Tanda hari kiamat 37-38

Standar

Tanda hari kiamat 37-38
أبناء أبي العاص:

Anak-anak Abul Ash

١ – عن أبي هريرة قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إذا بلغ بنو أبي العاص ثلاثين رجلًا، اتخذوا دين الله دخلا(١) وعباد الله خولًا(٢)، ومال الله عز وجل دولًا(٣)،(٤)

Dari Abu Hurairah berkata : rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda : apabila keturunan Abul Ash mencapai 30 orang, mereka menjadikan agama Allah ini rusak(1)dan mereka menjadikan para hamba Allah budak(2) dan mereka menjadikan harta Allah hanya untuk kelompok tertentu(3)(4)

هلاك الأمة على يدي أغيلمة من قريش:

Kebinasaan umatku ada di tangan para pemuda dari kalangan Quraisy

١ – عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : هلكة أمتي(٥) على يدي غلمة(٦) من قريش(٧)

Kebinasaan umatku(5) ada di tangan para pemuda(6) dari kalangan quraisy(7)

_____

(١) أي : عيبًا وفسادًا والمعنى : أن يدخلوا في الدين أمورًا لم تخر بها السنة

(1) artinya : dan rusak maknanya mereka memasukkan dalam agama Allah berbagai perkara yang tidak sesuai dengan sunnah 

(٢) أي : خدمًا وعبيدًا والمعنى : أنهم يستخدمونهم ويستعبدونهم

(2) artinya : pembantu dan hambaNya maknanya bahwasanya mereka menjadikan hamba Allah sebagai budak-budak mereka dan hamba-hamba mereka. 

(٣) أي : يكون المال لقوم دون قوم

(3) artinya : menjadikan harta kaum muslimin bukan untuk kaumnya

(٤) رواه أبو يعلى في مسنده(٤٠٢/١١) وتمام في الفوائد(١٥١/١) وصححه شيخنا في الصحيحه(٧٤٤)

(4) riwayat Abu Ya’la dalam Musnadnya (11/402), dan Tamim dalam Fawaid(1/151) dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Ash Shahihah(744)

(٥) قال الحافظ في الفتح(١٠/١٣): والمراد بالامة هنا أهل ذلك العصر ومن قاربهم لا جميع الأمة إلى يوم القيامة

(5) Al Hafidz berkata dalam Fathul Bari (13/10) Maksud dari umat disini adalah penduduk negeri pada waktu itu, dan yang mendekati masa mereka bukan seluruh umat islam hingga hari kiamat 

(٦) جمع غلام

(6) Bentuk jamak dari pemuda

(٧)رواه البخاري (٦٠/٩)

(7) riwayat Bukhari (9/60)

(٨) قال ابن عبدالبر في التمهيد(٣٢٣/٢٢) : لأنهم كانوا يتأولونه بغير علم بالسنة المبينة، فكانوا قد حرموا فهمه والأجر على ثلاوته، فهذا والله أعلم معنى قوله لا يجاوز حناجرهم، يقول: لا ينتفعون بقراءته، كما لا ينتفع الآكل والشارب من المأكول والمشروب بما لا يجاوز حنجرته.

Iklan

HSI 09 – Kajian 08 – cara beriman 5

Standar

Iman kepada Takdir:

■ *Beriman Dengan Takdir Allāh*

■ *Halaqah 8 | Cara Beriman Dengan Takdir Allah Bag 5*

🌐 _link audio_

goo.gl/TcGA7T

•┈┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈┈•
 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين 
Halaqah yang ke Delapan  dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Takdir Allāh  *Cara Beriman Dengan Takdir Allah Bag 5*. 

