Aqidah islam 18

Standar

Aqidah islam 18
س ٦ -أين الله؟

Pertanyaan 6 : dimana Allah? 

ج ٦ – الله فوق العرش على السماء. قال الله تعالى : (الرحمن على العرش استوى) [ طه: ٥]

Jawaban 6 : Allah berada diatas Arsy yang berada diatas langit. Allah berfirman : (Allah yang maha penyayang bersemayam di atas Arsy) [Thaha : 5] 

أي علا وارتفع كما جاء في البخاري عن التابعين 

Artinya tinggi dan naik sebagaimana datang di dalam hadits Bukhari dari Tabi’in

وقال صلى الله عليه وسلم : إن الله كتب كتاب قبل أن يخلق الخلق، إن رحمتي سبقت غضبي، فهو مكتوب عنده فوق العرش. رواه البخاري

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : sesungguhnya Allah telah menuliskan sebuah kitab sebelum Allah menciptakan makhluk, sesungguhnya rahmatku telah mendahului kemurkaanku, dan kitab itu tertulis disisiNya diatas Arsy. Riwayat Bukhari 

ومن انكر أن الله فوق العرش فقد خالف القرآن والحديث

Dan barangsiapa yang mengingkari bahwasanya Allah berada diatas Arsy maka sungguh dia telah menyelisihi Al Qur’an dan Hadits. 

س ٧ – هل الله معنا؟ 

Pertanyaan 7 : apakah Allah bersama kita? 

ج ٧ – الله معنا بعلمه يسمعنا ويرانا. لقول الله تعالى : (قال لا تخافا، إنني معكما أسمع وأرى) [طه : ٤٦] 

Jawaban 7 : Allah bersama kita dengan ilmunya, Dia mendengar kita, dan melihat kita. Berdasarkan firman Allah : (katakanlah : janganlah kalian berdua takut, sesungguhnya Aku bersama kalian berdua, Aku mendengar dan Aku melihat) [Thaha : 46] 

وقال صلى الله عليه وسلم : إنكم تدعون سميعًا قريبًا وهو معكم. رواه مسلم 

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : sesungguhnya kalian berdoa kepada Yang Maha Mendengar dan Maha Dekat. Dan Dia bersama kalian. Riwayat Muslim 

أي بعلمه

Artinya : bersama dengan ilmunya. 

س ٨ – ما هي فائدة التوحيد؟ 

Pertanyaan 8 : apa faedah dari bertauhid? 

ج ٨ – فائدة التوحيد هي الأمن في الآخرة من العذاب المؤبد، والهداية في الدنيا، وتكفير الذنوب، قال الله تعالى : (الذي آمنوا ولم يلبسوا إيمانهم بظلم، أولئك لهم الأمن وهو مهتدون) [الأنعام : ٨٢]

Jawaban 8 : faedah tauhid adalah dia rasa aman di akhirat dari adzab yang kekal, dan mendapatkan hidayah ketika di dunia, dan terhapus dosa-dosa, Allah berfirman : (yaitu orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri keimana mereka dengan kedzholiman, mereka itulah orang-orang yang aman dan mendapatkan petunjuk) [Al An’am : 82] 

بظلم : أي بشرك

Dengan kedzholiman artinya dengan kesyirikan

وقال صلى الله عليه وسلم : حق العباد على الله أن لا يعذب من لا يشرك به شيئا. متفق عليه. 

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : hak Allah atas para hambaNya adalah Allah tidak akan nengadzab orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun. Mutafaqun alaihi 

Iklan

Aqidah islam 14-15 

Standar

Aqidah islam 14-15
س ٤ – كيف نعبد الله؟

Pertanyaan 4 : bagaimana kita beribadah kepada Allah? 

ج ٤ – كما أمرنا الله ورسوله، قال الله تعالى : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَلَا تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ (سورة محمد : ٣٣)

Jawaban 4 : kita beribadah sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah dan Rasulnya, Allah berfirman : 

Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul dan janganlah kamu merusakkan segala amalmu. (Surat Muhammad, Ayat 33) 

 وقال صلى الله عليه وسلم : من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد (أي: غير مقبول) [رواه مسلم] 

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : barangsiapa yang beramal dengan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dariku maka amalan tersebut tertolak (maksudnya tidak diterima amalnya) [riwayat muslim] 

س ٥ – هل نعبد الله خوفا وطمعا؟ 

Pertanyaan 5 : apakah kita beribadah kepada Allah dengan rasa takut dan rasa harap?

