Tanda Hari Kiamat 63-64

Standar

Tanda hari kiamat 63-64

للفتنة وقفات :
Fitnah itu ada beberapa tahapan
١ – عن حذيفة قال : إن للفتنة وقفات وبعثات، فمناستطاع أن يموت في وقفاتها، فليفعل(١)
1. Dari Hudzaifah berkata : sesungguhnya fitnah ada berhentinya, tapi juga ada kemunculannya. Barangsiapa yang mampu untuk meninggal (menghindar) di zaman berhentinya fitnah, maka hendaklah dia melakukannya.(1)
وفي رواية : سئل حذيفة : ما وقفاتها؟ قال : إذا غمد السيف، قال : وما بعثاتها؟ قال : إذا سل السيف(٢)
Dalam suatu riwayat : Hudzaifah ditanya : bagaimana berhentinya fitnah? Hudzaifah berkata : ketika disarungkannya pedang. Dan ditanya hudzaifah : lalu apa tanda bangkitnya fitnah? Hudzaifah berkata :apabila pedang dihunuskan

فتنة لا توبة بعدها :
Fitnah yang tidak diterima taubat setelahnya
١ – عن خذيفة قال : تكون فتنة، ثم تكون بعدها توية وجماعة، ثم تكون فتنة، لا تكون بعدها توبة ولا جماعة(٣)
1. Dari Hudzaifah berkata : akan terjadi fitnah, kemudian setelahnya ada taubat dan persatuan, kemudian akan terjadi fitnah, tetapi sudah tidak ada lagi taubat dan persatuan(2)
فتنة تعم الأمة :
Fitnah yang merata di setiap umat.
١ – عن خذيفة قال : تكون فتنة فيقوم لها رجال فيضوبون خيشومها حتى تذهب، ثم تكون أخرى فيقوم لها رجال فيضربون خيشومها حتى تذهب، ثم تكون أخرى فيقوم لها رجال فيضربون خيشومها حتى تذهب، ثم تكون أخرى فيقوم لها رجال فيضربون خيشومها حتى تذهب، ثم تكون الخامسة دهماء(٤) مجللة(٥) تنبثق في الأرضد كما ينبثق الماء(٦)(٧)
1. Dari Hudzaifah berkata : akan terjadi fitnah, maka akan dihadapi oleh para laki-laki, dan mereka akan memukul batang hidungnya (fitnah) hingga fitnah itu sirna, kemudian akan terjadi fitnah yang kedua, maka akan dihadapi oleh para laki-laki, dan mereka akan memukul batang hidungnya (fitnah) hingga fitnah itu sirna, kemudian akan terjadi fitnah yang ketiga, maka akan dihadapi oleh para laki-laki, dan mereka akan memukul batang hidungnya (fitnah) hingga fitnah itu sirna, kemudian akan terjadi fitnah yang keempat, maka akan dihadapi oleh para laki-laki, dan mereka akan memukul batang hidungnya (fitnah) hingga fitnah itu sirna, kemudian akan terjadi fitnah yang kelima hitam(4) serta menyelimuti(5) umat ini, memancar dari dalam bumi sebagaimana memancarnya air(6)(7)
٢ – عن حذيفة قال : ليوشكن أن يصب عليكم الشر من السماء حتى يبلغ الفيافي، قلوا : وما الفيافي يا أبا عبدالله؟ قال : الأرض القفر(٨)
2. Dari Hudzaifah berkata : sungguh sudah hampir terjadi akan ditumpahkan kepada kalian keburukan dari langit (Allah menghendaki adanya keburukan) hingga akan sampai pada padang sahara, mereka bertanya: apa yang dimaksud dengan padang sahara? Hudzaifah menjawab : tanah yang tandus(8)
فتنة الأمة المال :
Fitnah umatku ada pada harta :
١ – عن كعب بن عياض رضي الله عنه قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : إن لكل أمة فتنة وإن فتنة أمتي المال(٩)
1. Dari Ka’ab bin Iyadh radhiyallahu anhu berkata : aku mendengar rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda : sesungguhnya di setiap umat ini akan ditimpa fitnah, dan fitnah yang menimpa umatku ada pada harta(9)
__
(١) رواه ابن أبي شيبة(١٠/١٥ و ١٩ و ٨٨ و ١٨٤)
(1) riwayat Ibnu Abi Syaibah(15/10, 19, 88, 184)
(٢) الحاكم(٥٠١/٤)
(2) Al Hakim (4/501)
(٣) رواه ابن أبي شيبة (٥١/١٥)
(3) riwayat Ibnu Abi Syaibah (15/51)
(٤) فتنة مظلمة
(4) fitnah yang mencekam (gelap)
(٥) تعم الناس وتغشاهم
(5) menyeluruh pada setiap manusia
(٦) انبثق الماء : وتغشاهم
(6) memancarnya air :
(٧) رواه ابن أبي شيبة (٥٤/١٥)
(7) riwayat Ibnu Abi Syaibah (15/54)
(٨) رواه ابن أبي شيبة (١١٠/١٥) والداني (٢٨٦/١)
(8) riwayat Ibnu Abi Syaibah (15/110) Ad Dani (1/286)
(٩) رواه أحمد (١٦٠/٤)
(9) riwayat Ahmad (4/160)

