anak-anak kecil agar tetap bersih, dan menjaga akal mereka tetap bersih, menjaga hati dan lisan mereka demikian pula dalam keadaan tetap bersih. Oleh karena itu maka hendaklah setiap muslim dan muslimah untuk taat terhadap perintah Allah dan taat pada perintah Nabinya shallallahu alaihi wasallam 

ولتتحفظ الأم في سيرها في البيت أمام أولادها المراهقين فلا تتبرج تبرجًا زائدًا أمام بنيها فالشيطان يزين لهم الحرام، وكذلك فليتحفظ الوالد ولا يمشي في البيت بثياب تثير بناته، كهذا الذي يمشي بالسروال القصير في البيت أو يمشي في الكلوت (الشورت القصير جدا) داخل البيت فيحدد هذا الشورت وهذا السروال عورته أمام بناته ويقودهن ذلك إلى طريقة لا تحمد عقباها. 

Hendaknya seorang ibu hati-hati dalam sikapnya dirumah, didepan anak-anaknya terutama terhadap anak laki-laki yang sudah remaja. Maka hendaknya ibu jangan tabbaruj dengan tabbaruj yang berlebihan meskipun di depan anak laki-lakinya di dalam rumah ketika anaknya sudah remaja, karena boleh jadi setan membuat indah hal yang haram untuk anak-anaknya. Demikian juga seorang ayah hendaknya hati-hati dan menjaga diri dan jangan berjalan memakai pakaian yang membangkitkan birahi anak perempuannya meskipun di dalam rumah. Misalnya seorang ayah berjalan dengan celana pendek di dalam rumah atau berjalan dengan kulot (pakaian yang pendek sekali) di dalam rumah. Yang pakaian dan celana tersebut sangat menampakkan auratnya di depan anak perempuannya. Karena dengan tindakan tersebut sungguh ayah telah menggiring anak perempuannya ke dalam jalan yang tidak terpuji dampak dan akibatnya

Fiqh suami istri 122-124

Standar

Fiqh suami istri 122-124
ويعلمانهم آداب الطعام والشراب والحديث:

Dan orangtua mengajarkan anak-anaknya adab makan, adab minum dan adab berbicara:

أخرجه البخاري ومسلم(١) من حديث عمر بن أبي سلمة رضي الله عنه قال: كنت غلامًا في حجر رسول الله صلى الله عليه وسلم وكانت يدي تطيش في الصحفة، فقال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم: يا غلام سم الله وكل بيمينك وكل مما يليك

Diriwayatkan oleh Bukhari Muslim(1) dari hadits Umar bin Abi Salamah radhiyallahu anhu berkata: dahulu saat aku kecil di dalam asuhan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, maka suatu ketika aku makan tanganku berpindah-pindah di nampan, maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Wahai anak kecil sebutlah nama Allah (ucapkan bismillah) dan makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang terdekat denganmu. 

وأخرج مسلم(٢) من حديث حذيفة رضي الله عنه قال: كان إذا حضرنا مع النبي صلى الله عليه وسلم طعامًا لم نضع أيدينا حتى يبدأ رسول الله صلى الله عليه وسلم فيضع يده، وإنا حضرنا معه مرة طعامًا فجاءت جارية كأنها تدفع فذهبت لتضع يدها في الطعام فأخذ رسول الله صلى الله بيدها، ثم جاء أعرابي كأنما يدفع فأخذ بيده، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن الشيطان يستحل الطعام أن لا يذكر اسم الله عليه، وإنه جاء بهذه الجارية ليستحل بها فأخذت بيدها، فجاء بهذا الأعرابي ليستحل به فأخذت بيده، والذي نفسي بيده إن يده في يدي مع يدها. 