ج ٥ – نعم نعبده كذلك، قال تعالى آمرا عباده: وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ (سورة الأعراف:٥٦)

Jawaban 5 : ya, kita beribadah kepada Allah dengan cara demikian. Allah berfirman memerintahkan hambanya : 

Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. (Surat Al-A’raf, Ayat 56) 

وقال صلى الله عليه وسلم : أسأل الله الجنة، وأعوذ به من النار [رواه أبو داود بسند صحيح] 

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : mintalah kepada Allah Surga dan berlindunglah kepada Allah dari Neraka[riwayat Abu Dawud dengan sanad yang shahih] 

س ٦ – ما هو الإحسان في العبادة؟ 

Pertanyaan 6 : apa yang dimaksud dengan ihsan dalam ibadah? 

ج ٦ – الإحسان هو مراقبة الله تعالى في العبادة. قال الله تعالى : الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ * وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ(سورة الشعراء : ٢١٨ – ٢١٩)

Jawaban 6 : ihsan adalah engkau merasa diawasi oleh Allah Ta’ala di dalam beribadah. Allah berfirman : Yang melihat engkau ketika engkau berdiri (untuk shalat), dan (melihat) perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud. [Surat Asy-Syu’ara : 218-219]

وقال صلى الله عليه وسلم : الإحسان أن تعبد الله كأنك تراه، فإن لم تكن تراه فإنه يراك [رواه مسلم]

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat Allah, dan jika Engkau tidak bisa melihat Allah maka sesungguhnya Allah melihatmu [riwayat muslim] 

س ٧ – ما هو أعظم حق بعد حق الله ورسوله؟ 

Pertanyaan 7 : apa hak yang paling agung setelah hak Allah dan hak Rasulnya? 

ج ٧ – حق الوالدين، قال الله تعالى : (وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا) [سورة الإسراء : ٢٣] 

Jawaban 7 : hak kedua orang tua. Allah berfirman : 

Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. (Surat Al-Isra’ 23)

وعن أبي هريرة قال : جاء رجل إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال : يا رسول الله من أحق الناس بحسن صحابتي؟ قال : أمك، قال : ثم من؟ قال : أمك، قال : ثم من؟ قال؛  أمك، ثم من؟ قال : أبوك[متفق عليه]

Dari Abu Hurairah berkata : datang seorang laki-laki kepada rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan berkata : Wahai rasulullah siapakah manusia yang aku harus berbuat baik kepadanya? Rasulullah menjawab : ibumu, dia bertanya lagi : kemudian siapa. Rasulullah menjawab : ibumu, dia bertanya lagi : kemudian siapa? Rasulullah menjawab : ibumu. Dia bertanya lagi : kemudian siapa? Rasulullah menjawab : ayahmu [mutafaqun alaihi] 

Aqidah Islamiyah 13

Standar

Aqidah Islamiyah 13
حق الله على العباد 

Hak Allah atas para hambanya 

س ١ – لماذا خلقنا الله؟ 

Pertanyaan 1 : mengapa Allah menciptakan kita? 

ج ١ – خلقنا الله لنعبده ولا نشرك به شيئا. والدليل قول الله تعالى: {و ما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون}[سورة الذاريات : ٥٦] 

Jawaban 1 : Allah menciptakan kita agar kita beribadah kepada Allah dan tidak mempersekutukan Allah sedikitpun. Dan dalilnya firman Allah: {dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku} [Adz Dzariyat : 56] 

وقال صلى الله عليه وسلم: حق الله على العباد أن يعبدوه، ولا يشركوا به شيئا (متفق عليه) 

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Hak Allah atas para hambaNya ada engkau beribadah kepada-Nya dan engkau tidak mempersekutukan Allah sedikitpun (Muttafaqun Alaihi) 

س ٢ – ما هي العبادة؟ 

Pertanyaan 2 : apa yang dimaksud dengan ibadah?