Iklan

Tanda hari kiamat 61-63

Standar

Tanda hari kiamat 61-63

ذهاب عقول الناس في الفتن
Hilangnya akal-akal manusia di masa fitnah
١ – عن أبي موسى قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إنَّ بين يدي الساعة الهرج، قالوا : وما الهرج؟ قال : القتل، إنه ليس بقتلكم المشركين، ولكن قتل بعضكم بعضًا، حتى يقتل الرجل جاره، ويقتل أخاه، ويقتل عمه، ويقتل ابن عمه، قالوا : ومعنا عقولنا يومئذٍ؟ قال : إنه لتنزع عقول أهل ذلك الزمان، ويخلف له هباء من الناس، يحسب أكثرهم أنهم على شيء، وليسوا على شيء(١)
1. Dari Abu Musa berkata : rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda : sesungguhnya diantara tanda hari kiamat adalah terjadinya kekacauan, para sahabat bertanya : apa yang dimaksud dengan kekacauan? Rasulullah bersabda : pembunuhan, bukanlah kalian membunuh kaum musyrikin, akan tetapi sebagian kalian membunuh sebagian yang lain, hingga seseorang membunuh tetangganya, dan membunuh saudara laki-lakinya, dan membunuh pamannya, dan membunuh anak pamannya. Para sahabat bertanya : apakah kami pada hari itu masih berakal? Sesungguhnya akal seseorang pada zaman tersebut akan dicabut, dan yang tersisa di zaman tersebut adalah orang yang tidak dihiraukan manusia. Mayoritas mereka mengira berada diatas sesuatu yang kebenaran tetapi mereka sesungguhnya jauh dari kebenaran(1)
٢ – عن حذيفة قال : ما الخمر صرفًا بأذهب بعقول الرجال من الفتنة(٢)
2. Dari Hudzaifah berkata : tidaklah khomr yang murni yang lebih bisa menghilangkan akal seseorang daripada fitnah yang terjadi(2)
٣ – عن على رضي الله عنه قال : وضع الله في هذه الأمة خمس فتن : فتن عامة، ثم فتنة خاصة، ثم فتنة عامة، ثم فتنة خاصة، ثم فتنة سوداء مظلمة تموج كموج البحر يصبح الناس فيها كالبهائم(٣)
3. Dari Ali Radhiyallahu anhu berkata : Allah meletakkan 5 fitnah di umat ini, fitnah Umum, kemudian fitnah yang khusus, kemudian fitnah yang umum, kemudian fitnah yang khusus, kemudian fitnah yang hitam dan sangat gelap, terjadi seperti ombak yang ada di lautan (datang bertubi-tubi) manusia saat itu seperti binatang ternak (tidak punya akal)(3)
علامة الفتنة :
Tanda-tanda Fitnah
١ – عن حذيفة قال : إنّ الفتنة تعرض على القلوب، فأي قلب أشربها نكتت فيه نكتة سوداء، فإن أنكرها نكتت فيه نكتة بيضاء، فمن أحبَّ منكم أن يعلم أصابته الفتنة أم لا؟ فلينظر فإن كان يرى حرامًا ما كان يراه حبالًا، أو يرى حلالًا ما كان يراه حرامًا، فقد أصابته الفتنة(٤)
1. Dari Hudzaifah radhiyallahu anhu berkata : sesungguhnya fitnah itu akan menimpa hati manusia, maka hati siapapun yang menyerap fitnah maka akan membekas suatu titik dengan titik hitam di dalam hati, dan apabila dia mengingkari fitnah tersebut maka akan akan membekas suatu titik dengan titik putih di dalam hati. Barangsiapa diantara kalian yang ingin untuk mengetahui apakah dia tertimpa fitnah atau tidak? Maka lihatlah apabila dia melihat ini adalah sesuatu yang haram maka dia akan melihatnya sesuatu yang hala atau melihat ini adalah sesuatu yang halal maka dia akan melihatnya sesuatu yang haram, maka dia sudah terkena fitnah(4)
توالي الفتن حتى تسوقهم إلى الدجال :
Fitnah yang saling susul menyusul hingga menggiring fitnah dajjal
١ – عن حذيفة رضي الله عنه قال : ثلاث فتن، والرابعة تسوقهم إلى الدجال، التي ترمي بالرَّضف، والتي ترمي بالنَّشفَ(٥)، والسوداء المظلمة التي تموج كموج البحر، والرابعة تسوقهم إلى الدجال(٦)
1. Dari Hudzaifah radhiyallahu anhu berkata : ada 3 fitnah, dan yang keempat akan menggiring mereka menuju dajjal, yang akan melempar dengan batu, dan yang akan melempar mereka dengan batu apung(5) yang ketiga adalah lebih hitam dan gelap yang keluarnya fitnah tersebut seperti keluarnya ombak lautan, dan yang keempat akan menggiring mereka menuju dajjal(6)

_________
(١) رواه أحمد (٣٩١/٤)
(1) riwayat Ahmad(4/391)
(٢) رواه أبي شيبة (١٥ / ٨٨-٨٩)
(2) riwayat Abi Syaibah(15/88-89)
(٣) أي : لاعقول لهم. رواه ابن أبي شيبة في المصنف(٤٥٢/٧) وعلى بن الجعد(٣١٣) والداني في الفتن(٢٣٠/١) والحاكم في المستدرك(٥٠٤/٤)
(٤) رواه ابن أبي شيبة (٨٨/١٥)
(4) riwayat Ibnu Abi Syaibah(15/88)
(٥) حجارة سوداء كأنها أحرقت بالنار، وإذا تركت على رأس الماء طفت ولم تغص فيه. والمعنى : أن الأولى من الفتن لا تؤثر في أديان الناس لخفتها، والتي بعدها كهيئة حجارة قد أحميت بالنار فكانت رضفًا، فهي أبلغ في أديانهم وأثلم لأبدانهم. لسان العرب (٣٣٠/٩)
(5) batu yang hitam seakan-akan terbakar dengan api, dan batu itu ketika dibiarkan di permukaan air dia tidak tenggelam di dalamnya. Maknanya : bahwa fitnah yang pertama tidak berpengaruh pada agama manusia karena fitnah ini ringan, tetapi yang setelahnya seperti batu yang ringan, maka ini bisa memengaruhi agama dan melukai tubuh-tubuh mereka. Lisanul arab(9/330)
(٦) رواه ابن أبي شيبة(١٦/١٥)
(6) riwayat Ibnu Abi Syaibah(15/16)