Diriwayatkan oleh Muslim(2) dari hadits Hudzaifah radhiyallahu anhu berkata: kami dahulu hadir bersama Nabi shallallahu alaihi wasallam di suatu jamuan makan. Maka kami tidaklah meletakkan tangan-tangan kami hingga Rasulullah shallallahu alaihi wasallam meletakkan tangannya, dan kami hadir bersama Nabi kedua kalinya pada jamuan makan, maka datang seorang anak perempuan dan dia ikut makan seakan-akan terdorong untuk makan dan meletakkan tangannya pada makanan maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memegang tangannya, kemudian datang seorang arab badui sebagaimana sikap anak perempuan kecil tersebut, maka Nabi memegang tangannya, lalu Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: sesungguhnya setan ikut makan jika tidak disebutkan nama Allah di dalamnya, dan sesungguhnya setan datang dengan anak perempuan tersebut dan ikut makan bersamanya, maka aku memegang tangannya, dan setan datang dengan seorang Arab badui dan ikut makan dengannya maka aku memegang tangannya, demi Dzat yang jiwaku berada ditanganNya, sesungguhnya tangan setan bersama tanganku dan tangannya. 

فجاء اثنان إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فذهب أحدهما يتكلم وكان أصغرهما، فقال النبي صلى الله عليه وسلم: كبِّر(٣)

Dan pernah ada 2 orang datang kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan salah satunya berbicara dan adalah dia yang paling kecil diantara keduanya, maka Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: utamakan yang tua(3)

فليعلم الوالد ولده توقير الكبير والحنو على الصغير وليعرفه حق الجار وحق الرحم. 

Dan hendaknya orang tua mengajarkan untuk menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi yang muda, dan hendaknya orang tua memperkenalkan anaknya hak tetangga dan hak kerabat. 

ويدعوان لأولادهما بالهداية والصلاح

Dan hendaknya orang tua mendoakan untuk anak-anaknya agar mendapatkan hidayah dan keshalihan. 

كما كان يفعل أهل الصلاح، يقول قائلهم: {وأصلح لي في ذريتي}[الأحقاف:١٥] ويقول:{ربنا هب لنا من أزواجنا وذرياتنا قرة أعين}[الفرقان: ٧٤]

Sebagaimana dahulu dilakukan oleh orang-orang yang Shalih, mereka berdoa:{Ya Allah, perbaikilah anak keturunanku}[Al Ahqaf: 15] dan firmanNya: {wahai Rabb kami, berikanlah kepada kami dari istri-istri kami dan anak keturunan kami penyejuk jiwa }[Al Furqon: 74] 

والنبي صلى الله عليه وسلم قد قال: اللهم أهل بيتي أذهب عنهم الرجس وطهرهم تطهيرًا(٤)

Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam sungguh telah berdoa: Ya Allah keluargaku, hilangkanlah dari mereka kotoran dan bersihkanlah mereka sebersih-bersihnya(4)

ويعوذ الوالدان أولادهما وبناتهما كما كان النبي صلى الله عليه وسلم يفعل، ففي (صحيح البخاري)(٥) من حديث ابن عباس رضي الله عنهما قال: كان النبي صلى الله عليه وسلم يعوذ الحسن والحسين ويقول: إنا أباكما إبراهيم كان يعوذ بها إسماعيل وإسحاق: أعوذ بكلمات الله التامة من كل شيطان وهامة ومن كل عين لامة

Dan hendaknya orangtua mendoakan anak-anaknya dengan doa perlindungan baik laki-laki maupun perempuan sebagaimana yang dahulu dikerjakan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam, dan dalam (shahih Bukhari)(5)dari hadits Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma berkata: dahulu Nabi shallallahu alaihi wasallam mendoakan Hasan dan Husain dengan doa perlindungan dan berkata: sesungguhnya ayah kalian berdua yaitu Ibrahim mendoakan dengan doa perlindungan untuk Ismail dan Ishaq: aku berlindung dengan firman Allah yang sempurna dari segala gangguan setan dan segala bintang yang berbisa, dan dari pandangan mata yang berbahaya. 