ج ٢ – العبادة: اسم جامع لما يحبه الله من الأقوال، والأفعال كالدواء، والصلاة، والخشوع، وغيرها. قال الله تعالى: {قل إن صلاتي و نسكي و محياي ومماتي لله رب العالمين} [سورة الأنعام: ١٦٢] 

Jawaban 2 : Ibadah adalah seluruh nama yang mencakup segala sesuatu yang dicintai Allah berupa ucapan dan perbuatan seperti Berdoa,  Shalat, Khusyuk, dan semacamnya. Allah berfirman : {katakanlah, sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah pemilik semesta alam}[Al An’am : 162] 

(نسكي: ذبحي للحيوانات قربة لله) 

(Ibadahku maksudnya adalah penyembelihan hewan untuk mendekatkan diri kepada Allah) 

وقال صلى الله عليه وسلم: قال الله تعالى: وما تقرب إلي عبدي بشيء أحب إلى مما افترضته عليه (حديث قدسي رواه البخاري) 

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Allah berfirman: dan tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepada-ku dengan sesuatu yang lebih Aku Cintai kecuali dengan apa yang Aku wajibkan kepadanya (Hadits Qudsi riwayat Bukhari) 

س ٣ –  ما هي أنواع العبادة؟ 

Pertanyaan 3: apa saja Macam-Macam ibadah? 

ج ٣ – أنواع العبادة كثيرة منها: الدعاء ولخوف والرجاء والتوكل والرغبة والرهبة والذبح والركوع والسجود والطواف والحلف والحكم، وغير ذلك من أنواع العبادة المشروعة

Jawaban 3 : Macam-Macam ibadah sangat banyak, diantaranya: berdoa, takut, berharap, tawakal, rasa harap, rasa takut, menyembelih, rukuk, sujud, thawaf, sumpah, dan berhukum. Dan selainnya dari Macam-Macam ibadah yang disyariatkan 

Aqidah Islamiyah 11-12

Standar

Aqidah Islamiyah 11-12
س ٧ – ما هي علامات حسن الخاتمة للميت؟ 

Pertanyaan ketujuh : apa saja tanda-tanda khusnul khotimah bagi seorang yang meninggal? 

ج ٧ – علامات حسن الخاتمة كثيرة، فأيما مسلم مات بإحداها كانت بشارة له، ويالها من بشارة! 

Jawab : tanda-tanda khusnul khotimah sangat banyak, maka siapa saja seorang muslim yang meninggal dengan salah satu tandanya maka ini merupakan kabar gembira bagi keluarganya, betapa besarnya kabar gembira 

١ – النطق بالشهادتين عند الموت

1. Mengucapkan dua kalimat syahadat ketika meninggal

٢ – الموت ليلة الجمعة، أو نهارها

2. Meninggal di malam jum’at atau di siang hari jum’at 

٣ – الموت برشح الجبين(بعرقه) 

3. Meninggal dengan keringat di dahi (dengan keringatnya) 

٤ – الاستشهاد بساحة القتال

4. Meninggal saat berada di medan pertempuran 

٥ – الموت غازيًا في سبيل الله، ويشتمل من قتل ومات في سبيل الله، ومن مات في الطاعون، ومرض البطن الاستسقاء، وابتفاخ البطن، أو الإسهال، وكل من يشتكي من بطنه. 

5. Meninggal dalam keadaan sedang berperang di jalan Allah, dan yang terbunuh dan meninggal di jalan Allah, dan yang meninggal karena terkena wabah penyakit, dan meninggal karena sakit di bagian dalam perutnya, dan meninggal karena perut kembung, atau diare, dan setiap yang mengeluhkan sakit di bagian perut 

٦ – من مات بالغرق أو الحرق

6. Barangsiapa yang meninggal karena tenggelam atau terbakar 

٧ – موت المرأة في النفاس

7. Seorang wanita yang meninggal karena nifas

٨ – الموت بمرض ذات الجنب، وهو ورم حار في الغشاء المستبطن للأضلاع

8. Barangsiapa yang meninggal dengan sakit di dzatu janbi, yaitu pembengkakan panas di bagian atas perut yaitu tulang rusuk