Diantara Cara Beriman Dengan Takdir Allāh adalah dengan mengimani tingkatan Takdir yang *ke-4* yaitu penciptaan Allāh terhadap sesuatu, maksudnya Allāh Subhānahu wa Ta’āla adalah Pencipta segala sesuatu yang ada di Langit maupun yg ada di Bumi (sifat-sifatnya & amalan nya) 
Menciptakan pelaku & amalan yang dilakukan

Menciptakan orang yang beriman & keimanannya

Menciptakan orang yang kafir & kekafirannya

Menciptakan orang yang taat & ketaatannya 

Menciptakan pelaku maksiat & kemaksiatannya 

Menciptakan setiap yang bergerak & gerakannya 

Dan setiap yang diam & diamnya 
Tidak ada yang mencipta selain  Allāh ajja wajalla, Dia-lah Al Kholiq & selainnya adalah makhluk. 
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ

[QS Ash-Shaffat 96]

“Dan Allāh yang menciptakan kalian & apa yang kalian kerjakan”
Dan Allāh berfirman:
اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ ۖ… 

[QS Az-Zumar 62]

“Allāh yang menciptakan segala sesuatu”

Dan Rasulullãh ﷺ bersabda:
▪️  إنَّ اللهَ خلق كلَّ صانعٍ و صنعتَه 
[HR Al Hakim didalam Al Mustadrak & di shahih kan oleh Syaikh Al Albani rahimahullah] 

“Sesungguhnya Allāh Dia-lah yang menciptakan setiap pelaku & apa yang dia lakukan”. 

Inilah 4 tingkatan yang barangsiapa tidak beriman dengan salah satunya maka dia tidak beriman dengan Al Qadha & Al Qadar. 

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya. 
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته 
_*Abdullāh Roy*_

 Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA *Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.*
🖊Ibnu Mukri 

•┈┈┈┈┈┈•❁❁•┈┈┈┈┈┈•

HSI 09 – Kajian 07 – cara beriman 4 

Standar

■ *Beriman Dengan Takdir Allāh*

■ *Halaqah 7 | Cara Beriman Dengan Takdir Allah Bag 4*

🌐 _link audio_

goo.gl/aRW217

•┈┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈┈•
 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين 
Halaqah yang ke Tujuh dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Takdir Allāh  *Cara Beriman Dengan Takdir Allah Bag 4*. 

Diantara Cara Beriman Dengan Takdir Allāh dengan mengimani tingkatan Takdir yang ke-3 yaitu Masyiiatullah / kehendak  Allāh dan yang dimaksud adalah  beriman bahwa apa yang Allāh kehendaki pasti terjadi & apa yang tidak Allāh kehendaki maka tidak akan terjadi dan apa yang ada dilangit & di bumi berupa  bergeraknya sesuatu atau diam nya sesuatu maka dengan kehendak Allāh & tidak mungkin terjadi dikerajaan Allāh Subhānahu wa Ta’āla apa yang tidak dikehendaki-Nya. 

Diantara dalilnya dari Alquran adalah firman Allāh:
إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

[QS Ya-Sin 82]

“Sesungguhnya perkara Allāh apabila menginginkan sesuatu adalah mengatakan *JADILAH* Maka jadilah dia”

Dan Allāh berfirman:
وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَآمَنَ مَنْ فِي الْأَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعًا ۚ… 

[QS Yunus 99]

“Dan seandainya Rabb mu mungkin menghendaki niscaya akan beriman seluruh yang ada dibumi”

Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ… 
[QS Ali ‘Imran 26]

“Katakanlah Ya Allāh yang memiliki kerajaan, Engkau memberi kekuasaan kepada siapa yang Engkau kehendaki & mencabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki & Engkau memuliakan siapa yang Engkau kehendaki & menghinakan siapa yang Engkau kehendaki”

Dan Allāh berfirman:
وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

[QS At-Takwir 29]

“Dan tidaklah kalian menginginkan kecuali dengan kehendak Allāh Rabb semesta alam”

Adapun dari As-Sunnah, maka Rasulullãh ﷺ bersabda:
▫️  لا يقل أحدُكم : اللهمَّ اغفر لي إن شئتَ ، ارحمني إن شئتَ ، ارزقني إن شئتَ ، وليَعزِمْ مسألتَه ، إنَّهُ يفعلُ ما يشاءُ ، لا مُكْرِهَ لهُ 
“Janganlah salah seorang dari kalian mengatakan Ya Allāh ampunilah aku jika Engkau menghendaki, sayangilah aku jika engkau menghendaki, berilah aku rezeki apabila engkau menghendaki. Maka hendaklah dia menguatkan permintaan karena Allāh melakukan apa yang dikehendaki tidak ada yang memaksanya”.