Inilah Aqidahku 15-17

Standar

Inilah Aqidahku 15-17
الإيمان بالكتب
Beriman dengan kitab-kitab Allah
وأؤمن بالكتاب المنزلة : فأعتقد بأن الله أنزل على أنبيائه ورسله كتبًا لهداية الناس وللحكم بين الناس فيما اختلفوا فيه، كما قال تعالى :
Aku beriman dengan kitab-kitab yang diturunkan : maka aku meyakini sesungguhnya Allah telah menurunkan kitab kepada para nabi dan para rasul, untuk memberi petunjuk kepada manusia, dan untuk menghukumi apa saja yang diperselisihkan oleh manusia. Sebagaimana firman Allah :
(كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ وَأَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ ۚ وَمَا اخْتَلَفَ فِيهِ إِلَّا الَّذِينَ أُوتُوهُ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۖ فَهَدَى اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا لِمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِهِ ۗ وَاللَّهُ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ)[البقرة{٢} : ٢١٣ ]
Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedzholiman/kerusakan/kecurangan di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus(Islam).[Surat Al-Baqarah{2} : 213]
فهذه الكتب هداية ونور وشفاء لما في الصدور.
Maka kitab-kitab ini semuanya adalah berisi petunjuk dan cahaya serta obat penyembuh terhadap penyakit apa saja yang ada pada dada-dada manusia.
وأؤمن بما سمى الله في كتابه منها، وهي : التوراة، والإنجيل، والزبور، والقرآن، وصحف إبراهيم، وصحف موسى صلوات الله وسلامه عليهم.
Dan aku beriman dengan apa yang Allah namakan di dalam kitabnya diantaranya : Taurat, Injil, Zabur, Al Qur’an, Shuhuf Ibrahim, Shuhuf Musa semoga shalawat Allah dan salamnya tercurahkan atas nabi Allah dan Rasulnya.
فأفضلها وأعظمها وخاتمها والحاكم المهيمن عليها كتاب الله القرآن العظيم، ثم يليه التوراة، قرن الله بينهما في مواضع من كتابه كقوله تعالى :
Dan yang paling utamanya diantara kitab-kitab Allah serta paling agungnya dan penutupnya dan yang menjadi hakim dan juga menjadi saksi dan penjaga atas kitab-kitab sebelumnya adalah Kitab Allah Al Qur’an Adzhim. Kemudian setelah Al Qur’an yang paling utama adalah Taurat, Allah mengiringkan antara keduanya dalam beberapa tempat dalam kitabnya Allah, sebagaimana firman Allah :
(فَلَمَّا جَاءَهُمُ الْحَقُّ مِنْ عِنْدِنَا قَالُوا لَوْلَا أُوتِيَ مِثْلَ مَا أُوتِيَ مُوسَىٰ ۚ أَوَلَمْ يَكْفُرُوا بِمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ مِنْ قَبْلُ ۖ قَالُوا سِحْرَانِ تَظَاهَرَا وَقَالُوا إِنَّا بِكُلٍّ كَافِرُونَ)[لبقصص{٢٨} : ٤٨]
Maka ketika telah datang kepada mereka kebenaran (Al-Qur’an) dari sisi Kami, mereka berkata, “Mengapa tidak diberikan kepadanya (Muhammad) seperti apa yang telah diberikan kepada Musa dahulu?” Bukankah mereka itu telah ingkar (juga) kepada apa yang diberikan kepada Musa dahulu? Mereka dahulu berkata, “(Musa dan Harun adalah) dua pesihir yang bantu-membantu.” Dan mereka (juga) berkata, “Sesungguhnya kami sama sekali tidak mempercayai masing-masing mereka itu.”[Surat Al-Qashash {28} :48]
كقوله تعالى :
Sebagaimana firman Allah Ta’âla :
(ثُمَّ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ تَمَامًا عَلَى الَّذِي أَحْسَنَ وَتَفْصِيلًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لَعَلَّهُمْ بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ)[الأنعام{٦} : ١٥٤ ]
Kemudian Kami telah memberikan kepada Musa Kitab (Taurat) untuk menyempurnakan (nikmat Kami) kepada orang yang berbuat kebaikan, untuk menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat, agar mereka beriman akan adanya pertemuan dengan Tuhannya.
[Surat Al-An’am {6} : 154]
ثم قال تعالى :
Kemudian Firman Allah Ta’âla :
(وَهَٰذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ فَاتَّبِعُوهُ وَاتَّقُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ)[الأنعام{٦} :١٥٥ ]
Dan ini adalah Kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan dengan penuh berkah. Ikutilah, dan bertakwalah agar kamu mendapat rahmat,[Surat Al-An’am{6}:155]
وهذه الكتب المنزلة يجب الإيمان بها إجمالًا، واعتقاد أن الله أنزلها لهداية الناس والحكم بينهم، وأما القرآن العظيم فيجب الإيمان به إيماناً تفضيلًا خاصًا،
Dan kitab-kitab yang telah diturunkan ini wajib mengimaninya secara menyeluruh, dan wajib beriman dan meyakini bahwasanya Allah menurunkan kitab-kitab untuk memberi hidayah kepada manusia dan untuk menghukumi diantara mereka. Adapun Al Qur’an maka wajib mengimaninya dengan keimanan yang terperinci secara khusus.
وذلك بأن يعتقد المسلم أن الله تكلّم بهذا القرآن لفظًا معنى بحرف وصوت يسمع، سمعه منه جبرائيل عليه الصلاة والسلام، وأنزله على قلب نبيه وحيًا، كما قال تعالى :