ولننبه على سنة ترك الكثير من الناس العمل بها، وهي ما أخرجه البخاري ومسلم(٦) من حديث جابر بن عبدالله رضي الله عنهما قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إذا كان جنح الليل أو أمسيتم فكفوا صبيانكم فإن الشياطين تنتشر حينئذ، فإذا ذهب ساعة من الليل فحلوهم فأغلقوا الأبواب واذكروا اسم الله فإن الشيطان لا يفتح بابًا مغلقًا وأو كوا قربكم واذكروا اسم الله، وخمروا آنيتكم واذكروا اسم الله ولو أن تعرضوا عليها شيئاً، وأطفئوا مصابيحكم

Dan kami ingatkan dengan dengan 1 Sunnah yang ditinggalkan, banyak orang meninggalkan beramal dengannya yaitu apa yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim(6) dari hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhuma berkata: jika telah tiba gelapnya malam atau di waktu sore menjelang maghrib, maka tahanlah anak-anakmu di dalam rumah. Sesungguhnya setan bertebaran pada saat itu, maka jika sesaat dari waktu malam telah berlalu maka lepaskanlah mereka dan tutuplah Pintu-pintu dan jendela dan sebutlah nama Allah. Karena sesungguhnya setan tidak bisa membuka pintu yang tertutup(yang disebutkan nama Allah saat menutupnya), dan ikatlah tandon-tandon air kalian dan sebutlah nama Allah, dan tutuplah wadah-wadah kalian dan sebutlah nama Allah. Meskipun kalian hanya melintangkan sesuatu padanya, dan ketika hendak tidur maka matikanlah lampu-lampu kalian. 

والولد قد تراه نحيفًا ضارعًا وتكشف عليه عند الأطباء فلا يذكرون مرضًا، ولكن المرض نوع آخر قد تكون امتدت إليه عين حاسد، فأحيانًا تسبب عين الحاسد في نحافة الطلل، كما ورد عن رسول الله صلى الله عليه وسلم لما زار آل جعفر فرأى أجسام بني جعفر ضارعة، فسأل أمهم أسماء بنت عميس: ما لي أرى أجسام بني أخي ضارعة؟ تصيبهم الحاجة؟ قالت: لا أدري ولكن العين تسرع إليهم، قال: ارقبهم قالت: فعرضت عليه فقال: ارقيهم(٧)

Dan anak terkadang terlihat kurus kering tidak berdaging kemudian diperiksakan ke dokter, ternyata para dokter tidak menyebutkan adanya penyakit pada diri anak. Akan tetapi penyakitnya adalah jenis yang lain yaitu bisa jadi ada mata orang yang hasad yang menyerangnya. Maka terkadang mata orang yang hasad menyebabkan kurusnya anak. Sebagaimana terdapat dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika mengunjungi keluarga Ja’far, Rasulullah melihat anak-anak Ja’far kurus tidak berdaging. Maka Nabi bertanya kepada ibunya yaitu Asma binti Umais: kenapa aku melihat badan anak-anak saudaraku kurus kering? Seakan-akan mereka itu kekurangan makan? Ibunya menjawab: aku tidak tahu akan tetapi Ain demikian cepat menyerang mereka. Nabi mengatakan: ruqyah mereka. Asma menjawab: maka aku sodorkan anak tersebut kepada Nabi dan Nabi memerintahkan untuk meruqyah anak-anakku.(7)

فينبغي أن يع يعدلا بين الأولاد العطيات حتى لا يسببا الضغائن بين أولادهما ويوّلدا الأحقاد بينهما

Dan hendaknya bersikap adil dalam pemberian sehingga tidak menyebabkan adanya ganjalan diantara mereka dan tidak menjadi sebab timbulnya permusuhan diantara mereka. 
_____

(١) أخرجه البخاري(مع الفتح ٥٦١/٩)، ومسلم(١٩٢/١٣)

(1) riwayat Bukhari (dalam Fathul bari 9/561) dan Muslim(13/192)

(٢) مسلم(١٨٧/١٣)

(2) Muslim(13/187)

(٣) أخرجه البخاري(٦١٤٣،٦١٤٢)، ومسلم(ص ١٢٩٤)

(3) riwayat Bukhari(6142,6143) dan Muslim(halaman 1294)