[HR Bukhori] 
Berkata Al Imam Asy Syafi’i rahimahullah 
مَا شِئْتَ كَانَ، وإنْ لم أشَأْ –  وَمَا شِئْتُ إن لَمْ تَشأْ لَمْ يكنْ
“Apa yang Engkau kehendaki ya Allāh terjadi, meskipun aku tidak menghendakinya & apa yang aku kehendaki kalau Engkau tidak menghendakinya maka tidak akan terjadi”

[atsar ini dikeluarkan oleh Al Lalikai didalam kitab beliau Syarhu Ushuli Itiqadi Ahli sunnati wal Jamaah Minal kitabi wa Sunnah Wa ijmai shahabat IV-702]

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya. 
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته 
_*Abdullāh Roy*_

 Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA *Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.*
🖊Ibnu Mukri 

•┈┈┈┈┈┈•❁❁•┈┈┈┈┈┈•

HSI 09 – Kajian 06 – cara beriman 3

Standar

■ *Beriman Dengan Takdir Allāh*

■ *Halaqah 6 | Cara Beriman Dengan Takdir Allah Bag 3*

🌐 _link audio_

goo.gl/VzTsJE

•┈┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈┈•
 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين 
Halaqah yang ke enam dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Takdir Allāh  *Cara Beriman Dengan Takdir Allah Bag 3*. 
Selain beriman dengan penulisan takdir ajali yang mencakup seluruh perkara, maka para ulama menyebutkan bahwa termasuk beriman dengan penulisan takdir adalah *Beriman Dengan Beberapa Jenis Penulisan Takdir yang lain*. Yang merupakan bagian dari penulisan takdir ajali. 

⑴ Takdir Umri 

Yaitu penulisan takdir seseorang diawal umurnya ketika didalam rahim ibunya, ditulis rezeki, ajal, amalan, kesengsaraan dia & kebahagiaan. 
Dalilnya adalah hadits Abdullah Ibnu Mas’ud radiallahu anhu, Rasulullãh ﷺ bersabda:
إنَّ أَحَدَكُم يُجْمَعُ خلقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا، ثُمَّ يَكُوْنُ في ذلك عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ في ذلك مُضْغَةً مِثلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَلَكُ فيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ، وَأَجَلِهِ، وَعَمَلِهِ، وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ، 

(رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ)

[HR Bukhori & Muslim] 

“Sesungguhnya salah seorang diantara kalian dikumpulkan penciptaanya di perut ibunya selama 40 hari, kemudian didalamnya sebagai segumpal darah selama 40 hari, kemudian didalamnya sebagai segumpal daging selama 40 hari, kemudian diutus seorang Malaikat kemudian meniup nyawa didalamnya & diperintahkan dengan 4 kalimat yaitu menulis rezekinya, ajalnya, amalannya & apakah dia sengsara atau orang yang bahagia”. 

⑵ Takdir Hauli 

Yaitu takdir khusus kejadian selama satu tahun ditentukan dimalam Lailatul Qadar. 
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

[QS Ad-Dukhan 3- 4]

“Sesungguhnya Kami telah turunkan Al Quran pada malam yang berbarakah, sesungguhnya Kami memberikan peringatan didalamnya di pisahkan seluruh perkara yang kokoh”

⑶ Takdir Yaumi 

Yaitu pelaksanaan apa yang sudah ditulis pada waktu yang sudah ditentukan. 

Dalilnya adalah firman Allāh:
.. ۚ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ

[QS Ar-Rahman 29]

“setiap hari Dia (Allāh) dalam sebuah urusan”
Diantara urusan Allāh adalah mengampuni dosa, menciptakan, melenyapkan, menghidupkan, mematikan, memuliakan, menghinakan, memberi & menahan dll. Dan perlu diketahui bahwa Takdir Yaumi, Hauli & Umri tidak keluar dari apa yang sudah tertulis di dalam takdir Ajali. 