Dan hal itu dengan seorang muslim meyakini bahwasanya Allah berbicara dengan Al Qur’an ini secara lafadzh maupun maknanya, berbicara langsung dengan huruf dan suara yang bisa didengar. Malaikat Jibril telah mendengar Al Qur’an itu dari Allah dan Jibril menurunkan Al Qur’an itu kedalam hati nabinya secara wahyu. Sebagaimana firman Allah :
(نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ)(عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ)[الشعراء {٢٦} : ١٩٣-١٩٤ ]
Yang dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril),ke dalam hatimu (Muhammad) agar engkau termasuk orang yang memberi peringatan,[Surat Asy-Syu’ara{26} : 193-194]
وتلاوة القرآن عبادة تعبّد الله بها عباده، من قرأ حرفًا منه فله به عشر حسنات، كما ثبت ذلك في حديث عبدالله ابن مسعود رضي الله عنه(١)
Dan membaca Al Qur’an adalah ibadah dimana hamba-hamba Allah beribadah kepada Allah dengannya, barangsiapa yang membaca 1 huruf dari Al Qur’an maka baginya akan mendapatkan 10 kebaikan karena bacaannya. Sebagaimana telah tetap hal itu dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu(1)
وتلاوة القرآن لفظية – كما سبق -، وهي وسيلة إلى النوع الثاني من التلاوة، وهي : التلاوة الحكمية – التي عليها مدار السعادة -، وهي : تصديق أخباره، وتنفيذ أحكامه، وذلك بامتثال أوامره واجتناب نواهيه،والعمل بمحكمه والإيمان بمتشابهه والاتعاظ بمواعظه، والانزجار بزواجره، والتحاكم إليه في كل شأن من شؤون الحياة، فمن صدق أخباره ونفذ أحكامه فهو السعيد الناجي،
Dan membaca Al Qur’an secara lafadhz – sebagaimana yang telah berlalu – maka ini termasuk sarana yang bisa membawa kepada tilawah jenis yang kedua yaitu membaca hukum-hukumnya – yang diatas tilawah hukmiyah merupakan poros kebahagian seseorang – bentuknya adalah : membenarkan berita-berita Al Qur’an, memberlakukan hukum-hukumnya, dan hal itu dengan menjalankan perintah-perintah Al Qur’an dan menjauhi larangan-larangannya. Dan mengamalkan ayat-ayat yang muhkam dari Al Qur’an dan mengimani ayat-ayat yang mutasyabih. Dan menjadikan semua yang ada dalam Al Qur’an sebagai nasehat. Dan juga mencegah diri dari apa saja yang dibenci dan dilarang dalam Al Qur’an, kemudian berhukum kepada Al Qur’an dalam setiap sendi dari sendi-sendi kehidupan. Barangsiapa yang membenarkan berita-berita Al Qur’an dan memberlakukan hukum-hukumnya maka orang yang seperti ini adalah orang yang berbahagia dan selamat.
ومن كذّب أخباره أو لم ينفذ أحكامه فهو الشقي الهالك. وأعتقد أن من كذّب بالكتب المنزلة فهو كافر، وكذا من كذّب بكتاب واحد، أو كذب ببعض كتاب واحد كفر، وكذا من كذب بآية من القرآن أو بحرف واحد منه كفر، قال الله تعالى :
Barangsiapa yang mendustakan berita-berita Al Qur’an atau tidak memberlakukan hukum-hukumnya maka orang seperti itu adalah seorang yang celaka dan akan binasa. Dan aku meyakini bahwasanya siapa saja yang mendustakan kitab-kitab yang pernah diturunkan oleh Allah maka dia kafir, begitu juga siapa saja yang mendustakan salah satu dari kitab-kitab Allah, atau mendustakan sebagian isi dari satu kitab maka dia kafir, demikian juga siapa saja yang mendustakan 1 ayat dari Al Qur’an atau 1 huruf dari Al Qur’an maka dia kafir. Sebagaimana firman Allah :
(أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ ۚ فَمَا جَزَاءُ مَنْ يَفْعَلُ ذَٰلِكَ مِنْكُمْ إِلَّا خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَىٰ أَشَدِّ الْعَذَابِ ۗ )[البقرة {2}: ٨٥ ]
Apakah kamu beriman kepada sebagian Kitab (Taurat) dan ingkar kepada sebagian (yang lain)? Maka tidak ada balasan (yang pantas) bagi orang yang berbuat demikian di antara kamu selain kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari Kiamat mereka dikembalikan kepada azab yang paling berat.[Surat Al-Baqarah {2}:85]
وقال تعالى :
Allah berfirman :
(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا)[النساء {4} : ١٣٦]
Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh.[Surat An-Nisa’ {4} :136]
وأول الآية :
Dan permulaan ayat berbunyi :
(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۚ) [النساء {4} : ١٣٦]
Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya.[Surat An-Nisa’ {4} :136]
وأعتقد أن من قال بأن القرآن مخلوق فهو كافر، فاقرآن كلام الله غير مخلوق.
Dan aku berkeyakinan bahwasanya barangsiapa yang mengatakan Al Qur’an adalah makhluk maka dia termasuk orang yang kufur, maka Al Qur’an adalah Kalamullah (Firman Allah) dan bukan makhluk.
_______
(١) أخرجه الترمذي : أبواب فضائل القرآن عن رسول الله صلى الله عليه وسلم، باب ما جاء فيمن قرأ حرفا من القرآن ماله من الأجر، رقم (٢٩١٠). وقال : حديث حسن صحيح غريب من هذا الوجه.
(1) riwayat Tirmidzi : Bab Keutamaan Al Qur’an dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, bab Membaca satu huruf Al Qur’an dan Keutamaannya, nomor (2910) Imam Tirmidzi berkata : Hadits Hasan Shahih Gharib