(٤) أخرجه أحمد في المسند(٢٩٨/٦) بإسناد صحيح لشواهده

(4) riwayat Ahmad dalam Musnad Imam Ahmad(6/298) dengan sanad shahih lighairihi

(٥) البخاري (مع الفتح ٤٠٨/٦)

(5) Bukhari(Fathul bari 6/408)

(٦) البخاري (مع الفتح ٨٨/١٠)، ومسلم(١٨٣/١٣)

(6) Bukhari(Fathul bari 10/88) dan Muslim(13/183)

(٧) أخرجه مسلم (مع النووي ١٨٥/١٤)

(7) riwayat Muslim(dalam Shahih Muslim 14/185)

Fiqh suami istri 120-121

Standar

Fiqh suami istri 120-121
ثم اتجه لقمان حتى ولده على التخلق بالخلق الحسن في تعامله مع الناس بقوله: {وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ}[لقمان: ١٨] 

Kemudian Luqman memotivasi anaknya untuk berakhlak yang mulia jika berinteraksi bersama manusia. Dengan ucapannya: Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.[Surat Luqman, Ayat 18] 

أي أقبل يا ولدي على الناس بوجهك أثناء حديثك معهم ولا تعرض عنهم ولا تلوي رقبتك وتبتعد بوجهك عنهم، بل استبشر في وجوههم ولا تختال في مشيتك فإن الله لا يحب كل مختال فخور{ وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ ۚ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ} [لقمان: ١٩] 

Artinya maka arahkan wajahmu kepada manusia ketika kamu berbicara bersama mereka, jangan berpaling dari mereka, jangan belokkan lehermu ke arah yang lain. Jangan kau jauhkan wajahmu dari mereka namun nampakkan ceria di depan wajah mereka. Dan janganlah bersikap angkuh ketika dalam berjalan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong dengan ucapan dan perbuatannya. (Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.) [Surat Luqman, Ayat 19] 

فعلِّم ولدك هذه الوصايا الفاذة الجامعة لخيري الدنيا والآخرة، ينبغي أن يعلِّم الوالدان أولادهما هذه الكلمات الطيبة النافعة التي علمها النبي صلى الله عليه وسلم لا بن عمه عبدالله بن عباس رضي الله عنهما إذ قال له: (يَا غُلاَمُ، إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ؛ احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ)

Ajarkanlah kepada manusia Nasehat-nasehat berikut ini, wasiat yang tiada duanya yang lengkap mencakup kebaikan dunia dan akhirat. Maka sepatutnya orang tua mengajarkan anaknya kalimat yang bermanfaat ini yang pernah nabi ajarkan kepada anak pamannya Abdullah bin Abbas Radhiyallahu anhuma ketika beliau bersabda:“wahai anak kecil, aku ajarkan kepadamu beberapa untai kalimat: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya kau dapati Dia di hadapanmu. Jika engkau hendak meminta, mintalah kepada Allah, dan jika engkau hendak memohon pertolongan,mohonlah kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh umat bersatu untuk memberimu suatu keuntungan, maka hal itu tidak akan kamu peroleh selain dari apa yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan andaipun mereka bersatu untuk melakukan sesuatu yang membahayakanmu, maka hal itu tidak akan membahayakanmu kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk dirimu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.”(1)

على الوالدين أن يمرِّنا الأولاد على الطاعات من الصغر ويعرفانهم بالحلال والحرام شيئًا فشيئًا فكما قال القائل:

Menjadi kewajiban orang tua melatih anak-anaknya untuk taat sejak kecil dan mengenalkan kepada mereka halal dan haram sedikit demi sedikit, sebagaimana perkataan penyair:

وينشأ ناشئ الفتيان فينا على ما كان عوَّده أبوه

Dan sesungguhnya tumbuh besar generasi muda dan anak muda ditengah-tengah kami sebagaimana pembiasaan yang dilakukan oleh ayahnya. 