Demikian yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya. 
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته 
_*Abdullāh Roy*_

 Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA *Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.*
🖊Ibnu Mukri 

•┈┈┈┈┈┈•❁❁•┈┈┈┈┈┈•

HSI 09 – Kajian 05 – cara beriman 2

Standar

■ *Beriman Dengan Takdir Allāh*

■ *Halaqah 5 | Cara Beriman Dengan Takdir Allah Bag 2*

🌐 _link audio_

goo.gl/Xt92b4

•┈┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈┈•
 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين 
Halaqah yang ke lima dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Takdir Allāh  *Cara Beriman Dengan Takdir Allah Bag 2*. 

Diantara cara beriman dengan Takdir Allāh adalah dengan mengimani tingkatan Takdir yang kedua, yaitu penulisan Allāh terhadap seluruh Takdir makhluk Nya di dalam Al Lauful Mahfudz, maka tidaklah terjadi sesuatu di alam ini kecuali Allāh telah menulisnya didalam Kitāb tersebut, tidak mungkin apa yang terjadi di alam ini keluar dari apa yang sudah Allāh tuliskan. 

Dalil² tentang Beriman Dengan penulisan Allāh terhadap Takdir di dalam Al Lauful Mahfudz dari Alquran diantaranya :
Firman Allāh ajja wajalla: 
وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ

[QS Al-Anbiya’ 105]

“Dan Kami telah menulis didalam Kitāb² yang Kami turunkan setelah sebelumnya ditulis didalam Al Dzikir, bahwa Bumi ini diwarisi oleh hamba²Ku yang shaleh”
Al Dzikr adalah nama lain dari Al Lauful Mahfudz. 

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ

[QS Ya-Sin 12]

“Sesungguhnya Kami lah yang menghidupkan orang² yang mati & Kami lah yang menulis apa yang mereka kerjakan & bekas² mereka & segala sesuatu Kami ikhso didalam Kitāb yang jelas”
Makna ikhso diantaranya Allāh mengetahuinya menjaganya, menetapkannya didalam Kitāb tersebut. 
Yang dimaksud dengan Kitab yang jelas adalah Al Lauful Mahfudz. 
Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ۗ إِنَّ ذَٰلِكَ فِي كِتَابٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

[QS Al-Hajj 70]

“bukankah kamu mengetahui bahwa Allāh mengetahui apa yang ada di langit & di bumi sesungguhnya yg demikian ada di dalam Kitab, sesungguhnya yang demikian sangat mudah bagi Allāh”
Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
… ۚ مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ ۚ.. 

[QS Al-An’am 38]

“Kami tidak lupakan sesuatu pun didalam Al Lauful Mahfudz”
Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
… ۚ وَمَا يَعْزُبُ عَنْ رَبِّكَ مِنْ مِثْقَالِ ذَرَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَلَا أَصْغَرَ مِنْ ذَٰلِكَ وَلَا أَكْبَرَ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

[QS Yunus 61]

“Dan tidak terlepas dari pengetahuan Allāh sesuatu sebesar semut kecilpun baik di bumi maupun di langit baik yang lebih kecil daripada itu atau lebih besar kecuali didalam Kitāb yang jelas”
Adapun dari Sunnah maka Rasulullãh ﷺ bersabda:
كتب الله مقادير الخلائق قَبْلَ أَنْ يَخُلُقَ  السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ بِخَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ

[HR Muslim] 

“Allāh menulis Takdir² bagi para makhlukNya lima puluh ribu tahun sebelum Allāh menciptakan langit dan bumi”

 
Dan Rasulullãh ﷺ bersabda:
وَكَتَبَ فِي الذِّكْرِ كُلَّ شَيْءٍ 
“Dan Allāh menulis di dalam Al Dzikr (Al Lauful Mahfudz) segala sesuatu”

[HR Bukhori & Muslim] 
Dan Beliau ﷺ bersabda:
  مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلا وَقَدْ كُتِبَ مَقْعَدُهُ مِنَ النَّارِ و مَقْعَدُهُ الْجَنَّةِ

[HR Bukhori & Muslim] 

“Tidak ada diantara kalian kecuali sudah di tulis tempat nya didalam Neraka & tempatnya di dalam surga”
Demikian yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya. 
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته 
_*Abdullāh Roy*_

 Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA *Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.*
🖊Ibnu Mukri 

•┈┈┈┈┈┈•❁❁•┈┈┈┈┈┈•