Inilah Aqidahku 13-14

Standar

Inilah Aqidahku 13-14

الإيمان بالجن
Beriman dengan adanya Jin
أعتقد أن الجن خلق الله وأحد الثقلين، وهم مكلفون، خلقهم الله لعبادته كالإنس، كما قال الله تعالى :
Aku meyakini bahwasanya Jin adalah makhluknya Allah dan salah satu dari dua makhluk yang diciptakan oleh Allah, dan mereka adalah hamba-hamba Allah yang mukallaf (dibebankan beban syariat untuk beribadah kepada Allah), Allah menciptakan mereka untuk beribadah kepada Allah sebagaimana manusia. Sebagaimana firman Allah Ta’âla:
(وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ) [الذاريات {٥١} : ٥٦]
Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. [Surat Adz-Dzariyat {51} : 56]
فمن أنكر الجن فهو كافر، لأنه مكذب لله ورسوله، وكل واحد من بني آدم معه قرين من الجن، كما ثبت في الحديث الصحيح في مسلم أن النبي صلى الله عليه وسلم قال :
Barangsiapa yang mengingkari Jin maka dia orang yang kufur, karena dia telah mendustakan Allah dan RasulNya. Semua dari anak Adam ada Qorin yang bersamanya dari bangsa Jin. Sebagaimana telah tetap di dalam Hadits Shahih Muslim bahwasanya Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda :
(مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ، إِلَّا وَقَدْ وُكِّلَ بِهِ قَرِينُهُ مِنَ الْجِنِّ) قَالُوا: وَإِيَّاكَ؟ يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ: (وَإِيَّايَ، إِلَّا أَنَّ اللهَ أَعَانانِي عَلَيهِ فَأَسْلَمَ،فَلَا يَأْمُرُنِي إِلَّا بِخَيرٍ) (١)
Tidak ada diantara kalian seorangpun juga kecuali telah diserahkan padanya Qorin nya dari bangsa Jin, para sahabat bertanya : apakah engkau juga memilikinya wahai Rasulullah? Rasulullah menjawab : demikian juga aku, melainkan sesungguhnya Allah menolong diriku untuk menghadapi qorinku, maka qorinku masuk Islam, maka tidaklah dia menyuruh diriku kecuali mengerjakan perbuatan yang baik(1)
والجن من عالم الغيب يروننا ولا نراهم، كما قال الله تعالى :
Dan Jin berasal dari alam ghaib, mereka melihat kita akan tetapi kita tidak bisa melihat mereka. Sebagaimana firman Allah :
(إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ )[الأعراف {٧} : ٢٧]
Sesungguhnya dia dan kabilahnya dapat melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.
[Surat Al-A’raf {7} : 27]
وهذا في الغالب، وقد يظهرون ويرون في بعض الأحيان في صور متعددة من صور الآدميين وغيرهم من الحيوانات، لأن الله أقدرهم على ذلك، وإبليس كبيرهم.
Seperti inilah kebanyakannya (yakni mereka melihat kita dan kita tidak mampu melihat mereka), dan kadangkala mereka menampakkan diri dan terkadang diperlihatkan oleh Allah dalam sebagian waktu dalam bentuk yang bermacam-macam dari bentuknya manusia dan terkadang bentuk yang lain diantaranya berbentuk hewan, karena sesungguhnya Allah membuat mereka mampu untuk melakukan itu semua. Dan Iblis adalah pemimpin mereka.(lihat Al Kahfi{18}:50)
والشياطين هم الكفار من الجن، ومن أسلم منهم لا يسمى شيطانًا.
Dan setan-setan adalah kaum kafir dari bangsa jin, dan barangsiapa diantara mereka yang masuk Islam maka tidak disebut dengan setan.
وأعتقد أن من أنكر الشياطين أو قال : هم القوى العقلية الرديئة في الإنسان، فهو كافر، لأنه مكذب لله ولرسوله، قال الله تعالى :
Dan aku meyakini bahwasanya barangsiapa yang mengingkari setan atau mengatakan : sesungguhnya mereka adalah kekuatan akal yang buruk yang ada dalam diri manusia maka dia telah kufur, karena dia sesungguhnya telah mendustakan Allah dan RasulNya, Allah berfirman :
(شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا ۚ وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ)[الأنعام {٦} : ١١٢]
Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan.
[Surat Al-An’am {6} : 112]
وقال تعالى :
Dan firman Allah :
(وَالشَّيَاطِينَ كُلَّ بَنَّاءٍ وَغَوَّاصٍ)[ص{٣٨} : ٣٧]
dan (Kami tundukkan pula kepadanya) setan-setan, semuanya ahli bangunan dan penyelam,[Surat Shad{38} : 37]
Qatadah berkata : mereka berbuat sekehendak mereka, dengan mereka membuat mihrab-mihrab dan patung-patung yang mereka sembah.
Mereka mengeluarkan perhiasan dari lautan.
وكل متمرد يسمى شيطان، وفي الحديث :
Dan setiap yang banyak durhakanya kepada Allah dan kedzholiman kepada hamba-hamba Allah maka itu dinamakan dengan setan. Dan dalam hadits yang shahih nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda :
الْكَلّبُ الْأَسْوَدُ شَيْطَانٌ(٢)
Anjing yang berwarna hitam itu adalah setan(2)
وقال تعالى :
Dan Allah berfirman :
(إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ )[فاطر {٣٥} : ٦]
Sungguh, setan itu musuh bagimu, maka jadikanlah ia sebagai musuh,[Surat Fathir {35} : 6]

______
(١) أخرجه مسلم : كتاب صفة القيامة والجنة والنار، رقم (٢٨١٤)
(1)Diriwayatkan oleh Muslim : Kitab Sifat Al Qiyamah dan sifar Surga dan neraka nomor (2814)
(٢) أخرجه مسلم : كتاب الصلاة، رقم (٥١٠)
(2) diriwayatkan oleh Muslim : Kitab Shalat nomor (510)