فيصطحب الوالد ولده إلى المسجد ويعلمه كتاب الله وسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم ويعلمه الصلاة كما قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (علموا أولادكم الصلاة لسبع واضربوهم عليها لعشر)(*) 

Hendaknya ayahnya mengajari anaknya ke masjid dan mengajarinya Al Qur’an dan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan mengajarinya shalat sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam: (ajarkanlah anak-anakmu shalat saat usia 7 tahun dan pukullah mereka jika tidak shalat saat usia 10 tahun)(*) 

ويعودانهم على الصيام كما كان السلف الصالح يصنعون، قالت الربيع بنت معوِّذ: كان نصوم عاشوراء ونصومه صبياننا ونجعل لهم اللعبة من العهن، فإذا بكى أحمدهم على الطعام أطيناه ذلك حتى يكون عند الإفطار(٢)

Dan hendaknya orang tua membiasakan anaknya untuk berpuasa sebagaimana yang dilakukan oleh orang terdahulu yang shaleh, demikianlah yang mereka lakukan. Rabi’ah binti Muawid: dahulu kami berpuasa Asyuro dan kami melatih puasa anak-anak kami. Kami buat untuk mereka mainan dari kapas, jika ada salah satu dari mereka menangis karena lapar maka kami berikan padanya mainan hingga waktu berbuka tiba(2)

ويجنبانهم الحرام فقد أخرج البخاري ومسلم(٣) من حديث أبي هريرة رضي الله عنه قال: أخذ الحسن بن علي رضي الله عنهما تمرة من تمر الصدقة قجعلها في فيه، فقال النبي صلى الله عليه وسلم: كخ كخ ليطرحها ثم قال: أما شعرت أنا(٤) لا نأكل الصدقة

Hendaknya orang tua menjauhkan anak-anaknya dari hal-hal yang haram, telah dikeluarkan oleh Bukhari Muslim(3) dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwasanya beliau berkata: Husain bin Ali radhiyallahu anhuma mengambil kurma dari kurma sedekah lalu dia letakkan di mulutnya dan nabi melihatnya, maka Nabi shallallahu alaihi wasallam berkata: keluarkan, keluarkan supaya dia membuang kurma tersebut. Kemudian Nabi bersabda: tidakkah kau tahu wahai cucuku bahwasanya aku(4) tidak boleh makan harta sedekah. 

_____

(١) أخرجه الترمذي (حديث ٢٥١٦) بإسناد صحيح لشواهده

(1) riwayat Tirmidzi (Hadits 2516) dengan sanad shahih dengan penguat

(*) تقدم قريبًا

(*) diawal telah dijelaskan 

(٢) أخرجه البخاري(حديث ١٩٦٠)

(2) riwayat Bukhari (Hadits 1960)

(٣) أخرجه البخاري(١٤٩١)، ومسلم(١٠٦٩)

(3) riwayat Bukhari(1491), Muslim(1069)

(٤) يعني: آل محمد صلى الله عليه وسلم 

(4) maksudnya keluarga Muhammad shallallahu alaihi wasallam

Fiqh suami istri 117-119

Standar

Fiqh suami istri 117-119
ثم اتجه لقمان عليه السلام إلى تعريف ولده بربه عزوجل مبينًا له أن الله عز وجل لا تخفى عليه خافية ولا يضيع عنده عمل، فقال: (يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ)

Kemudian Luqman mengarahkan anak-anaknya untuk mengenalkan anaknya tentang RabbNya dengan menjelaskan kepada anaknya bahwasanya Allah tidak ada yang tersembunyi bagi Allah dan tidak ada satupun amalan yang sia-sia yang tidak tercatat disisi Allah, Allah berfirman: (Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.[Surat Luqman 16]

ثم حثه على الصلاة والأمر بالمعروف والنهي عن المنكر بقوله: (يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ)

Kemudian Luqman mendorong anaknya untuk mengerjakan shalat dan mengerjakan kebaikan dan mencegah dari perbuatan yang buruk. Dengan perkataannya: Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).[Surat Luqman 17]

يا لها من وصايا جامعة:

Betapa indahnya sejumlah wasiat-wasiat yang lengkap:

حث على الصلاة عماد الدين التي بإقامتها يقام الدين وبهدمها يهدم الدين!! 