٩ – الموت بداء السل

9. Meninggal karena penyakit lumpuh 

١٠ – الموت في سبيل الدفاع عن دينه أو نفسه أو ماله 

10. Meninggal karena membela agamanya atau jiwanya atau hartanya 

١١ – الموت مرابطًا في سبيل الله (والربط: هو الحراسة) 

11. Meninggal karena sedang berjaga-jaga di jalan Allah (berjaga-jaga yaitu bersiap-siap) 

١٢ – الموت على عمل صالح: كالشهادتين، والصوم، والصدقة. [انظر هذا البحث بأدلته في كتاب أحكام الجنائز للمحدث الألباني ص ٣٤] 

12. Meninggal karena melakukan amal shaleh, seperti mengucapkan dua kalimat syahadat, puasa, sedekah.[lihat pembahasan ini disertai dengan Dalilnya dalam kitab Hukum-hukum jenazah oleh Syaikh Al Albani halaman 34]

وقد وردت أحاديث تبين هذه العلامات منها قوله صلى الله عليه وسلم: الشهداء سبعة سوى القتل في سبيل الله: المطعون شهيد، والغرق شهيد، وصاحب ذات الجنب شهيد، والمبطون شهيد، والحرق شهيد والذي يموت تحت الهدم شهيد، والمرأة تموت بجمع شهيدة(صحيح الحاكم ووافقه الذهبي) 

Dan sungguh telah ada hadits yang menjelaskan tentang tanda-tanda khusnul khotimah ini, diantaranya sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam: para syahid ada 7 selain yang terbunuh di jalan Allah: orang yang meninggal saat terkena wabah penyakit, orang yang tenggelam, orang yang terkena sakit di bagian tulang rusuk, orang yang terkena penyakit perut, orang yang terbakar, orang yang meninggal karena reruntuhan, dan perempuan yang meninggal karena hamil (shahih Al Hakim dan disepakati oleh Adz Dzahabi) 

من قال لا إله إلا الله ابتغاء وجه الله ختم له بها دخل الجنة، ومن صام يومًا ابتغاء وجه الله ختم له بها دخل الجنة، ومن تصدق بصدقة ابتغاء وجه الله ختم له بها دخل الجنة (ذكر الألباني أن إسناده صحيح) 

Barangsiapa yang mengucapkan tiada tuhan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah yang dengannya mengharapkan wajah Allah, lalu dia meninggal karenanya maka ia masuk surga, dan barangsiapa yang berpuasa yang dengannya mengharapkan wajah Allah, lalu dia meninggal karenanya maka ia masuk surga, dan barangsiapa yang bersedekah dengan suatu sedekah yang dengannya mengharapkan wajah Allah, lalu dia meninggal karenanya maka ia masuk surga, (disebutkan oleh Syaikh Al Albani sanad yang shahih)

Aqidah Islamiyah 11

Standar

Aqidah Islamiyah 11
س ٦ –  ما هي عقيدتك في البعت؟ وما حكم إنكاره؟ 

Pertanyaan 6 –  apakah aqidahmu tentang perkara kebangkitan? Dan apa hukum mengingkarinya? 

ج ٦ – عقيدتي في البعث: الإيمان به واجب، وأنه جزء لا يتجزأ من الإيمان بالله، وأن الذي خلق الخلق من العدم قادر على إعادة الخلق مرة أخرى. وحكم إنكاره : كفر ومخلل صاحبه في النار، والدليل قوله تعالى:

Jawab 6 : aqidahku tentang perkara kebangkitan adalah mengimani dengan perkara kebangkitan adalah kewajiban, bahwa ini diantara satu bagian yang tidak bisa dipisahkan dari keimanan kepada Allah. Dan bahwasanya yang menciptakan makhluk daru sesuatu yang tidak ada lebih mampu untuk mengembalikan makhluk kepada awal penciptaannya, dan hukum mengingkari hari kebangkitan: kufur dan membuat pelakunya kekal di dalam neraka. Dalilnya adalah firman Allah: 

(وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُ ۖ قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ) (قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنْشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ)[يسن: ٧٩،٧٨] 

Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?” Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk.[Surat Ya-Seen 78, 79]