Inilah Aqidahku 8-12

Standar

Inilah Aqidahku 8-12

الإيمان بالملائكة
Iman kepada para malaikat
وأؤمن بالملائكة : وأنهم أشخاص وذوات محسوسة، تصعد وتنزل وتذهب وتجيء وترى وتخاطب الرسول صلى الله عليه وسلم،
Dan saya beriman dengan para malaikat : dan bahwasanya mereka pribadi-pribadi dan juga dzat-dzat yang bisa diindera. Malaikat diberi kemampuan oleh Allah untuk naik dan turun, bisa pergi dan bisa datang, dan merekapun bisa melihat, dan malaikat Allah juga bisa berbicara dengan rasulullah Shallallahu alaihi wasallam,
وأنهم من عالم الغيب وقد يرون أحيانًا كما تمثل جبريل لمريم بشرًا سويًا، وكما رأى الصحابة جبريل في صورة رجل شديد بياض الثياب شديد سواد الشعر، فسأل النبي صلى الله عليه وسلم عن الإسلام، ثم عن الإيمان، ثم عن الإحسان، ثم عن الساعة، ثم عن أشراطها.
Sesungguhnya mereka termasuk dari alam ghaib, dan terkadang mereka bisa dilihat pada suatu kali sebagaimana Jibril menjelma ketika mendatangi Maryam (ibunda Nabi Isa) dengan wujud berupa manusia biasa. Dan sebagaimana para sahabat pernah melihat Jibril dalam bentuk seorang laki-laki yang pakaiannya sangat putih dan rambutnya sangat hitam, maka Jibril bertanya kepada Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam tentang Islam, kemudian bertanya tentang Iman, kemudian bertanya tentang Ihsan, kemudian bertanya kapan terjadinya hari kiamat, kemudian bertanya tentang apa saja tanda-tanda hari kiamat.
وأؤمن بأنهم مخلوقون من نور، كما ثبت ذلك في صحيح مسلم :
Dan sesungguhnya saya beriman bahwasanya para malaikat adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah dari cahaya, sebagaimana hal itu telah tetap datangnya dalam kitab Shahih Muslim:
خُلِقَتِ الْمَلَائِكَةُ مِنْ نُورٍ،وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ،وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ(١) ،يعني : من طين.
malaikat – malaikat Allah diciptakan dari cahaya, dan bangsa jin diciptakan oleh Allah dari api yang menyala, dan Adam diciptakan oleh Allah dari apa yang disifatkan (diberitakan) kepada kalian(1) yakni dari tanah.
وأؤمن بشرفهم وفضلهم ومكانتهم عند الله تعالى :
Dan saya beriman kemuliaan mereka dan keutamaan yang dimiliki para malaikat dan juga kedudukan para malaikat disisi Allah Ta’ala :
(لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ)[التحريم{٦٦}:٦]
(mereka (para malaikat tidak pernah bermaksiat kepada Allah terhadap apa yang Allah perintahkan kepada mereka dan mereka selalu mengerjakan apa yang diperintahkan) [Surat At-Tahrim {66} : 6]
وأؤمن بوظائفهم وأعمالهم، وأن كل حركة في السماوات والأرض فهي ناشئة عن الملائكة بإذن الله الكوني القدري،
Dan saya beriman dengan tugas-tugas mereka dan apa saja amalan mereka, dan semua gerakan yang terjadi di langit maupun di bumi semuanya berasal dari para malaikat dengan izin dari Allah secara kauni (kehendak Allah).
فمنهم : المقسِّمات أمرًا،
Maka diantara para malaikat ada yang disebut dengan المُقَسِّمَاتُ أَمْرًا (malaikat-malaikat yang ditugasi oleh Allah untuk membagi urusan-urusan)
ومنهم : المُرْسَلَاتِ عُرْفًا،
Maka diantara para malaikat ada yang disebut dengan المُرْسَلَاتِ عُرْفًا (malaikat-malaikat yang diutus oleh Allah)
ومنهم : العَاصِفَات عَصْفًا،
Maka diantara para malaikat ada yang disebut dengan العَاصِفَاتُ عَصْفًا (malaikat-malaikat yang berjalan dengan kencang sebagaimana angin yang sangat kencang)
ومنهم : الناشرات نشرًا،
Maka diantara para malaikat ada yang disebut dengan النَاشِرَاتُ نَشْرًا (para malaikat yang ditugasi untuk mengurusi awan yang ada di langit yang mereka akan membawa awan itu kemana saja yang Allah kehendaki)
ومنهم : الفارقات فرقًا،
Maka diantara para malaikat ada yang disebut dengan الفَارِقَاتُ فَرْقًا (para malaikat yang turun dari sisi Allah untuk menjelaskan perbedaan yang hak dan batil, yang halal dan yang haram)
ومنهم : الملقيات ذكرًا،
Maka diantara para malaikat ada yang disebut dengan المُلْقِيَاتُ ذِكْرًا (para malaikat yang menerima wahyu dari sisi Allah kemudian turun membawanya dan menyampaikan kepada para nabi)
ومنهم : النازعات غرقًا،
Maka diantara para malaikat ada yang disebut dengan النَازِعَاتُ غَرْقًا (para malaikat yang mencabut nyawanya orang-orang kafir dengan keras)
ومنهم : الناشطات نشطًا،
Maka diantara para malaikat ada yang disebut dengan النَاشِطَاتُ نَشْطًا (para malaikat yang mencabut ruh orang-orang yang beriman, melaksanakan tugas tersebut dengan giat tetapi lemah lembut)
ومنهم : السابحات سبحًا،
Maka diantara para malaikat ada yang disebut dengan السَابِحَاتُ سَبْحًا (para malaikat yang ketika turun dari langit dengan berenang dan begitu pula ketika naik ke langit)
ومنهم : السابقات سبقًا،
Maka diantara para malaikat ada yang disebut dengan السَابِقَاتُ سَبْقًا (para malaikat yang berlomba-lomba dan bersegera untuk melaksanakan perintahnya Allah)
ومنهم : المدبرات أمرًا،
Maka diantara para malaikat ada yang disebut dengan المُدَبِرَاتُ أَمْرًا (para malaikat yang melaksanakan perintah Allah dimana pengaturan perintah Allah itu ditugaskan kepada mereka dari urusan-urusan yang ada di alam ini)
ومنهم : الصافات صفًا،
Maka diantara para malaikat ada yang disebut dengan الصَافَاتُ صَفًا (para malaikat yang ketika beribadah berbaris dengan rapat dan lurus)
ومنهم : الزاجرات زجرًا،
Maka diantara para malaikat ada yang disebut dengan الزَاجِرَاتُ زَجْرًا (para malaikat yang menarik awan-awan yang ada di langit dan memindahkannya sesuai dengan perintah Allah)
ومنهم : التاليات ذكرًا،
Maka diantara para malaikat ada yang disebut dengan التَالِيَاتُ ذِكْرًا (para malaikat yang membaca dzikir kepada Allah dan membaca firman Allah)
ومنهم : حملة العرش، وهم أربعة في الدنيا، وفي يوم القيامة يحمل العرش ثمانية، كما قال الله تعالى :
Dan diantara mereka ada yang ditugasi membawa Arsy, dan mereka ada 4 di dunia dan pada hari kiamat yang akan membawa Arsy ada 8 malaikat. Sebagaimana firman Allah Ta’âla :
(وَالْمَلَكُ عَلَىٰ أَرْجَائِهَا ۚ وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَئِذٍ ثَمَانِيَةٌ) [الحاقة{٦٩} : ١٧]
(Dan para malaikat berada di berbagai penjuru langit. Pada hari itu delapan malaikat menjunjung ‘Arsy (singgasana) Tuhanmu di atas (kepala) mereka.) [Surat Al-Haqqah{69}:17]
ومنهم : الكروبيون الذين حول العرش وهم مع حملة العرش من أشراف الملائكة،
Diantara para malaikat Allah ada yang disebut dengan َالكَرُوبِيُون yaitu malaikat-malaikat yang ada di sekeliling Arsy dan mereka bersama malaikat pembawa Arsy termasuk malaikat-malaikat yang mulia.