Motivasi anak-anakmu untuk mengerjakan shalat yang mana shalat tersebut tiang agama dengan menegakkan shalat berarti menegakkan agama dan dengan menghancurkan shalat berarti menghancurkan agama!! 

حث على الصلاة التي هي الركن الثاني من أركان الإسلام ولم يسبقها إلا الشهادتان!! 

Motivasi anak-anakmu untuk mengerjakan shalat yang mana shalat tersebut adalah rukun islam yang kedua dari rukun-rukun islam yang mana rukun tersebut tidak didahului melainkan satu rukun saja yaitu dua kalimat syahadat!! 

حث على الصلاة التي بها تنال الجنان

Motivasi anak-anakmu untuk mengerjakan shalat yang dengan shalat itu akan mendapatkan surga 

حث على الصلاة هي نور

Motivasi anak-anakmu untuk mengerjakan shalat yang shalat itu merupakan cahaya 

حث على الصلاة فهذا أمر الله قال سبحانه: (وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ) [طه: ١٣٢] 

Motivasi anak-anakmu untuk mengerjakan shalat maka ini adalah perintah Allah, Allah berfirman: Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.(Surat Ta-Ha, Ayat 132) 

حث على الصلاة فهذا أمر رسول الله{… وكان يأمر أهله بالصلاة والزكاة عند ربه مرضيَّ}[مريم: ٥٥] 

Motivasi anak-anakmu untuk mengerjakan shalat yang mana shalat tersebut adalah keadaan para utusan Allah, (… Dan para utusan Allah mereka memerintahkan keluarganya untuk Shalat dan membayar zakat yang dia adalah orang yang diridhai disisi Allah. (QS Maryam: 55)

وقال عليه الصلاة والسلام: علموا أولادكم الصلاة لسبع، واضربوهم عليها لعشر(١) 

Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: ajarkan anak-anakmu mengerjakan shalat pada saat usia 7 tahun dan pukullah karena tidak mengerjakan shalat saat usia 10 tahun.(1)

حث على الصلاة للنجاة من النار، فقد قال تعالى: {فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ، الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ} [الماعون: ٥،٤] 

Motivasi anak-anakmu untuk mengerjakan shalat supaya selamat dari neraka, dan sungguh Allah berfirman: Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,(Surat Al-Ma’un, Ayat 4,5) 

وقال تعالى: {فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا، إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا} [مريم: ٦٠،٥٩] 

Dan firman Allah: Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh. [Surat Maryam, Ayat 59,60]

حتى على الصلاة لما فيها من عون على المصائب ونهي عن الفحشاء والمنكر

Motivasi anak-anakmu untuk mengerjakan shalat karena di dalam shalat terdapat bantuan dalam menghadapi musibah dan shalat itu bisa mencegah dari perbuatan keji dan mungkar

حث على الصلاة لما فيها الفضل العميم والخير الجسيم والأجر العظيم والثواب الجزيل، وكذلك تعليم للأولاد وحث لهم على الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر والصبر على الأذى الذي يلحقهم، فغاليًا ما يلحق الآمر بالمعروف والناهي عن المنكر نوع أذى فيلزم حينئذ الصبر – 

Motivasi anak-anakmu untuk mengerjakan shalat karena di dalam shalat terdapat keutamaan yang luas, dan kebaikan yang besar serta ganjaran yang banyak besar dan banyak, dan seperti itu bentuk pengajaran kepada anak. Dan memotivasi anak untuk mengerjakan kebaikan dan mencegah dari perbuatan yang buruk dan bersabar menghadapi gangguan yang akan menimpa mereka. Maka umumnya yang menimpa orang yang mengerjakan kebaikan dan mencegah dari perbuatan yang buruk adalah sejenis gangguan, maka pada saat itu ada keharusan untuk bersabar. 

كما قال تعالى: (وَالْعَصْرِ) (إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ) (إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ)[العصر: ١-٣]

Sebagaimana firman Allah: Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.[Surat Al-Asr 1-3]

_____

(١) أخرجه أبو داود وغيره بإسناد حسن، ولفظ أبي داود(٤٩٥): مروا أولادكم بالصلاة وهم أبناء سبع سنين، واضربوهم عليها وهم أبناء عشر سنين، وفرقوا بينهم في المضاجع

(1) riwayat Abu Dawud dan selainnya dengan sanad yang hasan, dan ini lafadzh Abu Dawud(495): perintahkanlah anak-anakmu untuk mengerjakan shalat saat dia berusia 7 tahun, dan pukullah mereka saat dia berusia 10 tahun, dan pisahkanlah antara anak-anakmu yang laki-laki dan perempuan di tempat tidurnya

Fiqh suami istri 115-117

Standar

Fiqh suami istri 115-117
يعلمان الأولاد أن الحكم لله، وأن الأمر أمره سبحانه، والملك ملكه عزوجل، والشرع ما شوعه سبحانه، وأن كل من عليها فان، ويبقى وجه ربك ذو الجلال والإكرام 

Mengajari anaknya bahwasanya menetapkan hukum adalah hak Allah, karena petunjuk yang sah adalah petunjuk Allah dan karena kerajaan adalah kerajaan milik Allah, dan sesungguhnya syari’at adalah apa yang Allah syari’atkan, dan segala sesuatu yang ada di muka bumi ini tidak kekal, dan yang kekal adalah wajah Allah yang memiliki keagungan dan kemuliaan 

يحذران الأولاد من الرياء ذلك الشرك الخفي. 

Ingatkan anak tentang bahaya riya’ dan bahwasanya hal itu adalah kesyirikan yang samar

{ووصينا الإنسان بوالديه حملته أمه وهنًا على وهن وفصاله في عامين أن اشكر لي ولوالديك إلىَّ المصير} [لقمان:١٤]

(Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.) (Luqman : 14) 

وليعلم الإنسان أن ربَّه عزوجل أو وصاه بوالديه، وخص بالذكر أمه التي حملته وهنًا على وهن وأرضعته، فليحسن إليهما وليشكر لله ثم لهما ولا يقل لهما أف ولا ينهرهما بل ليقل قولا كريما ويخفض لهما جناح الذل من الرحمة، وليدع لهما بقوله: رب ارحمهما كما ربياني صغيرا، فليقم الولد على خدمة والديه خاصة عند كبرهما

Dan hendaknya seorang menyadari bahwa Allah telah berwasiat kepadanya untuk bersikap baik kepada kedua orang tuanya dan secara khusus disebutkan adalah kepada ibunya yang mengandungnya lemah diatas kelemahan dan menyusuinya. Maka hendaklah berbuat baik kepada keduanya dan bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada keduanya dan janganlah dia katakan kepada keduanya perkataan ‘Uf’ dan jangan membentak keduanya bahkan harus berbicara kepada keduanya dengan perkataan mulia dan rendah diri kepada keduanya karena sayang. Dan hendaknya dia doakan keduanya dengan apa yang Allah ajarkan: Ya Allah sayangi keduanya, karena keduanya yang telah merawatku ketika aku kecil. Dan hendaklah anak itu sendiri yang langsung melayani ibu dan ayahnya terutama ketika keduanya telah lanjut usia. 

وقد يبلغ الكبر بأحدهما بكلاهما إلى حد يبول الإنسان فيه على نفسه، ويتغوط عليها فليقبل الولد على خدمتهما ولا يتأفف، فإن قدر وتأفف لكونه بشر يعتريه ما يعتري البشر، فليستدرك وليقلع، قال تعالى: {ربكم أعلم بما في نفوسكم إن تكونوا صالحين فإنه كان للأوابين غفورًا}[الإسراء: ٢٥]، 