Al Khaththabi mengatakan tentang الكَرُوبِيُون : yang disebut dengan malaikat الكَرُوبِيُون adalah malaikat-malaikat yang dekat kedudukannya dengan Allah

Dan sebagian ulama ada yang mengatakan ‘dikatakan dengan الكَرُوبِيُون karena mereka memasukkan ketakutan di dalam hati orang-orang kafir,

Ibnul Asir mengatakan di dalam haditsnya Abul Aliyah bahwa yang dimaksud الكَرُوبِيُون adalah pemimpin dan penghulunya para malaikat dan mereka adalah malaikat-malaikat yang sangat dekat kedudukannya kepada Allah.

Ini adalah Syarah dari para ulama sehingga kedudukannya tidak sampai lemah. Adapun ulama yang melemahkan hadits tentang malaikat الكَرُوبِيُون diantara Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid.

Beliau mengatakan : tidak ada satupun hadits yang haditsnya marfu’ (terangkat sampai nabi Shallallahu alaihi wasallam) yang shahih berkaitan tentang penjelasan malaikat الكَرُوبِيُون. Dan yang wajib adalah berhenti ketika seorang berhadapan dengan masalah-masalah ghaih hingga dia mendapatkan (menemukan) wahyu (dari Al Qur’an dan As Sunnah) yang menetapkan masalah-masalah ghaib.
وهم يسبحون الله ويستغفرون للمؤمنين، كما قال تعالى :
Dan mereka senantiasa mensucikan Allah dan mereka senantiasa memohonkan ampunan untuk orang-orang yang beriman, sebagaimana firman Allah :
(الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا) [غافر {٤٠} : ٧]
(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan (malaikat) yang berada di sekelilingnya bertasbih dengan memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memohonkan ampunan untuk orang-orang yang beriman [Surat Ghafir {40} : 7]
ومهم : الموكل بالشمس،
Diantara mereka ada yang bertugas untuk mengurusi matahari
ومنهم : الموكل بالقمر،
Diantara mereka ada yang bertugas untuk mengurusi bulan
ومهم : الموكل بالنجوم،
Diantara mereka ada yang bertugas mengurusi bintang-bintang
ومنهم : الموكل بالجنة وإعداد النعيم لها،
Diantara mereka ada yang bertugas untuk mengurusi surga dan mempersiapkan kenikmatan di dalamnya
ومنهم الموكل بالنار وإعداد العذاب لأهلها،
Diantara mereka ada yang bertugas untuk mengurusi neraka dan mempersiapkan siksaan bagi penduduk neraka.
ومنهم : الموكل بالجبال،
Diantara mereka ada yang bertugas untuk mengurusi gunung-gunung
منهم : الموكل ببني آدم،
Diantara mereka ada yang bertugas untuk mengurusi anak Adam
فمنهم : الموكل بالنطفة يدبر أمرها حتى يتم خلقها،
Diantara mereka ada yang bertugas untuk mengurusi nuthfah (air mani) yang mengatur urusannya hingga sempurna penciptaannya.
ومنهم : الموكل بحفظ بني آدم،
Diantara mereka ada yang bertugas untuk menjaga anak adam
ومنهم : الموكل بكتابة أعمال العباد من الجن والإنس – بكتابة الحسنات والسيئات -، فكل واحد من العباد وكل به أربعة أملاك بالليل، وأربعة أملاك بالنهار بدلًا، حافظان من بين يديه ومن خلفه، وكاتبان عن يمينه وعن شماله، كما في الحديث الصحيح :
Diantara mereka ada yang bertugas untuk menuliskan semua amal hamba-hamba Allah baik dari kalangan jin maupun manusia – mereka ditugasi untuk menuliskan kebaikan-kebaikan dan keburukan-keburukan – diwaktu malam ada 4 malaikat Allah yang diserahi tugas untuk mengurusi setiap hamba-hamba Allah, dan juga 4 malaikat di waktu siang dengan bergantian. 2 malaikat menjaga dari arah depan dan dari arah belakang. Dan 2 malaikat ditugasi untuk menulis dari arah kanan dan dari kiri. Sebagaimana dalam hadits yang shahih :
يَتَعَا قَبُونَ فِيكُمْ مَلَائِكَةٌ بِللَّيْلِ وَمَلَائِكَةٌ بِالنَّهَارٍ(٢)
mereka silih berganti ditengah-tengah kalian malaikat yang ditugasi di waktu malam dan malaikat yang ditugasi di waktu siang(2)
وممهم : الموكل بقبض أرواح العباد، وفي مقدمتهم ملك الموت فهو الذي يستخرج الروح من الجسد، ثم يأخذها أعوانه ويجعلونها في كنفه، والله هو الآمر، ولذا أضيف التوفي إلى الله في قوله تعالى :
Diantara mereka ada yang bertugas untuk mencabut ruh-ruh setiap hamba Allah. Yang berada di depan (pimpinan) untuk mencabut ruh adalah malaikat maut maka malaikat maut lah yang mengeluarkan ruhnya setiap orang dari jasadnya, kemudian pembantu-pembantunya mengambil ruh tersebut kemudian ruh tersebut diletakkan di sayapnya, sedangkan Allahlah yang memerintahkan. Oleh sebab itulah disandarkan wafat itu kepada Allah (artinya Allah-lah yang mewafatkan). Sebagaimana firman Allah:
(اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا ۖ )[الزمر{٣٩} : ٤٢ ]
Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur; [Surat Az-Zumar{39}:42]
وأضيف إلى إلى ملك الموت في قوله تعالى :
Dan disandarkan kepada malaikat maut sebagaimana firman Allah :
(قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ)[السجدة {٣٢} : ١١]
Katakanlah, “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu, [Surat As-Sajdah {32} : 11]
وأضيف التوفي إلى الرسل في قوله تعالى :
Terkadang disebutkan dalam Al Qur’an disandarkan mewafatkan itu kepada para malaikat utusan Allah sebagaimana firman Allah :
(حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ)[الأنعام{٦} : ٦١]
sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang di antara kamu, malaikat-malaikat Kami mencabut nyawanya, dan mereka tidak melalaikan tugasnya.[Surat Al-An’am {6} : 61]
ومنهم : الموكل بالنفخ في الصور، وهو إسرافيل
Diantara mereka ada yang bertugas meniup sangkakala, dan namanya adalah Israfil
ومنهم : الموكل بالقطر، وهو ميكائيل،
Diantara mereka ada yang bertugas untuk mengurusi hujan dan namanya adalah Mikail,
ومنهم : الموكل بالوحي، وهو جبريل عليه الصلاة والسلام.
Diantara mereka ada yang bertugas untuk mengurusi wahyu dan namanya adalah Malaikat Jibril Alaihi shollatu wa sallam
ورؤساء الملائكة وأشرافهم الأملاك الثلاثة الموكل كلون بما فيه الحياة، وهم : جبريل، وميكائيل، وأسرافيل
Pimpinan-pimpinan para malaikat dan yang paling mulia adalah 3 malaikat yang ditugasi mengurusi apa-apa yang ada di dalamnya kehidupan dan mereka adalah : Jibril, Mikail, dan Israfil
فجبريل : موكل بالوحي الذين فيه حياة القلوب والأرواح.
Adapun Jibril : adalah malaikat yang menyampaikan wahyu dimana di dalam wahyu tersebut terdapat kehidupan bagi hati hamba-hamba Allah dan kehidupan bagi ruh hamba-hamba Allah
وميكائيل : موكل بالقطر الذين فيه حياة الأرض والأبدان.
Adapun Mikail : adalah malaikat yang mengurusi hujan yang di dalamnya terdapat kehidupan bagi bumi dan kehidupan bagi badan-badan manusia.
وإسرافيل : موكل بالنفخ في الصور الذي فيه حياة الناس بعد موتهم بإعادة الأرواح إليها، ولهذا توسل النبي صلى الله عليه وسلم في حديث الاستفتاح في صلاة الليل بربوبية الله لهؤلاء الأملاك الثلاثة، كما ثبت ذلك في صحيح مسلم : أن النبي صلى الله عليه وسلم كان إذا قام من الليل يصلي يستفتح بهذا الاستفتاح:
Dan adapun Israil : adalah malaikat yang meniup sangkakala yang di dalamnya terdapat kehidupan bagi manusia setelah kematian mereka dengan dikembalikan ruh-ruh mereka kedalaman badan mereka. Oleh karena itulah nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam pernah bertawasul sebagaimana dalam hadits bacaan doa al istiftah yang dibaca di shalat malam berkaitan tentang rububiyanya Allah terhadap 3 malaikat tersebut. Sebagaimana hal itu telah terdapat di dalam Shahih Muslim : sesungguhnya Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam dahulu terbiasa ketika bangun di malam hari, beliau shalat dan membuka dengan doa istiftah ini yaitu :
اللهُمَّ رَبَّ جَبْرَائِيلَ، وَمِيكَائِيلَ، وَإِسْرَافِيلَ، فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، أَنّتَ تَحْكُمُ بَينَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ، اِهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ، إِنَّك تَهدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ(٣)
Ya Allah Rabbnya Jibril, Mikail, dan Israfil, yang telah menciptakan langit dan bumi, yang Maha mengetahui yang ghaib maupun yang tampak. Engkau menghukumi hamba-hamba-Mu terhadap apa saja yang mereka perselisihkan, berilah petunjuk kepadaku terhadap apa yang diperselisihkan dari kebenaran itu dengan izinmu, sesungguhnya Engkau memberi petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki menuju jalan yang lurus(3)
وأعتقد أن من جحد ملكًا من الملائكة فهو كافر، وكذا من قال الفلاسفة أو غيرهم : إن الملائكة أشكال نورانية يتخيلها النبي بزعمهم. أو أنها القوى العقلية الفاضلة في الإنسان، كما يقول ذلك من فلاسفة : أرسطو، وأبو نصر الفارابي، وأبو على ابن سينا، من قال ذلك فهو كافر، لأنه جحد الملائكة، فهو مكذب الله ولرسوله.
Dan aku meyakini bahwasanya siapa yang mengingkari/mendustakan seorang malaikat dari kalangan para malaikat Allah maka orang tersebut kufur, dan barangsiapa yang berucap dari ahli-ahli filsafat atau selainnya : sesungguhnya para malaikat adalah cahaya dengan berbagai macam bentuk yang Nabi menghayalkannya menurut persangkaan mereka. Atau mereka mengatakan bahwasanya para malaikat itu adalah akal yang berlebih pada diri seseorang. Sebagaimana hal itu dikatakan oleh sebagian ahli filsafat diantara : Aristoteles, Abu Nasr Al Farobi dan Abu Ali Ibnu Sina, barangsiapa yang mengatakan demikian maka orang itu telah kufur karena mereka mendustakan para malaikat, karena dia telah mendustakan Allah dan Rasul-Nya.
______
(١) أخرجه مسلم : كتاب الزهد والرقائق، رقم (٢٩٩٦)
(1) diriwayatkan oleh Muslim : Kitab Zuhud wa Ar-Raqaiq nomor (2996)
(٢) أخرجه البخاري : كتاب التوحيد، باب كلام الرّبّ مع جبريل، ونداء الله الملائكة، رقم (٧٤٨٦)، ومسلم : كتاب المساجد ومواضع الصلاة، وقم (٦٣٢)
(2) diriwayatkan oleh Bukhari : Kitab Tauhid, bab Dialog Allah bersama malaikat Jibril dan seruan Allah kepada para malaikat nomor (7486), Muslim : Kitab Masjid dan tempat-tempat shalat nomor (632)
(٣) أخرجه مسلم : كتاب صلاة المسافرين وقصرها، وقم (٧٧٠)
(3) diriwayatkan oleh Muslim : Kitab shalatnya musafir dan penjelasan tentang qashar nomor (770)