Dan usia tua boleh jadi mengantarkan salah satu atau keduanya hingga pada kondisi kencing di tempat dan buang air besar di tempat. Maka ketika seseorang menjumpai kondisi semacam ini pada keduanya maka hendaklah anak itu memberikan pelayanan secara langsung dan tidak mengucapkan perkataan “uf”. Seandainya kita misalkan dan muncul kata ‘uf’  dikarenakan anak ini juga manusia mengalami apa yang dialami manusia pada umumnya. Maka hendaklah dia memperbaiki diri dan menghentikan maksiatnya. Allah berfirman: (dan Tuhanmu lebih mengetahui tentang isi hatimu jika kalian benar-benar adalah orang yang shalih maka Allah Maha Pengampun kepada orang yang bertaubat.) (QS Al Isra: 25)

أي للرجاعين عن ذنوبهم المقلعين عن خطاياهم، وليس منمعاني بر الوالدين أنيطاعا إذا دعيا إلى الشرك، بل تجب مخالفتهما في ذلك، فالطاعة إنما هي في المعروف كما قال النبي صلى الله عليه وسلم وقد قال تعالى: {ولا تطع من أغفلنا قلبه عن ذكرنا واتبع هواه وكان أمره فرطا}[الكهف: ٢٨] وإنما الذي يطاع ويتبع من أناب إلى الله، وسلك طريقه سبحانه وتعالى، فالمرجع والمآب إليه وحده عزوجل. 

Artinya kembali bertaubat dari dosanya dan menghentikan kesalahan yang dia lakukan, makna berbakti kepada orang tua jika mereka mengajak kepada Ke musyrikan, bahkan wajib menyelisihi keduanya dalam masalah itu, karena ketaatan adalah dalam rangka kebaikan sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam. Dan sungguh Allah berfirman: (dan janganlah kau taati orang yang Kami lalaikan hatinya dari mengingat kami dan mengikuti hawa nafsu dan keadaannya adalah berlebih-lebihan dan melampaui batas.) (QS Al Kahfi: 28) karena yang diikuti adalah orang yang kembali kepada Allah dan menempuh jalan Allah, maka yang menjadi tempat kembali dan menjadi tolak ukur adalah hanya Allah. 

ولكن مع شرك الوالدين يصاحبان في الدنيا بالمعروف كما قال سبحانه:{وصاحبهما في الدنيا معروفًا}[لقمان: ١٥] 

Akan tetapi meskipun orang tua itu musyrik, didunia tetap diperlakukan dengan sikap yang baik. Sebagaimana firman Allah: (dan perlakukanlah keduanya selama mereka hidup di dunia dengan perlakuan yang baik) (QS Luqman: 15)

فعلى  العبد أن يحرص على أن يموت على التوحيد هو وزوجه وبنوه وأمه وأبوه

Maka menjadi kewajiban seorang hamba untuk antusias agar meninggal dunia di atas tauhid, dia dan istrinya, anak keturunannya dan ibu dan bapaknya 

ألا ترى إلى يعقوب عليه الصلاة والسلام لما حضرته الوفاة فجمع بنيه ترى ماذا قال لهم؟!! 

Tidakkah anda saksikan Nabi Ya’qub alaihi sholatu wasallam ketika kematian menghampiri beliau, maka dikumpulkan anak-anaknya, apa yang dikatakan Ya’qub kepada mereka?!! 

قال تعالى: (أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنْ بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَٰهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ)[البقرة: ١٣٣] 

Dan Allah berfirman: (Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”.) [Surat Al-Baqarah 133]

 وقبله جده إبراهيم الخليل عليه الصلاة والسلام الحنيف الحليم الأواه المنيب خليل الرحمن الذي اصطفاه الله في الدنيا وإنه في الآخره لمن الصالحين قال له ربه أسلم قال أسلمت لرب العالمين (وَوَصَّىٰ بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ)

Dan sebelum Ya’qub adalah kakeknya Ibrahim kekasih Allah, dia adalah seorang yang hanif, lembut, gemar untuk bertaubat, kembali kepada Allah kekasih Allah yang Allah jadikan dia manusia pilihan di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat termasuk orang-orang yang shaleh. Maka RabbNya berkata kepada Ibrahim, pasrahlah engkau, maka Ibrahim menjawab ‘aku pasrah kepada Rabb semester alam. (Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”.) [Surat Al-Baqarah 132]